Diskon VPN terbaik: Klik di sini

Beberapa Alasan Mengapa Film Adaptasi Game Tidak Sesuai Harapan

Film adaptasi game selalu gagal? Kenapa ya?

Industri hiburan dalam bidang perfilman memang tidak pernah habis mengeluarkan ide-ide terbaru. Tapi bagaimana jika produk kreatif berupa film tersebut dihasilkan dengan tidak sesuai harapan?

Nah pada tulisan ini, saya ingin membicarakan film adaptasi  game. Dari sekian banyaknya film adaptasi video game, ternyata tidak semuanya memenuhi ekspetasi para penggemar game tersebut.

[irp posts=”56635″ name=”Kalahkan The Nun! 5 Film Horor Lawas yang Memacu Adrenalin”]

Walaupun video game yang dijadikan adaptasi memiliki popularitas yang besar, bukan berarti film yang memiliki jalan cerita dari video game pun bisa laku dipasaran.

Kira-kira kenapa ya? Di bawah ini ada beberapa alasan mengapa film adaptasi game tidak sesuai harapan.

Keluar konsep

film adaptasi game

Konsep yang ada pada film adaptasi video game seharusnya mirip atau mendekati. Tapi kebanyakan dari film tersebut malah keluar dari jalurnya seperti film Hitman dan Assassin’s Creed.

Kedua film tersebut diangkat dari game bergenre stealth dan memiliki karakter utama sebagai pembunuh berdarah dingin dan yang terjadi difilm lebih banyak adegan aksi secara terang-terangan yang membuat filmnya keluar dari konsep awal game itu sendiri.

Perubahan materi

film adaptasi game

Perubahan materi pun sering dilakukan oleh rumah produksi film yang mengangkat salah satu video game sebagai jalan ceritanya. Perubahan tersebut seringnya tidak berhubungan dengan game yang diadaptasi.

Salah satu contohnya, Resident Evil. Mungkin film pertamanya memang meraih kesuksesan yang besar karena ekspetasi para penggemar game ini terbayarkan.

Tapi setelah beberapa seri dari film Resident Evil, materi yang ada semakin tersingkirkan karena jalan cerita malah berpusat ke sosok Alice yang diperankan oleh Milla Jovovich.

Mengandalkan satu elemen

film adaptasi game

Semua video game yang digemari para gamers biasanya memiliki banyak elemen didalamnya, seperti gameplay, jalan cerita, karakter, musik, latar, dan lain sebagainya.

Tetapi banyak film adaptasi game malah tidak memasukan semua elemen tersebut. Para pembuat film itu hanya memasukan sedikit elemen di dalam filmnya padahal banyak fans yang ingin melihat keseluruhan konten yang terdapat dalam game di film tersebut.

Tim Produksi yang kurang tepat

film adaptasi game

Film adaptasi video game tidak jarang melibatkan tim developer yang membuat game-nya. Sayangnya ada beberapa studio besar yang menggarap project film adaptasi game yang tidak mengetahui apapun tentang dunia game.

Hasilnya? Mereka memiliki kesempatan untuk bereksperimen dan film yang dibuatpun akan melenceng jauh dari video game yang menjadi alur cerita adaptasi.

Film adaptasi Game terlalu mementingkan visual

film adaptasi game

Walaupun banyak video game yang memiliki grafis super keren, para gamers tetap senang menikmatinya karena ada beberapa unsur lain didalamnya yang menjadi nilai tambah dari game tersebut.

Sedangkan untuk film yang mengambil cerita dari video game, kebanyakan dari mereka hanya mementingkan tampilan grafis dan menggunakan efek CGI (Computer Generated Imagery) tapi tidak memikirkan hal lain yang lebih penting.

[irp posts=”57416″ name=”Film Adaptasi Game DreadOut Siap Rilis Januari 2019!”]

Jika sudah seperti itu, apakah filmnya akan laku? Belum tentu. Karena visual yang sangat bagus sekalipun akan kalah jika tidak memiliki jalan cerita yang sesuai dengan gamenya.

Itulah dia beberapa alasan mengapa film adaptasi video game tidak selamanya sesuai dengan ekspetasi. Semoga saja film DreadOut nanti tidak melenceng terlalu jauh dari cerita asli gamenya. Aamiin.

More Stories
Rekomendasi Anime Mengerikan Bertema Urban Legend