Gebrakan Dual Lensa Kamera Smartphone

Dual lens camera Huawei p9 leica

Teknologi memang berkembang sangat pesat. Salah satu hal yang cukup ramai diperbincangkan saat ini adalah penggunaan dual lensa kamera smartphone. LG G5 dan Huawei P9 merupakan smartphone Android yang sudah mengadopsinya. iPhone 7 Plus juga  dirumorkan akan menggunakannya.

Bagaimana Dual Lensa Bekerja?

Pada Mobile World Congress di Barcelona tahun 2014, Corephotonics memperkenalkan sistem dual lensa. Sistem ini berbeda dengan HTC Evo 3D (2012) yang ingin menghasilkan gambar 3D di layar (disebutkan kalau saat itu kurang berhasil). Sistem yang dibawa Corephotonics berbeda dan lebih reliatis. Yaitu bertujuan menghasilkan foto yang lebih baik, dengan menggabungkan tangkapan dua lensa yang dimilikinya.

Saat itu, CNET sempat mengikuti demo dari Corephotonics. Mereka menyebutkan bahwa ada tiga variasi kombinasi lensa. Pertama: 13 MP dan 8 MP yang menghasilkan 3x optical zoom, kedua: dua 13 MP (yang satu hitam putih) untuk tangkapan low light, dan ketiga: dua 13 MP (yang satu dengan optimalisasi optical zoom sampai 5x).

perbandingan corephotonics dan iphone 6 plus

Foto: CNET

Bagaimana kombinasi tersebut bekerja? Pada dasarnya, kedua kamera mengambil gambar bersamaan. Lalu kamera sekunder akan memberikan tambahan informasi data gambar pada hasil kamera utama. Dengan demikian, bisa menutup kekurangan hasil kamera pertama, dan menambah kualitas gambar.

Seperti kita tahu, keterbatasan kamera smartphone terletak pada zoom lensa dan besarnya sensor. Keterbatasan ini tentu saja merupakan akibat dari ukuran smartphone. Teknologi kamera dengan lenda ganda ini berusaha mengatasi keterbatasan tersebut.

Dari hasil demo tersebut, kombinasi dual lensa itu memungkinkan optical zoom yang lebih baik, foto low light yang lebih baik, dan stabilisasi gambar yang lebih baik pula. Secara keseluruhan, memang sangat menjanjikan.

Lompatan Teknologi Lebih Lanjut?

Ya, di atas kertas boleh dibilang begitu. Sekedar nostalgia, sebelum ini yang menjadi tonggak teknologi kamera smartphone adalah kamera PureView dari Nokia 808. Teknologi ini kemudian dilanjutkan oleh Lumia 920 dan Lumia 1020 (Baca: Apa itu PureView?).

kamera pureview nokia 808

Kamera PureView Nokia 808 (Wikimedia)

Teknologi dual lensa bertujuan membawa hasil foto dari sebuah smartphone menjadi jauh lebih baik. Visi yang sama yang dulu diusung oleh Nokia. Sayangnya, kali ini Nokia tidak hadir di gelanggang persaingan teknologi.

Namun, adopsi teknologi ini juga berjalan cukup lambat. Sebagai contoh, HTC One M8 sebelum ini juga sudah mengadopsi dual lensa. HTC lalu meninggalkan konsep itu di HTC One M9. Bisa jadi HTC menganggap hasilnya masih belum menembus batasan hasil kamera satu lensa. Entah karena hardware, atau software (algoritma pengolah gambar). Toh, baru tahun ini dual lensa ramai dibicarakan beserta perangkatnya, seperti LG G5, Huawei P9, dan iPhone 7 Plus (rumor). Itu pun masih harus dibuktikan lebih lanjut.

dual lensa iPhone 7 Plus

Foto bocoran iPhone 7 Plus. Foto: MacRumor

Apakah Hasil Foto Dual Lensa Kamera Benar-benar Signifikan?

Oke, terus terang, saya sendiri belum pernah mencobanya. Tapi sedikit riset di internet bisa sedikit menjawab pertanyaan di atas.

Jawabannya: sayangnya, kelihatannya dual lensa belum terlalu memberi pengaruh besar dalam kualitas foto. Dari beberapa perbandingan yang dilakukan oleh para blogger atau vlogger, Huawei P9 atau LG G5 belum bisa melebihi (secara signifikan) Samsung Galaxy S7 yang punya lensa tunggal (misalnya video di bawah ini).

Keunggulan dual lensa hanya terjadi pada beberapa kasus saja. Sementara di beberapa kasus lain masih boleh dibilang setara dengan smartphone lain yang menggunakan lensa tunggal. Agak mengecewakan.

Pada akhirnya, di dunia nyata, kalau hal di atas di tambahkan pada faktor harga yang harus kita bayar, maka kita bisa menilai apakah dual lensa memberi manfaat lebih. Ya paling tidak saat ini. Di masa mendatang? Siapa tahu?

Ada komentar?