4 Istilah untuk Membantumu Mendeteksi Benar Tidaknya Berita

HOAX red stamp text on white

Era digital yang semakin merajalela, membuat generasi milenial lebih banyak mengkomsumsi berita melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Snapchat dan platform yang lain.

Saking banyaknya pengguna sosial media, justru hal tersebut seringkali dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan berita hoax atau berita tidak benar.

Meskipun tidak semua berita itu hoax, namun kita tetap harus berhati-hati dalam menerima berita.

Dan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, berikut adalah beberapa istilah yang relevan dengan berita hoax.

Dengan adanya istilah-istilah ini, harapannya akan dapat membantu kita untuk lebih memilah-milah berita yang benar.

Jadi, apa sajakah istilah-istilahnya? Ini dia ulasannya!

Fake News

Sumber Gambar : Okezone News

Yang pertama adalah Fake News, istilah fake news ini biasanya digunakan dalam konteks politik.

Istilah fake news disini adalah menjelaskan keadaan misinformasi yang memang sengaja disebarkan melalui percetakan tradisional maupun media berita penyiaran.

Biasanya informasi berita tersebut merupakan konten buatan atau fabricated content.

Fake news adalah berita cerita palsu, bohong atau tidak benar dari dasar sensasional, yang disebarkan dengan tujuan-tujuan tertentu.

Tujuannya dapat berupa pendapatan iklan melalui lalu lintas web, menurunkan reputasi tokoh publik, dan pergerakan politik atau perusahaan.

Yellow Journalism

Sumber Gambar : Apprend.io

Yellow Journalism ini sebenarnya merupakan salah satu tipe dari fake news. Hal ini karena gaya bahasa pelaporan beritanya lebih menekankan sensasionalnya dibandingkan faktanya.

Istilah yellow journalism sendiri muncul pada pertengahan tahun 1980an disepanjang kompetisi antara New York World milik Joseph Pulitzer dan New york Journal milik William Randolph Hearst.

Pada awalnya New York World mempublikasikan kartun berwarna Hoogan’s Alley yang dibuat Richard Outcault, yang kemudian dikenal dengan the yellow kids. New York Journal kemudian mempekerjakan Outcault pula dengan membuat second yellow kids.

Dan akhirnya kompetisi di antara kedua yellow kids ini menjadi gaya sensasional dari kedua koran berita tersebut.

Berasal dari peristiwa itulah sampai akhirnya tercipta istilah yellow journalism.

Post-truth dan Alternative facts

Sumber Gambar : Corner Brook Baptist Church

Post-truth merupakan istilah yang digunakan untuk budaya dan politik yang dibentuk dari pengaruh emosi dan keyakinan personal dibandingkan fakta-fakta objektif.

Istilah ini merupakan arus utama dalam komentar-komentar politik yang sering digunakan oleh para publikasi-publikasi, tanpa perlu mengklarifikasi atau mendefinisikan berita utamanya terlebih dulu.

Di dalam dunia post-truth ini, fakta-fakta alternatif dan berita-berita palsu saling berkompetisi dengan review kelompok serta otoritas sumber berita terlebih dahulu.

Sehingga hal ini membuat pembaca atau konsumen berita sulit memisahkan antara berita palsu dengan opini dari fakta-fakta yang objektif.

Clickbait

Sumber Gambar : candalabaswara.wordpress.com

Kemudian yang keempat adalah istilah clickbait. Istilah ini digunakan untuk menjelaskan bagaimana berita-berita palsu disebarkan.

Clickbait merupakan berita utama sensasional atau bagian teks yang didesain agar orang-orang mengklik sebuah tautan untuk bisa masuk ke sebuah halaman web.

Beberapa orang berpendapat, istilah clickbait ini sebagai sebuah bentuk yellow journalism dan seringkali disalahkan sebagai akibat dari kebangkitan jurnalisme post-truth.

Istilah ini memang sengaja mempermainkan emosi pembaca dan sekaligus di desain untuk memanipulasi pembacanya.

Seringkali halaman web yang menyuguhkan berita tersebut tidak bertanggung jawab dengan beritanya.

Beberapa postingan clickbait yang berupa berita palsu, biasanya dilakukan melalui Facebook atau melalui thumbnail video Youtube.

Jadi mulai sekarang, waspadalah dengan postingan semacam “You’ll never believe this” atau “This will blow your mind“. Jangan gampang tertipu ya!

Nah, itulah beberapa istilah yang bisa membantumu untuk mendeteksi benar tidaknya sebuah berita. Semoga membantu.

Ada komentar?