kamera hasselblad dan fuji intax 9

Gabungan Kamera Hasselblad Retro Dan Fujifilm Intax Mini 9

Memang luar biasa ketika eksperimen unik berhasil dilakukan. Seperti Isaac Blankensmith dan Eddie Cohen menggabungkan kamera Hasselblad retro dan Fujifilm Intax Mini 9. Inilah saat masa lalu dan masa kini bertemu.

Kamera Hasselblad retro itu adalah Hasselblad 500 C/M. Kamera format medium ini diperkenalkan pada tahun 1957 oleh Victor Hasselblad AB. Lensanya buatan Zeiss dengan versi standar 80mm f/2.8 Planar. Saat pertama keluar, kamera ini memiliki magasin untuk 120 film.

Sedangkan kamera Fujifilm Intax Mini 9 adalah kamera instan digital. Dengan kamera ini kamu bisa memotret dengan mudah dan segera mendapat hasil cetak fotonya. Bentuknya imut dengan warna cerah. Singkat kata: Kekinian!

Nah, bayangkan bagaimana kedua kamera itu digabung. Kemampuan fotografi tingkat tinggi dengan kemampuan cetak instan masa kini. Tentunya ini merupakan proyek menarik.

Kamera Kualitas Tinggi Dengan Hasil Instan

Isaac Blankensmith, seorang perancang perangkat dari Google Creative Lab, bekerja sama dengan Eddie Cohen, seorang fotografer profesional. Keduanya berusaha memecahkan bagaimana mendapatkan hasil foto bagus dengan kamera format medium secara mudah dan murah.

membongkar fujifilm instax mini 9
Proses pembongkaran kamera (Foto: Isaac Blankensmith)

Mereka pun membongkar kamera Fujifilm Intax Mini 9 untuk mengetahui mekanisme di baliknya. Tujuannya adalah menjadikannya sebagai pengganti magasin film Hasselblad 500 C/M.

Permasalahan utama yang dihadapi adalah menyesuaikan letak film instan dengan titik fokus kamera. Hal ini berhubungan juga dengan sistem otomatis yang mengeluarkan hasil cetak. Juga bagaimana membuat dudukan yang pas untuk bagian Intax Mini 9 agar bisa menempel pas di bodi Hasselblad. Tentu saja tanpa ada bocoran cahaya masuk.

perbandingan magasin film Hasselblad
perbandingan magasin film Hasselblad dengan Intax Mini 9 (Foto Isaac Blankensmith)

Setelah semua berhasil. Mereka mencoba hasil fotonya. Secara keseluruhan ternyata memuaskan.

Mereka mengakui kalau masih ada permasalahan pada kebocoran cahaya dan jarak titik fokus. Namun, hasil foto tersebut memiliki kualitas yang lebih tajam daripada biasanya.

Yang tidak kalah menarik dari proyek ini โ€” di samping hasil foto โ€” adalah mereka berdua tetap berusaha mempertahankan desain khas Hasselblad yang buatan Swedia, dengan desain khas Fuji yang khas Jepang. Yah, kalau dilihat memang ajaib.

Dunia fotografi memang biasanya memisahkan antara yang profesional dan yang amatir. Namun proyek penggabungan kamera Hasselblad retro dengan kamera instan Fujifilm ini kelihatannya berhasil menjembatani hal itu.

Yah, paling tidak dari sisi proses pemtoretan. Tapi kalau dari proses bongkar-pasang, jelas tidak mudah. Yang jelas baik hasil penggabungan kamera dengan hasil fotonya sama-sama unik. Kalau ingin lihat lebih detil silakan kunjungi situs web Isaac Blankensmith.

More Stories
Game Survivalcraft: Hadir Dengan Cita Rasa Minecraft
%d blogger menyukai ini: