Huawei Umumkan Prosesor 5G Baru Kirin 990

gambar: Huawei

Di perhelatan IFA 2019, Huawei mengumumkan seri chipset baru Kirin 990. Salah satu chipset ini memiliki modem 5G untuk menyambut jaringan internet yang lebih cepat itu.

Saat ini teknologi memang bergerak ke jaringan 5G, GPU yang canggih untuk gaming, dan teknologi AI. Untuk itu, memang dibutuhkan “otak” yang lebih cerdas.

Sebelum ini, Qualcomm sudah lebih dulu mengumumkan chipset Snapdragon 855+ yang mendapat peningkatan. Lalu Samsung juga sudah mengumumkan Exynos 980 yang juga sudah mendukung jaringan 5G.

Jadi wajar kalau Huawei, yang juga memproduksi prosesor di bawah bendera HiSilicon, merilis chipset di kelas yang sama. Apalagi kita tahu kalau Huawei saat ini termasuk perusahaan yang inovatif di jaringan 5G dan pengolahan media (foto dan video).

Peningkatan Chipset Kirin 990

Chipset baru versi 5G ini disebut sanggup menangani kecepatan unduh maksimal sampai 2,3Gbps dan kecepatan unggah maksimal sampai 1,25Gbps. Di samping itu, arsitektur baru dan Bailong modem di dalamnya mampu menangani perpindahan jaringan, baik dari 2G, 3G, 4G, dan 5G dengan mulus.

Dari sisi CPU, Huawei menyebutkan kalau Kirin 990 (semua versi) memiliki peningkatan performa 20% lebih baik. Di sisi lain, chipset ini akan menggunakan daya 30% lebih efisien dan mendapat peningkatan performa untuk AI sampai 138% (versi 5G punya Dual NPU).

Gambar: Huawei

Kirin 990 juga mendapat peningkatan untuk komponen ISP (Image Signal Processor). Peningkatan ini akan membawa pengolahan gambar dengan cahaya dan warna yang lebih baik, termasuk untuk foto malam. Begitupun untuk pengolahan video.

Untuk para gamer, Kirin 990 dilengkapi dengan GPU Mali-G76 MC16 yang mendapat peningkatan performa sampai 30% dan efisiensi daya sampai 48%. Huawei juga merancang Kirin Gaming+ 2.0 agar gamer bisa menikmati pengalaman permainan dengan grafis kualitas HD, gerakan yang lebih natural, juga aksi yang lebih responsif.

Chipset ini juga menawarkan dukungan UFS 3.0. Sehingga transfer data lebih cepat. Bahkan lebih cepat 79% daripada teknologi UDS 2.1 sebelumnya. Proses transfer data bisa berjalan di latar belakang, sehingga pengguna tetap bisa menelusuri aplikasi tanpa gangguan.

Kabarnya chipset ini akan dipasang di smartphone baru Huawei Mate 30 dan 30 Pro yang segera dirilis.