Kenapa Produk Apple Mahal? Ini Faktor yang Mempengaruhi

Kenapa produk Apple mahal? Apa alasan kita membelinya? Padahal kita bisa memiliki produk dengan spek setara bahkan lebih tinggi dengan harga lebih murah. Ini adalah pertanyaan yang sangat umum.

Bayangkan saja dulu, kamu adalah seorang pekerja keras dengan gaji yang terbilang cukup. Suatu ketika, kamu sedang butuh gadget baru. Kamu pun kemudian spontan mendatangi salah satu toko hape yang memiliki berbagai varian merk.

Harapan kamu jelas, agar bisa memilih hape yang sesuai dengan kebutuhanmu. Misal untuk bermain game Mobile Legends dengan lancar.

Melalui kriteria tersebut harusnya kamu bisa memainkan game Mobile Legends setting rata kanan dengan spesifikasi Smartphone RAM 6GB dan CPU Snapdragon 720. Kisaran harga mungkin di 3 jutaan ke bawah.

Tapi naas, seorang sales datang menghampirimu dan menawarkan produk di bawah spek tersebut dengan harga 6 jutaan berlogo Apple, dialah iPhone SE.

Saya bisa menebak, jawabanmu atas tawaran sales itu adalah Tidak!

Berbeda dengan kasus yang satu ini.

Kamu adalah seorang content creator sukses. Seseorang datang kepadamu dengan membawa 2 hape, Android dan iPhone terbaru. Kemudian ia menawarkanmu mau pilih yang mana? Saya yakin seyakin-yakinnya kamu pasti sempat melirik iPhone tersebut. Bahkan mungkin memilihnya, walau dengan harga lebih mahal.

Berdasarkan dua kasus di atas, kita bisa simpulkan bahwa iPhone memiliki target pasar yang berbeda. Mungkin bisa dibilang pasar Life Style, atau produk yang lebih menunjukkan gengsi. Tapi apa hanya itu?

Contoh di atas baru dua dari sekian perspektif ya. Alangkah baiknya kita ketahui alasan pasti dan faktor-faktornya dari Apple sendiri. Jadi, kenapa sih produk Apple mahal?

Ekosistem Apple

Apple memiliki ekosistem dan integrasi yang sangat baik antar perangkatnya. Meskipun secara unit individual dan terpisah, tetapi Apple memiliki fitur yang menghubungkan antar produk tersebut.

Jadi, semakin banyak kamu menggunakan produk Apple, maka segala aktifitas elektronikmu pun akan semakin mudah. Apalagi jika keluarga dan teman juga memiliki produk Apple.

ekosistem Apple (gambar: Apple)

Kualitas Tinggi dan Long Life

“Harga menentukan kualitas”, ini adalah ungkapan yang benar-benar nyata. Dalam kasus ini harga produk Apple, meskipun terbilang mahal tapi kualitasnya benar-benar terjaga. Dengan begitu, secara otomatis umurnya produk Apple bisa dikatakan lebih panjang dan awet.

Tidak jarang di tahun 2022 ini kita menemui prang masih memakai produk Apple dari kurun waktu 10 tahun yang lalu.

Inovasi

Update dan Upgrade adalah hal yang sangat Apple perhatikan. Untuk bisa terus berkembang dan melampaui jaman, Apple terus melakukan inovasi-inovasi yang patut diacungi jempol.

Salah satu contoh di antara inovasinya dalam perkembangan teknologi, Apple mengenalkan chip CPU M1, yang menggantikan CPU Intel. Terobosan Apple ini sudah terbukti mampu mengacak-acak dunia teknologi masa kini.

Lalu Apple, yang saat ini masih menanamkan kamera berpixel “biasa” di iPhone, tetap berhasil membawanya menjadi salah satu ponsel dengan hasil kualitas audio visual terbaik.

Mode Sinematik di iPhone 13 Pro

Privasi

Apple bersandar pada penjualan perangkat dan ekosistem. Jadi berbeda dengan perusahaan lain yang berpotensi menelusuri data privasi, bahkan memperjual belikannya. Apple justru memberikan cara khusus untuk menjaga privasi data agar lebih aman.

Bukan berarti Apple tidak bisa melacak data kamu ya. Tapi ada beberapa akses yang secara khusus memungkinkanmu melindungi data dengan ketat.

OS, Aplikasi Bawaan, dan Update Gratis

Dulu Microsoft menjual OS terbaru secara terpisah sehingga kamu harus mengeluarkan biaya lagi untuk memperbarui komputermu. Untungnya sejak Windows 10 tidak lagi.

Kamu juga akan menemukan kalau aplikasi Microsoft Office bisa tidak tersedia di semua komputer Windows (walau sekarang juga sudah mulai ada secara bawaan). Lalu, ada pula paket bisnis berbeda, Microsoft 365.

Sementara di MacOS, sejak dulu setiap update OS bisa kamu miliki secara gratis. Begitupun dengan beberapa aplikasi bawaan, termasuk iMovie untuk edit video. Kamu bisa menggunakannya secara gratis juga.

aplikasi macOS (gambar: Apple)

Biaya Pemasaran dan Support

Setiap produk yang kamu beli, tidak hanya dianggarkan untuk produk hardware-nya saja, melainkan maintenance, pemasaran, dan para tenaga ahli. Hal ini sangat penting diperhitungkan karena fitur integrasi Apple bekerja secara online dan real time.

Kekuatan Merek

Seperti halnya perspektif yang sudah kita sebutkan tadi, pasar Apple memang unik. Tidak hanya mereka yang tergila-gila dengan teknologi canggih saja. Tetapi untuk mereka juga yang ingin menggunakannya sebagai atribut atau gaya-gayaan. Karena memang harus kita akui, ada gengsi tersendiri memakai produk Apple.

Apple Watch, earpod, dan Macbook (gambar: Alexandru Tabusca)

Nilai Jual Kembali

Nah, faktor-faktor di atas—terutama untuk kualitas, keawetan, dan ekosistem—akhirnya berpengaruh pada poin satu ini. Produk Apple selalu punya nilai jual lebih tinggi dibanding produk lainnya. Yang lucunya, juga akhirnya mempengaruhi harga pada umumnya.

Loyalitas Pelanggan

Loyalitas pelanggan hadir dari fans setia atau komunitas yang sudah benar-benar menggilai setiap produk Apple. Mereka sudah merasakan manfaat dari kualitas dan ekosistem Apple.

Hal ini mampu menjaga stabilnya pasar, meski terjadi lonjakan harga. Karena, para fanatik itu tidak akan pernah ragu lagi dengan harga yang ditawarkan.

    %d blogger menyukai ini: