Diskon VPN terbaik: Klik di sini

Inilah Hal yang Akan Terjadi Apabila PUBG Diharamkan di Indonesia

Beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia sempat digegerkan dengan desas-desus mengenai pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), untuk mengharamkan game PUBG.

Game besutan Tencent ini menjadi sorotan banyak orang, segera setelah Ketua MUI Jawa Barat, Rahmat Syafei, melihat kasus aksi teror yang terjadi di Selandia Baru beberapa waktu lalu.

Upaya mengharamkan game PUBG tersebut juga mendapat dukungan dari beberapa pihak seperti Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Tentu wacana tersebut langsung menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Lalu apakah keputusan mengharamkan PUBG tepat untuk melindungi masyarakat?

Apabila kedepan MUI benar-benar memutuskan untuk mengharamkan game PUBG, maka akan timbul dampak besar yang akan dirasakan oleh masyarakat serta pihak lainnya.

Dan berikut ini beberapa hal yang akan terjadi bila game PUBG diharamkan.

Sumber Gambar : Digital Trends

Ruang Lingkup Esports di Indonesia akan Mengecil

Dengan adanya game battle royale di Indonesia, hal ini menjadi sarana yang bagus untuk perkembangan Esports di Tanah Air. Sebab komunitas game ini di Indonesia mempunyai jumlah yang sangat besar.

Bahkan menurut data yang diunggah oleh Pocket Gamer, game dengan tema battle royale untuk perangkat mobile di Indonesia telah menyentuh angka 90 juta pemain.

Dan diantara 90 juta pemain itu, tidak menutup kemungkinan terdapat banyak talenta tersembunyi. Hal tersebut bisa membawa nama Indonesia ke kancah Internasional.

Sementara di ranah PUBG, sebelumnya Bigetron sudah pernah mewakili Indonesia di ajang PMSC Global Final di Dubai, setelah mereka berhasil menjuarai PINC 2018 yang diselenggarakan di Jakarta.

Walaupun mereka belum berhasil meraih gelar juara, namun hal telah membuktikan bahwa Indonesia juga dapat ikut berprestasi melalui kompetisi game.

Selain itu, kini pemerintah Indonesia juga mulai memerhatikan perkembangan Esports di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan adanya Piala Presiden Esports.

Ajang tersebut menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia ingin ranah Esports dapat lebih maju, sehingga kedepan dapat bersaing di tingkat Internasional.

Game Lain Juga Terkena Fatwa Haram

Yang menjadikan MUI mempertimbangkan untuk mengharamkan PUBG adalah terdapat konten kekerasan di dalam game tersebut, serta adanya penggunaan senjata api dan peledak.

Hal ini membuat MUI khawatir, bisa menginspirasi seseorang untuk melakukan aksi teror di kehidupan nyata. Dan jika kecemasan pihak MUI dinilai berasalan, mungkin tidak adil rasanya jika hanya PUBG yang diharamkan.

Sebab game selain PUBG juga berisi adegan kekerasan. Sebut saja seperti Free Fire, Fortnite, Rules of Survival, hingga Apex Legends. Beberapa game itu mempunyai gameplay yang hampir sama dengan PUBG.

Pengembang & Penerbit Luar Menjadi Ragu Memasarkan Game ke Indonesia

Berdasarkan data statistik dari Statista.com, tahun 2019 pasar game di Indonesia berhasil mendatangkan pendapatan sebesar 624 juta dolar Amerika.

Data tersebut menunjukkan bahwa Indonesia adalah tempat strategis, yang menjadi incaran para pengembang game dari luar negeri.

Dan diperkirakan angka tersebut akan terus bertambah di tahun berikutnya. Pendapatan ini juga bisa memberikan pengaruh terhadap kondisi finansial di Indonesia.

Walau begitu, jika melihat pertimbangan MUI untuk mengharamkan PUBG, rasanya tidak mungkin jika PUBG Corporation dan Tencent akan memaksakan diri untuk mengubah konten yang sudah ada.

Kemungkinan besar mereka akan memilih negara lain untuk dijadikan sebagai target pemasaran yang baru. Hal ini tentu akan berimbas untuk pengembang dan penerbit game dari luar negeri yang lain.

Terlebih bagi mereka yang memasarkan produk dengan konsep yang sama dengan PUBG. Apalagi saat ini tema battle royale memang sangat digandrungi oleh masyarakat Indonesia.

More Stories
Mijia Smart Pump, Pompa Angin Portable dari Xiaomi