Google Kembangkan Fitur Pelacak AirTag Otomatis untuk Android

Indri Penulis

Google sedang mengembangkan fitur pelacak AirTag otomatis untuk ponsel Android. Seperti apa mekanismenya? Temukan jawabannya di sini.

Apple sudah cukup lama meluncurkan AirTag. Ia adalah perangkat berukuran kecil yang bisa melacak keberadaan barang lain seperti kunci, dompet, tas, ransel, koper, dll, dengan mudah.

Apple memang sengaja menciptakan AirTag untuk membantu orang melindungi/melacak barangnya yang hilang. Namun di sisi lain, perangkat berukuran mini ini sering disalahgunakan oknum tak bertanggungjawab untuk melacak lokasi orang lain.

Memang saat iPhone mendeteksi ada AirTag asing sedang ada di dekat pengguna, iPhone akan memperingatkan pengguna dan mengidentifikasi siapa pemilik AirTag asing tersebut. Kalau mau, pengguna bahkan bisa langsung menonaktifkannya. Tapi sayangnya itu cuma bisa dilakukan lewat iPhone/perangkat Apple lainnya.

Gimana dengan Android? Beberapa waktu lalu Apple menciptakan aplikasi “Tracker Detect.” Aplikasi yang bisa diunduh via Play Store itu akan membantu pengguna ponsel Android untuk mendeteksi AirTag yang ada di sekitarnya. Aplikasi ini juga bisa mendeteksi apakah ada orang yang ‘diam-diam’ memanfaaatkan AirTag untuk mengintai lokasi atau tidak.

Nah kabar baiknya, sebentar lagi pengguna ponsel Android sepertinya nggak membutuhkan aplikasi Tracker Detect lagi. Pasalnya Google gosipnya sedang mengembangkan fitur pelacak AirTag otomatis untuk ponsel Android.

Cara Kerja Fitur Pelacak AirTag Otomatis di Android

Jadi awalnya, fitur tersebut pertama kali ditemukan oleh situs 9to5Google. Pertengahan Maret lalu mereka melaporkan kalau Google mulai mengerjakan kemampuan pelacakan AirTag di APK Play Service.

Dalam versi terbaru APK Play Service (22.12.13) yang hadir akhir Maret ini, kode di dalam aplikasi tersebut tampak diperbarui. Beberapa kodenya ada yang merujuk pada “Peringatan perangkat yang tidak dikenal” dan “Pemberitahuan Tag tidak dikenal terdeteksi” untuk tag Bluetooth Low Energy (BLE):

<string name=”ble_tag_settings_activity_label”>Unfamiliar device alerts</string>
<string name=”unfamiliar_tag_channel_name”>Unfamiliar Tag Detected Notification</string>

Kode tersebut kemudian diikuti oleh tiga jenis tag yakni:

<string name=”atag_device_name”>ATag</string>
<string name=”finder_device_name”>Finder tag</string>
<string name=”tile_device_name”>Tile tag</string>

Merek “Tile” terlihat jelas, sementara “ATag” kemungkinan merujuk ke tag Apple atau AirTags. Tidak jelas apa yang dimaksud dengan “Tag Finder.”

Selain itu 9to5Google juga menemukan kode lain. Kode tersebut mengatakan kalau ‘pengguna tidak bisa membunyikan tag jika ID-nya telah berubah.’ Kurang lebih begini kode lengkapnya:

<string name=”mac_address_note”>Note: You may not be able to ring the tag if its id has changed recently</string>

Lebih lanjut, setelah menemukan kode unik di atas, 9to5Google kemudian mencoba mengaktifkan kode tersebut. Hasilnya, mereka menemukan opsi baru di APK Play Service bernama “Unfamiliar device alerts.”  Opsi tersebut muncul di “Settings app > Safety & emergency.”

Gambar di sebelah kiri adalah tampilan lama APK Play Service. Sementara yang di sisi kanan adalah versi baru APK Play Service (yang sudah ada penambahan opsi “Unfamiliar device alerts”).

Ya, kalau dilihat dari kode-kode di atas, fitur pelacak AirTag bikinan Google sepertinya akan memanfaatkan Bluetooth. Meski begitu, sepertinya fitur tersebut masih dalam tahap pengembangan awal (dan mungkin juga masih ada banyak kekurangan).

Walau belum tahu kapan rilisnya, tapi kalau fitur tersebut sudah resmi diluncurkan, pengguna ponsel Android bisa melakukan pemindaian otomatis untuk memastikan jika ada perangkat AirTag yang melacak lokasi mereka ‘langsung dari ponsel.’

Aplikasi Tracker Detect kemungkinan juga nggak diperlukan lagi. Ya, sungguh kabar yang menggembirakan. Pasalnya Tracker Detect selama ini hanya bisa bekerja jika pengguna ponsel Android melakukan pemindaian manual. Aplikasi ini nggak bisa melakukan pemindaian secara otomatis/ bekerja di latar belakang.

    %d blogger menyukai ini: