Zenbook 14 UX425 banner
Zenbook 14 UX425 banner
Zenbook 14 UX425 banner

Fitur Baru Apple Jadi Ancaman Besar Banyak Perusahaan

Puluhan platform bisa terancam dengan hadirnya fitur baru Apple yang mereka umumkan di WWDC22. Karena fitur tersebut merupakan terobosan besar dan benar-benar memanjakan para penggunanya.

Fitur baru Apple ini bukanlah tentang tampilan ataupun software baru, Bahkan lebih sederhana dari semua itu, fitur tersebut menawarkan kemudahan yang akan membuat platform lain seolah “tidak berguna” lagi.

Memang benar fitur baru Apple ini belum ada di Indonesia. Tapi saya rasa hanya masalah waktu untuk kita bisa menggunakan fitur-fitur tersebut.

Inilah berbagai fitur baru dari Apple yang bisa mengancam banyak perusahaan.


fitur pay later apple

Apple Pay Later

Jika kalian melihat barang bagus di toko-toko online, sedangkan untuk bisa memilikinya kalian membutuhkan kartu kredit, tentu ini bisa jadi masalah. Saya yakin setiap orang memiliki perasaan yang sama dalam hal ini.

Kita tahu, bumbu-bumbu “miliki sekarang, bayar kemudian” adalah slogan yang satu sisi menyederhanakan dan di sisi lain sangat menyebalkan.

Pasalnya, jika kita melakukan pembelian dengan pembayaran Pay Later, maka yang terjadi adalah pembengkakan tagihan yang muncul dari beberapa platform pemberi hutang. Besarannya cukup variatif. Mulai dari 1% hingga 5%, belum lagi ditambah biaya administrasi. Saya rasa ini adalah bunuh diri.

Nah, Apple meluncurkan fitur ajaib, sekaligus sebuah solusi. Yakni Apple Pay Later. Meski tidak bisa lepas dari bumbu Pay Later, tapi fitur baru Apple satu ini sangat berbeda.

Pembayaran menggunakan Apple Pay Later sama sekali bebas dari biaya tambahan. Tidak ada bunga, tidak ada administrasi, dan bahkan bisa dicicil. Tentu saja fitur ini akan membuat para perusahaan Pay Later lain ketar ketir.

Karena sudah pasti para user akan berpindah ke Apple Pay Later. Dalihnya tentu saja, “Kalau ada yang bisa memberikan cicilan tanpa tagihan administrasi, kenapa harus pakai platform yang berbayar?”

Jika sampai Apple Pay Later ini masuk ke Indonesia nanti, kemungkinan besar perusahaan yang terkena imbas adalah GoPayLater, ShopeePayLater, Kredivo, juga bank-bank dengan fasilitas CC nya.


Freeform

Sejak pandemi menginfeksi seluruh dunia, tradisi Work From Home jadi lebih populer. Namun sebenarnya ini adalah problem baru bagi tim-tim yang baru naik daun atau baru mau naik daun. Karena keterbatasan virtual meeting yang seringnya hanya berjalan satu arah, tanpa timbal balik dari tim.

Apple hadir dengan fitur baru yang bisa dibilang sangat efektif untuk kerjasama tim via online. Yakni aplikasi Freeform. Freeform ini sangat memungkinkan kita bekerja dalam satu kanvas atau papan tulis secara real time via online.

Aplikasi ini tersedia di semua jenis Apple. Mulai dari iPad, iPhone bahkan Mac. Meski sebenarnya fitur baru ini terasa lebih sempurna jika melalui iPad yang notabene mendukung pemakaian pena digital.

Secara tidak langsung, beberapa platform akan merasa terganggu dengan fitur baru Apple satu ini. Karena jika Apple memberikan fitur secara bawaan, aplikasi mereka sudah tidak dibutuhkan lagi.

Jika Freeform ini mulai booming, perusahaan yang jelas akan terdampak imbasnya adalah yang berbau whiteboard online. Seperti Mural, Figjam, Miro dan Whimsical. Bahkan mungkin bisa melahap aplikasi virtual meeting seperti Zoom, Skype, Webex, dan kawan-kawannya.


Passkey

Password sebenarnya merupakan satu problem tersendiri. Jika kita menggunakan banyak aplikasi dengan password yang berbeda-beda, tentu akan rawan lupa. Kemudian, ada pula masalah tanggal lahir yang sering digunakan sebagai bagian dari password. Begitupun, jika kita menggunakan satu password untuk semua akun. Semua itu berbahaya.

Dua hal ini sudah sangat umum diketahui banyak pihak, terutama para hacker. Kemudian berangkat dari rasa takut yang kita miliki, kita menggunakan layanan keamanan untuk menjaga password-password dari pencuri nakal.

Nah, Passkey memiliki solusi yang sangat berbeda. Melalui kerjasama yang dibangun dengan FIDO (yang juga diikuti oleh Google dan Microsoft), Apple berencana membuat web tanpa password.

Cara kerjanya pun cukup simple. Jadi kita tidak perlu mengingat-ingat semua password atau men-generalisir password. Cukup dengan Touch atau Face ID, kita sudah bisa membuka setiap akun yang kita miliki. Bisa kita bisa menggunakan scan QR Code melalui produk Apple.

Maka dari itu, diprediksi semua perusahaan pengelola password juga akan merasa khawatir dengan terobosan Apple satu ini.

Ketika Passkey ini hadir kelak, para perusahaan pengelola passsword yang akan terimbas adalah LastPass, Dashlane, 1Password, LogMeOnce, bahkan juga aplikasi SATRIA milik BSSN harus ikut waspada.


fitur tap to pay apple iphone

Tap to Pay

Fitur baru Apple selanjutnya adalah Tap to Pay. Sebuah istilah yang cukup sering kita dengar.  Namun Apple mengembangkan fitur ini jadi lebih canggih dan mudah.

Ketika kita melakukan transaksi, pastilah kita membawa kartu atau aplikasi tambahan agar metode pembayaran lebih praktis. Dari sisi konsumen, mungkin ini bukanlah masalah besar. Namun bagaimana jika kita adalah sebuah pengusaha ritel? Misalnya kita diharuskan memiliki mesin tambahan untuk bisa menggunakan POS Payment System.

Tap to Pay besutan Apple kali ini memangkas semua keribetan itu. Kita cukup menggunakan produk Apple seperti iPhone untuk pembayaran, bahkan POS payment. Hanya dengan menempelkan antar perangkat. Jelas sekali, ini adalah sebuah fitur yang sangat memanjakan kita nantinya.

Fitur ini akan merupakan jalan pintas dan memenggal perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang POS. Di antara perusahaan yang harus waspada adalah Midtrans, Xendit, Majoo dan Renotech.

    %d blogger menyukai ini: