FarmVille 2 Country Escape: Saat Game Populer Facebook Ada di HP

Anom Penulis

Sebelumnya, mungkin sudah ada yang merasa jengah dulu membaca judul di atas. Apa sih yang menarik dari FarmVille? Yah, terus terang, karena sudah terlanjur main, saya pikir kenapa tidak sekalian berbagi pengalaman. Toh, FarmVille 2: Country Escape punya sedikit perbedaan dari game FarmVille pendahulunya. Lagipula game ini ternyata cukup populer di bursa 😀 .

Varian FarmVille 2 ini, yang diberi judul Country Escape, dirilis sebagai mobile game. Game ini hadir di iOS dan Android pada April 2014, dan di Windows Phone pada Desember 2014. Yang membedakan game ini dengan pendahulunya adalah game ini bisa dimainkan secara offline (bisa sync online).

Terus terang, dulu saya hanya sempat mencoba sebentar FarmVille di Facebook, dan tidak memainkan FarmVille 2. Namun mudah diduga, di FarmVille 2: Country Escape ini, gameplay-nya tidak jauh berbeda. Intinya adalah mengembangkan pertanian dan peternakan kita dengan menanam, memproduksi, dan berdagang.

 

Tantangannya adalah mengatur siklus produksi dan menyesuaikannya dengan pasar. Karena, seperti biasa, ada keterbatasan yang akan berkembang di tiap level. Misalnya jenis hasil bumi apa saja yang bisa kita olah. Ada juga keterbatasan penyimpanan, yang kalau mau di-upgrade membutuhkan barang tertentu.

Siklus produksinya juga sebenarnya cukup klasik. Untuk membuat produk tertentu, kita harus memiliki workshop-nya, dan membutuhkan bahan tertentu pula. Untuk inilah kegiatan menanam, beternak, dan panen berlangsung. Oya, ada juga kegiatan mencari ikan, dan bertambang.

Bahan makanan atau produk yang sudah jadi bisa dijual di pasar. Tapi tidak semuanya. Karena ada permintaan tertentu di sana (dan jumlah tertentu pula). Kita bisa menggantinya. Namun untuk mendapat permintaan berikutnya dibutuhkan waktu.

Pasar ini juga memiliki indikator penjualan. Kalau kita bisa memenuhinya sebelum waktu berakhir, kita akan mendapat bonus (sayangnya, nggak ada THR. Haaaa…. 😀 ).

Yang menarik, walaupun gameplay-nya cukup klasik, FarmVille 2: Country Escape ini memberikan variasi tugas yang beragam. Ada beberapa misi yang akan muncul di buku catatan kita. Misi tersebut, ada yang memiliki batasan waktu ada yang tidak.

Lalu, ada juga pedagang lain, seperti Eagle Eye Eddie dan Nick, yang memberikan harga atau barang sebagai bonus penjualan. Namun, kedua orang itu hadir hanya dalam waktu tertentu. Jadi kita harus menentukan prioritas, mana dulu yang mau kita penuhi: misi di buku catatan, target penjualan dari Eddie atau Nick, atau menjual di pasar. Belum lagi kalau kita mau menjual secara online.

 

Ya, tentunya bukan FarmVille namanya kalau tidak ada perdagangan online. Kalau kita punya kelebihan hasil bumi atau produk, kita bisa menjualnya secara online. Cukup login dengan Facebook dan hal itu bisa dimungkinan. Tidak hanya dengan teman kita di Facebook, tapi juga dengan pengguna FarmVille lain. Hm, satu lagi, kita juga bisa bergabung dalam koperasi (kalau perang aliansi, kalau dagang koperasi. YEAH!) bersama teman-teman atau pengguna lain (cross platform).

Untuk pemain FarmVille yang ambisius, game ini cukup oke. Ada notifikasi yang akan memberitahu saat ada panen atau hal-hal semacam itu. Lalu, yang saya suka dari game FarmVille 2: Country Escape ini, selain gambar dan animasinya yang lucu (lihat babi yang bakal goler-goler di lumpur kalau kita mau nyari tanah liat), adalah sistem save game-nya. Save game berjalan otomatis dan akan disinkronkan online. Nah, kalau koneksi lagi acakadut (saat sinkronisasi), ada pilihan yang muncul mana yang akan kita mainkan: save yang di hp atau yang online. Kita bisa cek catatan waktunya. Pilih saja yang terakhir kita mainkan.

Game ini tersedia sebagai universal app (Dapatkan sekali, unduh juga di perangkat yang kompatibel dengan Windows!), dan gratis (didukung IAP). Game ini bekerja di Windows Phone 8 dan 8.1, dan di Windows 8.1. Sayangnya belum bisa di RAM 512.

Brb, mau ngecek harga kentang mutu ABC, kol gepeng, dan cabe keriting dulu…

    %d blogger menyukai ini: