Data Pembobolan Facebook Beredar, Cek Keamanan Data Milikmu

facebook warning

Internet heboh dengan munculnya data hasil pembobolan Facebook. Ada sekitar 355 juta pengguna masuk sebagai korban. Apa kamu salah satunya?

Kasus pembobolan memang bukan cerita baru. Hal seperti ini selalu menuntut kita untuk waspada dan selalu siap melakukan langkah pengamanan yang diperlukan.

Data Pembobolan Facebook

Pada tanggal 3 April 2021, Alon Gal mengungkapkan bahwa ada data sebanyak 355 juta pengguna Facebook bocor. Data itu merupakan hasil pembobolan pada awal 2020 (menurut Business Insider terjadi di tahun 2019) dan menunjukkan akun beserta nomor telepon yang terhubung.

Dari daftar jumlah korban berdasarkan negara yang ia unggah, ada 130.331 pengguna asal Indonesia. Alon Gal juga mengatakan kalau ada bot Telegram yang memungkinkan pengguna menarik data tersebut.

Ironisnya, informasi milik Mark Zuckerberg, sang CEO Facebook, juga masuk dalam daftar yang bocor itu. Bahkan, menurut the Sun, detil informasi Mark Zuckerberg itu meliputi nama lengkap, nomor telepon, lokasi, informasi pernikahan, tanggal lahir, dan Facebook ID.

Cek Keamanan Data

Bocornya informasi pribadi seperti itu tentu membuat kita resah. Walau mungkin kita sulit melakukan pengecekan secara langsung, ada cara yang cukup mudah untuk membantu kita.

Kamu bisa cek apakah emailmu masuk dalam kasus pembobolan di situs Have I Been Pwned (Mozilla Firefox juga memakai layanan ini). Di sana, kamu tinggal memasukkan alamat email dan cek apakah kamu jadi korban. Pengecekan ini bukan hanya untuk kasus pembobolan Facebook ini, tapi juga pembobolan lainnya.

Sayangnya belum ada cara untuk mengecek nomor telepon secara aman. Ada situs The News Each Day yang mengecek nomor telepon Amerika. Namun, di samping hanya terbatas untuk Amerika saja, situs ini belum memiliki reputasi seperti Have I Been Pwned.

Nah, untuk menjaga agar data tetap aman, ada baiknya kamu selalu mengganti password akun manapun secara berkala. Untuk memudahkannya, kamu bisa memakai aplikasi Password Manager.

%d blogger menyukai ini: