Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition

2 Minggu Kantongi Rp 356 Miliar, Diablo Immortal Sukses Walau Kontroversial!

Indri Penulis

Diablo Immortal sukses meraih pendapatan besar! Sayangnya kesuksesan Diablo Immortal kali ini juga diimbangi dengan beberapa hal kontroversial yang nggak bisa diabaikan begitu saja.

Nama Diablo Immortal dan Activision Blizzard akhir-akhir ini memang trending di internet. Hal ini lantaran game besutan Blizzard, Diablo Immortal yang sukses raih penghasilan super fantastis meskipun baru rilis 2 minggu.

Gimana nggak fantastis, Diablo Immortal berhasil raih penghasilan $24 juta atau sekitar Rp 356 miliar, sejak diluncurkan awal bulan Juni 2022 (atau sekitar 2 minggu saat artikel ini ditulis).

Menurut data dari Appmagic, Diablo Immortal telah diunduh lebih dari 8,5 juta kali dalam dua minggu. Hal ini membuatnya jadi aplikasi seluler terbesar kedua Blizzard, setelah popularitas besar Hearthstone yang belum bisa tersaingi sampai sekarang.

Kalau dilihat dari kesuksesan unduhannya, kesuksesan terbesar Diablo Immortal ada di AS yang menyumbang 26% dari total unduhan. Kemudian diikuti oleh Korea Selatan (11%), Brasil (8%) dan Jepang (8%). Inggris masuk dalam kategori 17% ‘lainnya’ yang mengumpulkan angka yang lebih rendah di seluruh dunia.

Sedangkan kalau dilihat dari segi pendapatannya, walaupun AS cuma menyumbang 26% dari jumlah unduhan, tapi pemain dari AS berhasil menyumbang 43% dari total pendapatan yang diperoleh. Sedangkan Korea Selatan sekali lagi ada di nomor dua dengan 23%, diikuti Jepang (8%) dan Jerman (6%).

Menurut analis di Appmagic, Diablo Immortal sama-sama populer di pengguna Apple dan Android.

Sukses Tapi.. Kok Diablo Immortal Kontroversial?!

Ya, itu memang benar. Nggak bisa dipungkiri, kesuksesan Diablo Immortal memang tak terbantahkan. Namun di sisi lain, game ini juga kontroversial banget lho.

Kita bahas dari sisi skor pengguna terlebih dulu. Seminggu setelah rilis, game ini memiliki skor pengguna ‘terendah’ untuk semua game PC yang pernah ada di Metacritic.

Di iOS, game ini dapat skor 0,5 dari 10 (versi seminggu setelah game rilis). Sedangkan di PC, skornya bahkan lebih rendah yakni 0,2. Setelah 2 minggu rilis, skor di iOS malah tambah turun jadi 0,4. Sedangkan skor PC-nya meningkat sedikit menjadi 0,3.

Menariknya, penurunan skor ini datang nggak lama setelah muncul kabar soal biaya leveling karakter Diablo Immortal yang ditaksir mencapai $110.000 atau sekitar Rp 1,6 miliar.

Baca Juga:  Kesan Pertama Main Diablo Immortal? Mendekati Sempurna

Kabar tersebut mencuat setelah video YouTube Bellular News viral. Bellular News dalam video-nya membahas soal sistem monetisasi ‘unik’ dari Diablo Immortal yang ‘super mahal.’

Inti masalahnya, Diablo Immortal memungkinkan pemain membeli Legendary Gems / Permata Legendaris. Legendary Gems adalah salah satu dari 3 material pengembangan karakter, di samping perlengkapan biasa dan level XP.

Kesimpulannya dari video tersebut, pemain F2P nggak akan bisa mendapatkan Legendary Gems. Kenapa? Karena permata ini cuma tersedia lewat beberapa opsi monetisasi game. Selain itu level karakter di game juga dibatasi (kalau mau naik level, butuh grinding).

Matt dan Michael dari Bellular News berpendapat kalau Legendary Gems adalah sistem yang sengaja dibuat berbelit-belit. Walau dibanderol mahal, tapi tidak ada jaminan kalau bakal langsung mendapatkan Legendary Gems dalam sekali pembelian via Legendary Crests.

Legendary Gems akan diberikan secara acak lewat pembelian Legendary Crests. Ini jugalah yang menambah poin kontroversi dari Diablo Immortal.

Yah, walaupun kontroversial tapi banyak gamer nggak bisa memungkiri kalau gameplay loop yang disajikan saat bermain Diablo Immortal memang yahud. Tapi ya itu tadi, yang bikin mayoritas gamer jengkel setengah mati adalah sistem mikrotransaksi di dalamnya yang dianggap tidak sehat.