Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition

Inilah Imbas Tutupnya Google Stadia ke Pengembang Game

Imbas Google Stadia ditutup nih!

foto: Google
Indri Penulis

Ditutupnya Google Stadia nggak cuma berimbas buat pelanggan saja. Tapi imbas Google Stadia tutup juga bakal kasih imbas ke pengembang game.

Beberapa waktu lalu, Google sempat bikin pengumuman yang cukup mengejutkan. Nggak ada angin atau apa, tiba-tiba mengumumkan bahwa Google Stadia akan tutup pada Januari 2023.

Sebagai buntut dari penutupan layanan streaming game itu, Google berjanji akan mengembalikan semua dana pelanggan Google Stadia. Pengembalian dana maksimal akan tuntas pada bulan Februari 2023.

Penutupan Google Stadia rupanya tidak hanya memberikam dampak ke pelanggan. Namun ternyata penutupan Google Stadia juga bakal memberikan dampak ke pengembang game. Lalu apa saja imbas yang dirasakan pengembang game karena Google Stadia tutup?

Masalah yang Dihadapi Pengembang

Kabar ditutupnya layanan Google Stadia auto bikin pengembang game kelabakan. Bagaimana tidak, penutupan ini rasanya seperti mendadak. Pasalnya beberapa pengembang masih sempat melakukan diskusi pemasaran dengan Stadia beberapa waktu lalu. Terus tiba-tiba ada kabar kalau Google bakal menutup Google Stadia.

Contohnya yang diutarakan oleh Brandon Sheffield, direktur kreatif di Necrosoft Games. Ia mengatakan dalam email ke The Verge kalau perusahaannya saat ini tengah mengembangkan Hyper Gunsport untuk Stadia Pro.

Mereka merilis pembaruan [perangkat pengembangan software] baru dua hari lalu. Jadi sangat disayangkan, karena saya pikir platform tersebut mendapat daya tarik yang bagus,” kata Brandon.

Pengembang game lainnya juga menyuarakan rasa frustasi mereka di Twitter. Salah satunya pengembang Pixel Games.

Baca Juga:  Game Over! Google Tutup Google Stadia dan Balikin Uang Semua Pelanggan

Ia berkoar-koar di Twitter dan mengatakan, “Setelah berminggu-minggu dokumen dan persiapan untuk membawa Donut Dodo, Sir Lovelot dan Sigi ke Stadia, kami berhasil menyelesaikan proses orientasi dengan Google kemarin. Dua jam kemudian, malah tersiar kabar kalau Stadia akan ditutup. Sedih.

Mike Rose dari No More Robots juga mengatakan di Twitter, “Ya Tuhan, kami punya pertandingan yang akan datang ke Stadia di bulan November. Siapa yang bisa menebak kalau Google bakal menolak untuk membayar kami, uang yang mereka hutang kepada kami untuk itu?

Sementara itu, penutupan Google Stadia secara mendadak jelas bakal berdampak besar untuk pengembang game. Mungkin pendapatan yang mereka dapatkan dengan menaruh game di Stadia nggak seberapa. Tapi setidaknya developer punya ‘salah satu tempat’ di mana orang bisa memainkan game besutan mereka.

So, karena Google bakal menutup Stadia beserta toko game yang ada di dalamnya, pengembang jelas tidak akan bisa menghasilkan uang dari penjualan via Google Stadia. Otomatis pendapatan mereka juga bakal berkurang deh.

Peralihan Game Stadia ke Platform Lain

Selain menimbulkan masa buat pengembang, ditutupnya Google Stadia mau nggak mau juga bikin adanya peralihan game Stadia ke platform lain.

Salah satu contohnya yang bakal dilakukan oleh Ubisoft. Ubisoft saat ini kabarnya tengah menyiapkan langkah untuk mendukung transfer game mereka yang dibeli di Google Stadia. Dengan begitu, berbagai game tersebut nantinya bisa dimainkan di PC.

Sayangnya Ubisoft belum membeberkan kapan opsi tersebut akan tersedia. Tapi mereka memastikan kalau opsi tersebut ‘benar-benar ada’ dan pasti akan hadir ke depannya.

Baca Juga:  FIFA 23 akan Rilis di Google Stadia dengan Mode Tambahan Sepak Bola Wanita

Sementara itu dalam sebuah wawancara bersama The Verge, senior manager komunikasi Ubisoft mengatakan bahwa:

Walaupun Stadia akan ditutup pada 18 Januari 2023, dengan senang hati kami sampaikan bahwa saat ini kami sedang berupaya menghadirkan game yang Anda miliki di Stadia ke PC melalui Ubisoft Connect. Kami akan membagikan lebih banyak informasi serta dampaknya bagi pelanggan Ubisoft+ di kemudian hari.

Di sisi lain buat para pelanggan Google Stadia, kamu mungkin masih agak nggak percaya dengan kabar penutupan Google Stadia tahun depan kan? Wajar saja, apalagi Google beberapa waktu lalu masih rajin menambahkan fitur dan game baru ke dalam perpustakaan Stadia. Bahkan Google juga sempat koar-koar kalau Google Stadia tidak akan pernah ditutup.

Tapi duarrr.. Seperti ada petir di siang bolong, Google tiba-tiba mengumumkan penutupan Google Stadia mulai tahun depan. Untungnya walaupun ditutup Google masih menjanjikan pengembalian dana penuh untuk semua pembelian Stadia yang dilakukan lewat Google Store.

Lalu apa saja yang akan dikembalikan dari pembelian Google Stadia? Pembeli bisa mendapatkan pengembalian dana dari pembelian pre-order game, konten-konten tambahan yang dibeli dari Stadia Store, dll. Sayangnya Google kabarnya tidak akan mengembalikan uang langganan Stadia Pro.

Huft.. Memang sayang banget sih kalau layanan Google Stadia sampai ditutup. Apalagi pengembang game sampai kena imbas gara-gara Google Stadia tutup. Tapi untungnya baik Google Stadia ataupun beberapa pengembang game (contohnya Ubisoft) punya solusinya. Google bakal mengembalikan uang pembelian, sedangkan Ubisoft tawarkan opsi transfer game ke PC. Jadi nggak terlalu rugi deh. Gimana menurutmu?