7 Film Terbaik Studio Ghibli yang Wajib Ditonton

konsep artistik castle in the sky, salah satu film studio ghibli terbaik

Studio Ghibli adalah sebuah nama legendaris di dunia anime. Film Studio Ghibli selalu disebut saat kita bicara soal film anime terbaik. Pada kesempatan ini, saya mau memberikan daftar film Studio Ghibli terbaik versi saya.

Penilaian terbaik — selain karena saya suka — saya nilai berdasarkan jalan cerita dan nuansa film tersebut. Menurut saya, film-film Studio Ghibli memiliki nuansa magis. Nuansa itu menjadi kekuatan tersendiri dan menjadi ciri khasnya.

Untuk penggemar film Studio Ghibli mungkin hal ini bukan hal baru. Bahkan mungkin ada yang berbeda pendapat dengan saya. Tapi kalau ada yang baru mulai tertarik, saya pikir film-film yang saya sebut ini bisa jadi awal yang bagus.

Mari kita mulai.


Baca juga: 9 Film Superhero Marvel Terbaik Sejauh Ini


Spirited Away (2001)

Spirited Away (Sen to Chihiro no Kamikakushi) bercerita tentang seorang gadis (Chihiro) yang berusaha mengembalikan orang tuanya setelah mereka tidak sengaja masuk ke dunia arwah. Film yang disutradarai Hayao Miyazaki ini menjadi film Jepang yang paling sukses sepanjang sejarah. Spirited Away berhasil memenangkan Oscar di Academy Awards dan Golden Bear di Berlin Film Festival.

Film ini memiliki jalan cerita dari awal sampai akhir yang benar-benar menarik. Spirited Away juga memberikan gambaran dunia dengan imajinasi yang luar biasa. Lihat saja karakter tokoh-tokoh dan bentuk dunia yang ada di sana.

Saya setuju dengan mereka yang memberi penghargaan kalau Spirited Away adalah film Studio Ghibli terbaik.

Castle in the Sky (1986)

Castle in the Sky (TenkŇę no Shiro Rapyuta)¬†bercerita tentang petualangan Pazu dan Sheeta yang terjebak dalam pertikaian sehubungan kastil misterius di angkasa.¬†Castle in the Sky (kadang disebut Laputa) juga sering disebut sebagai salah satu film anime terbaik.

Banyak yang bisa disukai dari film ini. Cerita petualangan yang seru, adegan yang lucu, dunia yang misterius, juga ada sisi romantisnya. Apa lagi yang kurang? Kalau kamu tertarik dengan Atlantis, ya anggaplah Laputa seperti Atlantis di angkasa.

My Neighbour Totoro (1988)

Kamu tahu logo Studio Ghibli? Nah, makhluk yang ada di logo itu adalah Totoro. My Neighbour Totoro (Tonari no Totoro) menceritakan hubungan antara kedua kakak beradik, Satsuki dan Mei, dengan jin hutan (Totoro) yang tinggal di pohon besar dekat rumah mereka. Film ini juga disutradai oleh Hayao Miyazaki.

Kalau Spirited Away saya anggap sebagai film Studio Ghibli terbaik, maka My Neighbour Totoro adalah film Studio Ghibli favorit saya. Ceritanya mungkin tidak “seseru” Spirited Away atau Castle in the Sky. Tapi film ini, mau diulang berapa kali pun, tetap berhasil membuat saya tersenyum.

Princess Mononoke (1997)

Princess Mononoke (Mononoke-hime) bercerita tentang petualangan Ashitaka. Ia berada di tengah pertempuran antara dewa-dewa alam melawan manusia yang mau mengeruk sumber daya hutan.

Saya suka dengan film ini karena selain jalan ceritanya oke, nuansanya juga sedikit berbeda dari film Ghibli biasanya. Princess Mononoke¬†punya nuansa sedikit lebih “gelap”. FIlm ini memberikan pesan kepedulian dengan alam dan tradisi dengan cukup kuat.

Princess Mononoke merupakan salah satu film tersukses Studio Ghibli.


Baca juga: Letterboxd: Media Sosial untuk yang Hobi Nonton Film


Pom Poko (1994)

Pom Poko (Heisei Tanuki Gassen Ponpoko) bercerita tentang perjuangan rakun yang tinggal di pinggiran kota melawan pembangunan yang semakin meluas. Film ini mungkin merupakan film Studio Ghibli yang paling lucu. Terutama bagaimana melihat para rakun yang menyamar jadi manusia.

Berbeda dengan keempat film di atas, Pom Poko disutradarai oleh Isao Takahata. Walau pun tidak sepopuler Hayao Miyazaki, film-film Isao Takahata selalu menunjukkan jalan cerita yang kuat.

Pom Poko memiliki pesan pecinta alam yang kuat dan cukup terlihat dengan gamblang. Meskipun ceritanya lucu, film ini menunjukkan kritik pedas pada industri.

Grave of the Firefly (1988)

Kalau Pom Poko adalah film Studio Ghibli paling lucu, Grave of the Firefly (Hotaru no haka) adalah yang paling sedih. Tapi jangan salah. Walau pun kamu tidak suka yang sedih-sedih, film ini patut ditonton paling tidak sekali dalam seumur hidup.

Grave of the Firefly bercerita tentang dua bersaudara, Seita dan Satsuko, yang berjuang bertahan hidup saat Perang Dunia II. Ya, mungkin film paling realistis dari Studio Ghibli. Sama seperti Pom Poko, film ini disutradarai oleh Isao Takahata.

Nausicaä of the Valley of the Wind (1984)

Secara teknis, film ini bukanlah film Studio Ghibli. Karena pada saat film ini dibuat, Studio Ghibli belum terbentuk. Nausicaä of the Valley of the Wind (Kaze no Tani no Naushika) bercerita tentang Nausicaä berjuang memahami serangga raksasa agar manusia bisa hidup berdampingan dengan mereka. Di sisi lain, ada kerajaan Tolmekia yang ingin menggunakan senjata dari jaman purba untuk memusnahkan para serangga tersebut.

Untuk sebuah film yang dianggap sebagai awal mula sebuah legenda, Nausicaä of the Valley of the Wind memang solid. Baik cerita dan desain karakternya sudah mencerminkan kekhasan Studio Ghibli. Bahkan film ini pun termasuk sebagai salah satu film anime terbaik.

Buat saya, hal itu luar biasa. Kita bisa melihat betapa kuat visi Studio Ghibli sejak awal karir mereka. Tidak heran mereka menjadi legenda.


Baca juga: 9 Film Dokumenter yang Asik Ditonton


Itulah film Studio Ghibli terbaik menurut saya. Memang masih banyak film Studio Ghibli lainnya. Film-film itu pun tidak kalah bagusnya. Tapi kalau harus memilih yang terbaik, daftar di atas menjadi pilihan saya.

Terus terang, saya juga lebih menyukai film Studio Ghibli hasil arahan Hayao Miyazaki. Bukannya film karya Isao Takahata atau yang lain tidak kalah bagus, yah masalah selera saja.

Akankah bertambah¬†lagi film Studio Ghibli terbaik di masa mendatang? Kelihatannya sulit. Produksi film animasi ala Studio Ghibli tidak lah seperti Disney (walaupun Disney mendukung mereka). Saat ini, beberapa pembuat film animasi dari Studio Ghibli bergabung dengan Studio Ponoc (sedang menyelesaikan film Mary and The Witch’s Flower). Semoga karakteristik yang melegenda itu bisa diteruskan di sana.

Ada komentar?