4 Fakta Menarik Soal Kontroversi Sepatu Adidas Edisi Wayang Kulit

Media sosial heboh dengan klaim Adidas soal wayang kulit berasal dari Malaysia. Ini dia 4 fakta menarik soal kontroversi tersebut!

Jagat media sosial di Indonesia baru-baru ini dihebohkan dengan ulah nggak bertanggung jawab Adidas. Saking nggak bertanggung jawabnya, Adidas sampai dibom komentar kebencian dari warga Indonesia.

Buatmu yang mungkin ketinggalan atau nggak sempat membaca kronologi lengkapnya, kebetulan banget. Karena saya telah merangkum beberapa fakta menarik dari kontroversi “Adidas vs Warga +62” – kejadian awal sampai akhir -.

Yuk langsung saja kita lihat!

Awal Mula Kejadian

Peristiwa ini bermula saat Adidas merilis produk koleksi terbarunya yang bertema wayang kulit. Produk yang masuk dalam koleksi City Pack ini diumumkan lewat akun Instagram resmi Adidas Singapura.

Nah yang bikin jengkel, dalam deskripsinya Adidas menyebut kalau wayang kulit berasal dari Malaysia. Kamu bisa lihat caption Adidas di gambar berikut. Ini adalah postingan asli Adidas sebelum mereka memperbaruinya.

Postingan Asli Adidas Singapura – Sumber : Instagram / Adidas Singapura

Gimana, sudah lihat ya. Di caption tersebut jelas terpampang tulisan kalau wayang kulit berasal dari Malaysia. Ini ironis banget, pasalnya sebagaimana dilansir dari laman UNESCO, pertunjukan wayang kulit memang telah diakui sebagai warisan budaya asli dari Pulau Jawa, Indonesia pada tahun 2003.

Bom Hujatan dari Warga +62 di Instagram Adidas

Nggak perlu menunggu waktu lama, postingan tersebut langsung memicu kemarahan hebat masyarakat Indonesia. Beragam kecaman pun langsung muncul di kolom komentar unggahan tersebut.

Sumber : Instagram / Adidas Singapura

Nggak cuma itu, beberapa tokoh publik di Indonesia juga ikut berkomentar di Instagram Adidas Singapura. Mayoritas dari mereka merasa kecewa dengan Adidas, dan mereka menekankan sekali lagi kalau wayang kulit berasal dari Indonesia.

Sumber : Instagram / Adidas Singapura

Desainer Adidas Asal Malaysia Ikut Kena Semprot!

Kehebohan tersebut nggak berhenti sampai di situ saja. Bahkan netizen Indonesia juga ikut membrondong akun Instagram desainer Adidas asal Malaysia yang mendesain sepatu wayang, Jaemy Choong, dengan komentar-komentar negatif.

Beberapa unggahan terakhir Jaemy Choong di akun @jaemyc, pun turut menjadi sasaran amukan warga +62. Mayoritas komentar yang dilayangkan netizen bernada kecaman dan juga protes.

Contohnya dalam unggahan yang menampilkan ilustrasi Choong berjudul “Flowin” Fortune. Di sana kamu bisa melihat banyak warga Indonesia menuding kalau desainer tersebut sudah melakukan plagiarisme.

Menariknya nggak sedikit pula warga Indonesia yang menulis komentar full huruf kapital, dan isinya menekankan kalau wayang berasal dari Indonesia.

Sumber : Instagram / Jaemy Choong

Apakah kamu sudah melakukan riset sebelum membuat desain?” tulis salah seorang warganet dengan bahasa Inggris.

Wayang kulit adalah bentuk tradisional pertunjukan wayang yang awalnya ditemukan dalam budaya Jawa, Bali, dan Lombok di Indonesia,” tulis netizen lain yang sepertinya meng-copy­ penjelasan tersebut dari situs Wikipedia bahasa Inggris.

Adidas Rilis Permintaan Maaf~

Gerah dengan kecaman yang terus datang bertubi-tubi dari warga Indonesia, Adidas akhirnya menyerah. Mereka akhirnya memperbarui deskripsi dalam postingannya.

Nggak cuma itu, Adidas juga merilis permintaan maaf untuk Indonesia. Pernyataan tersebut dimuat dalam Instagram Story @adidassg.

Sumber : Instagram / Adidas Singapura

Terima kasih sudah menghubungi kami. Sementara wayang kulit adalah bagian penting dalam warisan budaya Malaysia, kami seharusnya menyoroti (bahwa Wayang Kulit) asli dari Indonesia dalam unggahan kami,” tulis Adidas.

Kami sungguh meminta maaf karena ketidaksengajaan (untintentional offence) yang sudah terjadi, dan sekarang kami mengubah unggahan kami,” lanjut mereka.

Ketika bekerja dengan artist untuk mengembangkan desain soal budaya yang menggambarkan Malaysia dan Asia Tenggara, kami benar-benar terinspirasi dari kekayaan budaya-budaya di negara Asia Tenggara. Untuk menghindari kerancuan, baik brand atau artist tidak mengklaim karya seni dari Indonesia.

Kami berterima kasih sekali lagi atas support kepada brand dan kreator yang berkolaborasi untuk merayakan budaya unik sebagai identitas budaya,” tutup Adidas.

Walau pun telah merilis permintaan maaf, namun hingga kini postingan tersebut masih dihujani komentar negatif dari netizen. Bahkan nggak sedikit netizen yang mengajak warga Indonesia lainnya untuk me-report akun Instagram Adidas.

Gimana menurutmu guys, wah kalau bicara soal kekompakan dalam bermedia sosial, warga +62 jelas nggak boleh diragukan ya.

Masih ingat soal kasus All England beberapa bulan lalu? Gara-gara mereka bikin warga Indonesia geram, netizen Indonesia ramai-ramai melakukan report pada akun Instagram All England. Hasilnya, akun tersebut langsung lenyap bak ditelan Bumi! Ngeri..

%d blogger menyukai ini: