Intel Bikin Chip Khusus Blockchain yang Diklaim Lebih Hemat Energi

Indri Penulis

Intel resmi berinvestasi dalam teknologi blockchain dengan merilis chip baru yang dirancang khusus untuk menambang crypto.

Chip pertama Intel yang fokus pada crypto dijuluki “blockchain accelerator.” Senior Vice President Intel, Raja Koduri (via Reuters), mengklaim jika chip ini memiliki kinerja 1000x lebih baik daripada GPU mainstream untuk penambangan berbasis SHA-256 (algoritma yang dipakai untuk menghasilkan Bitcoin dan jenis cryptocurrency lainnya).

Lebih lanjut, Intel mengatakan kalau chip crypto ini akan dipamerkan di International Solid-State Circuits Conference, yang digelar tanggal 20 Februari 2022.

Sementara itu dilansir dari PCMag, Intel akan mempresentasikan chip blockchain pertamanya itu dalam acara ISCC yang digelar tanggal 23 Februari 2022, dengan judul “Bonanza Mine: An Ultra-Low-Voltage Energy-Efficient Bitcoin Mining ASIC.”

Fyi, ASIC atau application-specific integrated circuits adalah chip yang dirancang untuk suatu tugas tertentu, contohnya untuk pernambangan cryptocurrency.

Sementara itu, strategi Intel untuk bikin chip kripto yang lebih hemat energi, mungkin bisa jadi salah satu solusi untuk mengimbangi tingginya transaksi cryptocurrency dan bahaya lingkungan yang ditimbulkan.

Seperti yang kamu tahu, dampak lingkungan dari penambangan cryptocurrency telah menjadi perhatian besar bagi banyak pihak. Tak sedikit pihak yang menentang cryptocurrency karena diklaim bisa mengancam lingkungan.

Contohnya rig mining yang butuh pasokan listrik super besar. Mereka mendapatkan energinya dari pembangkit listrik tenaga batu bara dan gas alam. Inilah yang membuat cryptocurrency ‘tidak ramah lingkungan.’ Nggak cuma itu, besarnya listrik yang dibutuhkan untuk menambahkan crypto juga dapat menyebabkan tingginya biaya dan pemadaman listrik.

Anggota parlemen di AS bahkan telah membahas masalah tersebut di Kongres. Mereka memperdebatkan bagaimana cara mengatasi peningkatan konsumsi energi yang berkaitan dengan penambangan crypto. Anggota parlemen AS juga meminta perusahaan Bitcoin untuk mengungkapkan berapa banyak energi yang mereka konsumsi.

Di sisi lain, chip baru Intel mungkin bisa jadi upaya untuk mengatasi masalah tersebut. Bisa jadi habis ini bakal ada banyak perusahaan yang tertarik pesan chip blockchain dari Intel. Apalagi setelah melihat embel-embel ‘lebih hemat energi’ yang digembar-gemborkan Intel.

Sementara itu, rencananya chipset blockchain bikinan Intel akan mulai dikirim akhir tahun ini. Sebelumnya Intel mengungkapkan kalau sudah ada dua perusahaan yang memesan chip tersebut. Mereka adalah perusahaan pertambangan Bitcoin GRIID Infrastructures and Bloack, serta perusahaan fintech milik Jack Dorsey yang sebelumnya dikenal sebagai Square.

    %d blogger menyukai ini: