Kesan Pertama Main Diablo Immortal? Mendekati Sempurna

4 Juni 2022, saya sudah coba main game ghoib, yakni Diablo Immortal, memang benar sih game ini belum rilis secara resmi di Indonesia, tapi berkat VPN, saya berhasil masuk in-game.

Bagi kalian yang belum tau tutorialnya, saya sudah pernah share di postingan ini: cara main diablo immortal sebelum release indonesia.

Awal Cerita

Langsung saja ya, first impression saya sama game ini, Fantastis!! Dari animasi trailer  awal saja sudah sangat membagongkan, benar-benar real, serasa lagi nonton film.

Tapi setelah filmnya usai, saya dikagetkan dengan tawaran patch downloadnya, 10GB!!, rasanya sedih sekali. Akan tetapi, memang worth it sih antara size patch dengan animasi sebagus itu.

Hanya saja kalau bisa ya nego dikitlah ukuran game nya.

Karakter

Selanjutnya saya dihadapkan dengan 6 pilihan karakter mulai dari Barbarian, Wizard, Demon Hunter, Monk, Crusader, dan Necromancer.

Jujur, saya tidak pilih satupun sebenarnya, alasan saya cukup simpel, masa pemeran utama nggak ada satupun yang cantik sih? Face-nya itu lho, horor semua.

Meski pada akhirnya saya ambil char Wizard yang cewek, karena cuma dia yang agak sesuai dengan selera saya.

Barulah saya tahu kalau karakternya bisa di-customize, sesuai harapan saya.

Tapi ternyata hasilnya masih kurang maksimal, kurang editable, dengan size game segede itu harusnya sih bisa bersaing dengan Black Desert Mobile.

Mungkin ini yang jadi kekecewaan utama saya sebagai gamer.

Gameplay

Setelah satu jam lamanya saya create & edit karakter, rasa kecewa pun terbayar lagi dengan grafiknya, sampai saya tersihir dan nggak terasa sudah level 10 saja.

Posisi kamera visual, grafik, model tombol-tombol, saya serasa sedang main moba Wild Rift versi petualangan dengan bumbu-bumbu Short Video Story.

Namun sayang, untuk auto pick loot hanya bisa di gold saja, untuk equipment saya harus mengambilnya secara manual, alangkah lebih bagus kalau bisa auto pick juga.

Kemudian untuk visual equip saya sangat suka, visualnya ikut berubah meski hanya satu equipment saja yang diganti. Jadi nggak ngebosenin, karena saya bisa gonta ganti baju, oke, berarti saya harus segera cari helm buat tutupin muka seremnya. 😊

Waypoint

Nah, inilah tempat yang saya temukan setelah menyusuri jalan dan mengalahkan di Boss. Waypoint!

Di sini saya bisa tegur sapa dengan pemain lain, bayangkan saja jika kalian punya komunitas main game ini, kalian bakal betah di Waypoint meski hanya sekedar ngobrol virtual dan pamer-pamer equipment.

Dan, tempat ini bisa jadi sangat potensial buat para jomblo cari jodoh, asal jangan sampai kena prank siluman ya.

Oh iya, pada taraf ini, muncul quest-quest yang bisa diselesaikan buat naikin level, upgrade equipment, looting, dan party. Istimewa bukan??

Overall, game ini oke sih, saya pribadi tidak ada problem sama sekali, hampir semua aspek saya suka kecuali optional face char dan customize-nya yang kurang bervariasi.

Semoga pad update berikutnya akan ada penambahan fitur ini.

    %d blogger menyukai ini: