Baru! Ini yang Wajib Kamu Tahu Soal Kontrol Konten Sensitif Instagram

Facebook resmi hadirkan fitur anyar “Kontrol Konten Sensitif” buat Instagram. Ini info penting yang perlu kamu tahu dari fitur tersebut.

Setiap orang memiliki preferensi berbeda dalam menilai sebuah konten Instagram. Ada konten yang dianggap si A biasa, tapi menurut si B konten tersebut sangat sensitif dan nggak pantas mereka lihat.

Sadar dengan masalah itu, Facebook baru-baru ini menawarkan fitur anyar bernama “Kontrol Konten Sensitif.” Fitur ini memungkinkanmu membatasi seberapa banyak konten sensitif yang berpotensi muncul di tab Jelajah (Explore) Instagram.

Karena masih seumur jagung, kami yakin masih ada banyak pengguna Instagram yang belum mengetahui seluk-beluk fitur ini. Oleh karena ini, kami telah merangkum beberapa info penting tentang fitur “Kontrol Konten Sensitif.”

Fitur “Kontrol Konten Sensitif” Instagram

Zaman sekarang nggak bisa dipungkiri kalau Instagram mulai tercemar dengan konten-konten berbau sensitif (yang paling banyak biasanya konten berbau seksual dan penganiayaan).

Jadi untuk meminimalisir penyebaran konten sensitif yang mengganggu sebagian pengguna Instagram, Facebook bikin fitur untuk mengontrol konten sensitif.

Sumber : Facebook Blog

Sesuai namanya, fitur baru ini akan memberimu kendali penuh atas konten sensitif. Kamu bisa menyesuaikan Kontrol Konten Sensitif untuk melihat lebih banyak/lebih sedikit berbagai jenis konten sensitif.

Fitur Kontrol Konten Sensitif bisa kamu temukan dengan cara membuka Profil. Selanjutnya klik menu pengaturan di sudut kanan atas, ketuk “Akun > Kontrol Konten Sensitif.”

Nah, di sana kamu akan melihat tiga opsi pengaturan yakni “Allow” atau “Izinkan,” “Limit” atau “Batasi” (pengaturan default), dan “Limit Even More” atau “Batasi Lebih Banyak.”

Sebagai pengguna Instagram, kamu bisa pilih/ubah opsi kapan pun. Tapi khusus buat pengguna Instagram dengan usia di bawah 18 tahun, opsi “Allow” atau “Izinkan” tidak akan muncul.

Gimana, cara memakai fitur ini sangat gampang kan? Jadi dengan pakai fitur ini, kamu bisa lebih nyaman memakai Instagram. Buatmu yang nggak suka konten-konten berbau sensitif, nggak perlu lagi bergidik ngeri. Karena saat kamu mengaktifkan fitur tersebut, konten-konten sensitif tak akan muncul lagi di halaman Jelajah Instagram-mu.

Di sisi lain, Facebook baru-baru ini juga telah merilis Pedoman Komunitas terbaru, yang isinya daftar konten-konten yang dikategorikan sensitif. Kurang lebih seperti ini daftar kontennya:

  • Foto/Video tentang ketelanjangan (contoh yang menunjukkan hubungan seksual, alat kelamin, puting perempuan atau bagian pantat yang diekspos secara penuh).
  • Foto/video yang menampilkan anak-anak telanjang/setengah telanjang (biasanya sering dilakukan orang tua walau mungkin tujuannya baik).
  • Konten seksual yang melibatkan anak di bawah umur.
  • Konten yang menawarkan jasa/layanan seksual, jual beli senjata api, minuman beralkohol, produk tembakau (individu/kelompok), jual beli obat-obatan terlarang atau pun dengan resep dokter.
  • Konten yang memperjual-belikan hewan hidup (khususnya hewan yang dilindungi secara hukum).
  • Konten yang mempromosikan/mendorong/memfasilitasi penawaran, permohonan atau jual beli ulasan/review palsu.
  • Konten yang mendukung aksi terorisme.
  • Konten spam (yang tujuannya untuk merekayasa jumlah like, pengikut, dll).
  • Konten yang berisi ujaran kebencian, acaman serius, dan bully.
  • Konten yang menampilkan aktivitas menyakiti diri sendiri.
  • Konten berbau sadis seperti penganiayaan hingga pembunuhan.

Khusus buat poin pertama, konten tentang puting atau payudara perempuan masih diperbolehkan. Asalkan konteksnya untuk mengedukasi orang-orang tentang cara menyusui yang benar, dll. Selain itu, foto lukisan dan patung orang telanjang juga masih diperbolehkan Instagram.

%d blogger menyukai ini: