Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner

Akankah Industri Gaming Bertahan Di Tengah Resesi Yang Berlangsung?

Anom Penulis

Boleh kita katakan bahwa industri gaming di dunia selama satu setengah tahun lalu telah mencerminkan perilaku manusia selama terjadinya pandemi Covid-19. Pandemi, baik secara langsung maupun tidak langsung, mengubah sikap dan pandangan dunia industri saat efek buruk dari pandemi ini menghantam sisi-sisi ekonomi dan keuangan.

Ya, resesi ekonomi yang mengancam seluruh sendi-sendi kehidupan ekonomi negara-negara terjadi akibat pandemi yang berkepanjangan yang berlangsung hingga saat artikel ini ditulis. 

popculture.id

Lalu bagaimana dengan industri gaming? Apakah industri ini  dapat bertahan di tengah situasi sulit yang cukup sulit untuk diprediksikan seperti sekarang ini?

Gaming di Masa Pandemi

Faktanya, ketika tiap orang menjalani lockdown di rumah—tidak terkecuali kita yang berada di Indonesia—mereka beralih ke game guna dapat terhubung dengan teman-teman. Selain itu, mereka juga meluangkan waktu luang dengan memainkan game sederhana dan mudah, seperti Solitaire.

Mereka memilih kegiatan itu daripada bepergian ke tempat-tempat terbuka untuk berlibur dan berkumpul bersama teman-teman di kafe-kafe atau restoran. Akibatnya meskipun dunia usaha secara umum mengalami resesi, namun tidak untuk industri gaming.

Industri ini malah menjadi booming, dan tahun lalu saja kita telah melihat efek-efek yang tercermin pada catatan investasi gaming dan pembelanjaan konsumen.

Namun meskipun demikian, sejumlah studi menunjukkan bahwa sekarang ini para pembuat game tidak akan pernah lagi melihat kesuksesan di tahun-tahun depan seperti kesuksesan yang pernah diraihnya di awal-awal pandemi di tahun 2020.

Bahkan pakar analisis dari perusahaan Newzoo mengungkapkan bahwa tahun ini industri gaming hanya berkembang lebih dari 23% dibandingkan tahun lalu. 

Paska Pandemi

Tahun ini, lockdown sudah mulai banyak dilonggarkan di banyak negara akibat penurunan drastis dari kasus Covid-19. Masyarakat pun mulai kembali bekerja di kantor-kantor, dan mulai bepergian ke berbagai lokasi pariwisata atau pusat perbelanjaan yang sebelumnya mengalami pembatasan pengunjung.

Karena itu, industri gaming haruslah mencari jalan ke arah masa depan paska pandemi. Tentunya untuk mengetahui apa saja yang telah berjalan baik selama musim pandemi, dan apa saja yang tidak akan berjalan baik di masa depan. Begitu juga dengan harapan yang lebih realistis akan dunia industri gaming selanjutnya. 

Fakta menariknya, adanya resesi ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi ini tidak menghentikan keinginan para investor untuk melakukan investasi di industri gaming. Industri game telah menjadi salah satu pasar investasi paling menguntungkan dan menjanjikan di pasar dunia lebih dari satu tahun yang lalu.

Berdasarkan sebuah laporan yang dirilis oleh perusahaan investasi Drake Star Partners, telah terjadi rekor kesepakatan senilai $ 71 miliar atau sekitar 1000 triliun rupiah untuk hampir seribu transaksi. 

Beberapa perusahaan yang belum pernah sama sekali  terjun di bisnis gaming, mulai ikut-ikutan menggarap industri gaming. Banyak studio baru dibangun, investasi semakin mengalir deras, dan perusahaan startup gaming seperti Roblox dan Unity sukses meningkatkan nilai penjualan sahamnya.

Di Masa Depan

Terjadinya “new normal” seperti saat ini mengakibatkan penurunan jumlah para pemain video game. Namun industri gaming tetap melihat pertumbuhan yang cukup baik, khususnya pertumbuhan pada jumlah jam yang dihabiskan untuk bermain game.

Tidak hanya itu, pertumbuhan orang dalam bermain game mobile juga malah meningkat dibandingkan dengan game-game PC dan konsol, dengan perkiraan pertumbuhan 4,4% di masa depan. Game mobile tumbuh baik karena permainan ini tidak mengharuskan para pemain untuk diam di satu tempat sepanjang waktu. 

Bahkan perusahaan investasi tersebut juga mengungkapkan bahwa industri gaming akan tumbuh setiap tahunnya 11% selama tahun-tahun mendatang, dengan rekor nilai investasi yang dapat mencapai $ 200 miliar.

Di sisi lain, penggunaan game mobile juga akan terus berkembang, dengan perkiraan 3,3 miliar orang akan menggunakan game mobile di tahun 2024. Salah satu game mobile yang paling diminati oleh para pengguna di dunia termasuk di Indonesia adalah Freecell

Industri gaming sudah menjadi salah satu sektor hiburan terbesar di dunia. Menariknya, industri diprediksi akan tumbuh naik di tengah adanya resesi ekonomi seperti sekarang ini.

Tentunya selama ada orang  yang main game, membeli perangkat keras game, dan mencoba game mobile untuk pertama kalinya, serta membelanjakan uang lebih banyak untuk dapat bermain game online

    %d blogger menyukai ini: