Inilah Fakta Tentang Fitur TikTok “Auto Caption” yang Harus Kamu Tahu

TikTok resmi kenalkan fitur anyar “Auto Caption.” Apa fungsi fitur tersebut dan bagaimana cara kerjanya? Kamu bisa cek faktanya di sini.

Fitur caption hadir untuk bisa membantu pemirsa memahami ucapan yang ada di dalam sebuah tayangan. Fitur ini akan membantu mereka yang terganggu pendengarannya atau yang tidak paham bahasa asing.

Fakta Fitur TikTok “Auto Caption”

Dilansir dari TikTok Newsroom, sesuai namanya, fitur Auto Caption atau Teks Otomatis secara otomatis akan menghasilkan subtitle di video. Membuat penonton dapat membaca konten.

Jadi ketika kreator membuat konten, mereka memilih Auto Caption di halaman pengeditan setelah mengunggah atau merekam video. Setelah memilih Auto Caption, suara yang akan di video mereka akan ditranskripsikan menjadi teks subtitle.

Sumber Gambar : TikTok Newsroom

Nah, melalui fitur ini, kreator juga punya kemampuan untuk mengedit teks mereka setelah dibuat. Agar lebih jelas, kamu bisa lihat gambar berikut.

Sumber Gambar : TikTok Newsroom

Teks yang ditambahkan oleh kreator akan langsung menjadi bagian dari konten video. Namun kalau penonton merasa terganggu dengan Auto Caption yang tampil, mereka bisa menonaktifkannya.

Cara menonaktifkan Auto Caption bisa dilakukan dengan membuka panel bagikan. Setelah itu, ketuk tombol teks dan atur teks agar nonaktif.

Untuk sementara ini, fitur ini baru tersedia dalam bahasa Inggris Amerika dan Jepang. Namun TikTok berjanji akan menambahkan dukungan bahasa lain nantinya.

Sementara itu, Auto Caption sebenarnya dibuat berdasarkan fitur yang telah TikTok kembangkan sebelumnya. Fitur ini diklaim mampu membuat TikTok lebih mudah diakses banyak orang, mengingat sifat visual dari platform-nya.

Fitur Lain

Oya, TikTok juga telah merancang sejumlah peningkatan, dimulai dengan fitur yang dapat membantu pengguna dengan gangguan penglihatan. Fitur-fitur tersebut meliputi:

  • Adanya fitur gambar statis yang menggantikan animasi thumbnail.
  • Fitur pencipta peringatan (creator warning) yang akan menampilkan notifikasi ke kreator, ketika mereka membuat video dengan efek yang dapat memicu epilepsi fotosensitif.
  • Fitur fotosensitifitas memungkinkan pengguna untuk melewati konten fotosensitif, yang dapat membahayakan penderita epilepsi.
  • Fitur text-to-speech yang dapat mengubah teks menjadi suara.
%d blogger menyukai ini: