Bukan Manusia, Ternyata Selebgram Ini Adalah Sebuah Robot

Indri Penulis

Era digital saat ini sudah tidak terhitung berapa jumlah selebgram yang tersebar di seluruh dunia. Di Indonesia saja hampir setiap waktu muncul selebgram baru yang mewarnai dunia Instagram, apalagi jika di luar negeri.

Ada beberapa hal yang biasa dilakukan oleh seorang selebgram dalam akun Instagram miliknya. Salah satunya adalah endorse produk, atau brand tertentu. Salah satu selebgram luar negeri yang biasa endorse produk adalah ‘Lil Miquela’.

Miquela berasal dari Amerika Serikat. Selebgram ini kerap posting foto dengan menggunakan busana karya desainer kelas atas. Beberapa perusahaan fashion seperti Coach, Proenza, dan Balenciaga pernah bekerja sama dengan Miquela.

Sumber Gambar : Bunte

Bukan hanya sekedar mempromosikan baju. Miquela tidak jarang merekomendasikan produk rambut dari OUAI yang ia gunakan untuk menjaga kelembutan rambut.

Selain itu, beberapa waktu yang lalu Miquela sempat ikut kampanye sosial Black Lives Matter, dan bekerja sama dengan Prada pada Milan Fashion Week. Bahkan Miquela juga pernah merilis beberapa lagu di Spotify, dan pergi ke acara populer seperti festival musik Coachella.

Sejak membuat akun Instagram di tahun 2016, model berusia 19 tahun dari Downey, California, kini semakin dikenal banyak orang di media sosial, bahkan pengikutnya telah mencapai 1 juta orang.

Sumber Gambar : Twitter

Miquela biasa mengunggah foto dirinya dengan rambut coklat, yang diikat cepol 2. Ciri khas model cantik ini adalah bintik-bintik yang ada di wajah, mata cokelat, serta poni lurus di dahi.

Namun pada bulan April lalu, Miquela tiba-tiba membuat pengakuan yang menggemparkan publik.

Aku bukan manusia,” tulisnya di salah satu postingan Instagram. “Aku robot.”

Sontak pengakuan tersebut membuat banyak orang terkejut, dan tidak menyangka apabila gadis cantik tersebut merupakan robot.

[irp posts=”53974″ name=”5 Tips Ampuh Menjadi Selebgram di Instagram TV”]

Miquela adalah sebuah CGI. Dia merupakan gambar yang dihasilkan oleh komputer dan startup bernama Brud, dan berbasis di Los Angeles, Amerika Serikat.

Brud merupakan perusahaan yang  khusus bergerak dalam bidang Artificial Inteligence dan robotik. Menurut TechCrucnh, Brud didukung oleh beberapa perusahan besar seperti Sequoia Capital, SV Angel, dan BoxGroup.

Namun dari pihak Sequoia Capital enggan berkomentar, apakah mereka benar terhubung dengan Brud atau tidak. Sedangkan pihak BoxGroup serta SV Angel tidak menanggapi apapun perihal tersebut.

Miquela merupakan kelompok influencer virtualfake’, termasuk Bermuda, Shudu, Blawko. Ketiganya merupakan supermodel ‘digital’ pertama di dunia.

Sama seperti Miquela, Blawko merupakan ciptaan Brud. Belum ada kepastian apakah Bermuda juga dibuat oleh Brud atau perusahaan lain. Sedangkan Shudu dibuat oleh fotografer fashion bernama Cameron dan James Wilson.

Hampir sama seperti yang dilakukan oleh selebgram manusia, CGI tersebut juga kerap mempromosikan merek serta produk. Namun hingga kini belum ada kepastian, apakah tiap postingan mereka dibayar oleh sponsor atau tidak.

Sumber Gambar : Pinterest

Tapi pernah beberapa waktu lalu, Brud berkata bahwa situs lifestyle Highsnobiety pernah berkolaborasi dengan Miquela. Miquela mengenakan kemeja seharga $ 80. Sedangkan dari pihak brand, menuturkan bahwa tim Miquela menerima discount dan keuntungan, jika barang yang dikenakan Miquela terjual dari toko online-nya.

Tentu konsep periklanan dengan menggunakan influencer CGI menimbulkan banyak pertanyaan seperti, bagaimana mereka dapat mempromosikan produk yang tidak dapat dicoba? Haruskah perusahaan dan brand lebih terbuka ketika menciptakan atau menggunakan influencer virtual?

Tentu hal ini akan membuat konsumen bingung, dan sebaiknya sistem seperti itu harus diperbaiki.” Kata Olivier Toubia, profesor pemasaran di Columbia Business School.

Toubia mengatakan apabila influencer CGI seharusnya mempunyai “hubungan transparan”, dengan followers Instagram. Hal tersebut mencakup kesepakatan sponsor yang jelas, dan ‘siapa yang nyata, dan siapa yang tidak nyata dalam postingan itu.’

Walau ada pihak yang menentang konsep CGI sebagai media promosi suatu brand, namun tidak sedikit pula yang mendukung konsep seperti itu.

Seberapa banyak kalian melihat hal otentik di Instagram?” Kata Yoon Ahn, co-desainer brand Ambush, yang sebelumnya bekerja sama dengan Miquela.

Selama ini ada banyak model Instagram yang melakukan bedah plastik, dan mempromosikan sesuatu. Kurasa itu hal yang sama bukan? Itu tidak nyata,” sambungnya.

Produk-produk tersebut tidak langsung bisa membuat rambut jadi seperti itu. Dan mereka juga tidak bisa membuat bibir menjadi seperti itu,” tambahnya.

Lalu apa keuntungan menggunakan CGI untuk brand fashion??

Sumber Gambar : Pandora

Menurut Detert Influential, para influencer virtual sangat menarik bagi perusahaan. Mereka menilai jika hal ini mempunyai resiko lebih kecil, daripada bekerja sama dengan seseorang, karena ada banyak persiapan ketika proses pengambilan foto.

Selain itu, menurutnya tim desain dapat lebih cepat merancang, dan bisa posting di waktu yang tepat sesuai keinginan brand. Tidak ada masalah jika menggunakan CGI untuk promosi brand. Justru hal itu menunjukkan bahwa perusahaan kreatif dan mengikuti perkembangan teknologi.

Brand fashion lain seperti Barney bahkan tidak keberatan apabila Miquela ternyata sebuah robot. Pihak brand tersebut justru tertarik dengan Miquela, karena dapat menjangkau lebih banyak orang untuk melihat brand fashion Barney.

Para ahli bahkan percaya bahwa kedepan kita akan dapat melihat lebih banyak CGI. Tidak menutup kemungkinan jika hal tersebut akan mengubur batas antara Artificial Inteligence (AI) dan Manusia.

Lalu bagaimana menurut kalian? Apa Miquela pantas mempromosikan brand fashion? Atau justru tidak, karena dia sebuah robot?

    %d blogger menyukai ini: