DU battery saver

DU Battery Saver: Supaya Baterai Android Lebih Awet

DU Battery Saver merupakan salah satu aplikasi penghemat baterai paling populer di Android. Tidak hanya fitur yang ciamik, aplikasi ini juga memiliki tampilan yang menarik.

Tanpa kita sadari, sering kita membuka banyak aplikasi, atau membiarkan berbagai aplikasi bekerja di latar belakang begitu saja. Aplikasi tersebut tidak jarang tetap bekerja dan menggunakan koneksi. Sistem operasi Android jaman sekarang memang sudah jauh berkembang. Namun tetap saja, kalau sinyal sedang tiarap, aplikasi yang aktif itu bisa menyedot baterai tanpa ampun.


Baca juga: 18 Aplikasi Utility MacOS Yang Layak Diperhatikan


Fitur Aplikasi DU Battery Saver

Begitu membuka aplikasi ini, saya mengerti kenapa ia bisa populer. Sekilas saja sudah nampak fitur-fitur fungsional.

  • Optimasi baterai hanya dengan satu-klik
  • Pilihan mode pengaturan baterai
  • Phone cooler — mengawasi dan mengurangi aplikasi yang memberatkan CPU
  • Battery monitor — melihat statistik penggunaan baterai
  • Widget yang efisien
  • Mengawasi status mengisi daya
  • Informasi teknis baterai (kapasitas, kondisi, dll)

tampilan DU Battery Saver dan mode penggunaan

Selain fitur utama di atas, ada juga fitur lain seperti DU Swipe, mengubah skin, atau mengatur fitur handphone seperti Wi-Fi, fungsi getar, Bluetooth, dll. Yang cukup menarik di antara fitur di atas adalah DU Swipe yang mengaktifkan mode satu tangan.

Bicara soal kemudahan akses, aplikasi ini juga membuat shortcut untuk optimasi baterai. Sehingga dengan satu klik saja, optimasi dapat dilakukan. Tanpa perlu membuka aplikasi.


Baca juga: Tutorial Cara Membuat Live Video Instagram


Tampilan DU Battery Saver

Seperti sudah saya sebut di atas, aplikasi ini punya tampilan yang cukup keren. Pengaturan tombol-tombol fungsinya rapi, mudah diakses, dan enak dilihat. Lalu, kalau dalam kondisi normal, aplikasi akan memiliki latar biru. Namun kalau ada penggunaan berlebih, latarnya akan berubah kemerahan.

tampilan mengisi daya dan widget du battery saver

Widget yang ada di Notification Center juga efisien. Kita bisa membaca informasi penting dari sana. Hal tersebut hadir tanpa merusak penampilan di layar. Dengan kata lain enak dilihat.

Biasanya, aplikasi peralatan (tools atau utility) punya penampilan yang kurang menarik, dan penuh dengan tombol di sana sini. Tapi sejauh ini, saya tidak punya keluhan. Kalaupun ada yang tidak saya gunakan, bisa saya nonaktifkan.


Baca juga: Aplikasi Keyboard Terbaik untuk Android dan iOS


Pengalaman Penggunaan

Oke, patut saya sebut di sini bahwa karena baterai handphone yang saya gunakan (Moto E3 Power) berkapasitas cukup besar (3500 mAH), maka selama ini saya tidak terlalu terpengaruh dalam soal baterai. Penggunaan handphone sehari-hari juga cukup standar; Facebook, Skype, email, Instagram, WhatsApp, browsing, Reddit, game, dll.

Menurut DU Battery Saver, ada 31 aplikasi yang masuk daftar boleh bekerja di latar belakang. Melihat hal ini, sebenarnya Android Marshmallow sudah cukup efisien menjalankan fungsinya.

monitor dan informasi baterai android

Selama pemakaian saya lebih banyak menggunakan pengaturan mode sendiri; screen brightness auto, timeout 2 menit, vibrate on, Wi-Fi on, Sync on, Haptic Feedback on, dan Bluetooth off. Sejauh ini saya menerima beberapa kali notifikasi CPU memanas dan optimasi baterai.

Peringatan dari aplikasi ini sangat logis. Yang menguras baterai atau membuat CPU panas rata-rata merupakan aplikasi yang melakukan sinkronisasi atau update konten di latar belakang. Selain itu juga aplikasi dengan banyak animasi grafis alias game. Jadi DU Battery Saver cukup membantu mengetahui aplikasi mana saja yang “membunuh secara perlahan”.

Toh, untuk beberapa aplikasi yang mengancam baterai, DU Battery Saver tetap tunduk pada sistem operasi. Ia akan mengarahkan kita ke pengaturan aplikasi dari sistem untuk melakukan force close. Di sisi ini bisa dikatakan bahwa aplikasi ini tidak seenaknya mengambil alih sistem.

Apakah ada yang mengganggu? Hm, terus terang, kadang notifikasi dari aplikasi ini bisa cukup mengganggu. Terutama karena beberapa notifikasi mengandung iklan (seperti kalau smart charge dinyalakan). Toh kalau memang membutuhkan aplikasi ini, kita bisa melakukan upgrade ke versi komersial yang tanpa iklan.


Baca juga: 4 Aplikasi Transfer File Cepat Antar Perangkat


Secara keseluruhan, aplikasi ini sesuai dengan yang dijanjikan. Untuk penggunaan baterai yang lebih efisien, kamu harus mencoba beberapa mode yang ada di dalam aplikasi ini sampai mengetahui pola penggunaan yang pas. Mode itu akan mengatur fitur dan aplikasi mana saja yang aktif dalam waktu tertentu, dan lain-lain.

Nah, kalau kamu membutuhkan aplikasi penghemat baterai — terutama kalau kamu termasuk yang kurang hobi mengontrol penggunaan aplikasi — DU Battery Saver bisa menjadi pilihan. Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis dari Play Store. Sekali lagi, di dalamnya terdapat iklan, namun bisa dihilangkan dengan upgrade ke versi komersial melalui pembelian dalam aplikasi (IAP).

DOWNLOAD

More Stories
6 Website Terbaik Untuk Download Subtitle Film