Google Bereksperimen untuk Deteksi Penyakit Diabetes & Kolesterol Via Kamera Ponsel

Indri Penulis

Dalam acara “The Check Up” beberapa waktu lalu, Google umumkan tengah bereksperimen untuk deteksi penyakit diabetes & kolesterol via kamera ponsel.

“The Check Up” adalah acara tahunan yang diadakan oleh Google Health, untuk mempelajari tentang perkembangan teknologi kesehatan yang dibuat oleh Google.

Tahun 2022 ini, acara “The Check Up” resmi dimulai. Dalam acara tahunan itu, Google membagikan penelitiannya tentang ‘proyek kesehatan baru’ yang tujuannya menggunakan smartphone untuk melindungi kesehatan kardiovaskuler, menjaga penglihatan dan merekam suara detak jantung.

Proyek pertama dibangun berdasarkan penelitian Google sebelumnya, yang menangani pendeteksian penyakit yang berkaitan dengan kardiovaskuler seperti kadar gula darah tinggi, kolesterol dan penyakit diabetes yang menyerang mata. Pendeteksian ini memanfaatkan foto klinis pada bagian dalam mata.

Sekarang dalam penelitian terbarunya, Google mengatakan kalau mereka sedang meneliti kemungkinan untuk mendeteksi penyakit diabetes dan non-diabetes seperti kolesterol, langsung menggunakan kamera smartphone dan bantuan pembelajaran mesin.

Mengingat hasil awal sangat menjanjikan, kami menantikan penelitian klinis dengan mitra, termasuk EyePACS dan Chang Gun Memorial Hospital (CGMH), untuk meneliti apakah foto dari kamera smartphone bisa membantu mendeteksi penyakit diabetes dan non-diabetes seperti kolesterol dari foto mata eksternal dengan baik atau tidak,” kata Greg Corrado, Head of Health AI Google, via Google Blog.

Jujur penelitian Google untuk mendeteksi penyakit diabetes dan non-diabetes via kamera smartphone memang unik sih. Tapi kalau Google memanfaatkan kamera smartphone untuk mendeteksi sebuah penyakit, berarti kamera tersebut harus punya spesifikasi tinggi dong. Kalau cuma pakai kamera di smartphone kentang, apa ya bisa mendeteksi penyakit dengan baik? Hm.. Masih menjadi misteri nih. Kita patut menunggu hasil penelitian lebih lanjut dari Google.

Tapi kalau seandainya hasil penelitian berhasil dan 100% akurat, mungkin ini akan menjadi solusi baru buat penderita diabetes dan penyakit non-diabetes lainnya. Mereka nggak perlu antre di laborat/rumah sakit untuk memeriksa kadar gula dalam darah dan kolesterol. Cuma bermodalkan smartphone, mereka bisa melakukan pemeriksaan secara mandiri di rumah. Hm sekali lagi kalau penelitiannya benar-benar sukses dan bisa dipertanggungjawabkan lho ya.

Di sisi lain, penelitian Google lainnya tengah menguji coba apakah mikrofon internal ponsel bisa dipakai untuk merekam suara jantung atau tidak. Pasalnya menurut Google, mendengarkan suara jantung dan paru-paru adalah bagian penting dari pemeriksaan fisik, dan biasanya dilakukan oleh petugas medis menggunakan stetoskop.

Kalau hasil penelitiannya sukses, Google berharap penggunaan stetoskop di masa depan bisa diminimalisir. Orang-orang juga bisa memeriksa suara jantung mereka hanya dengan meletakkan ponsel di atas dada.

Penelitian terbaru kami menyelidiki apakah smartphone bisa mendeteksi detak jantung dan gumaman. Kami saat ini sedang dalam tahap awal pengujian studi klinis, tetapi kami berharap pekerjaan ini dapat memberdayakan orang agar menggunakan smartphone sebagai alat tambahan, untuk evaluasi kesehatan yang bisa langsung diakses (hasilnya -suara detak jantung- bisa langsung didengar oleh orang tersebut),” lanjut Corrado.

Btw, sebenarnya aplikasi Google Fit juga sudah memungkinkan penggunanya untuk mengukur denyut nadi dan napas menggunakan smartphone lho. Aplikasi ini menggunakan sensor pada kamera ponsel dan pembelajaran mesin, untuk melacak detak jantung dan pernapasan pengguna.

Fitur canggih tersebut awalnya cuma eksklusif untuk ponsel Google Pixel. Tapi Google mengatakan kalau fitur tersebut kini sudah tersedia ‘di lebih dari 100 model perangkat Android, dan juga perangkat iOS.’

    %d blogger menyukai ini: