5 Kontroversi Gaming Terbesar Sepanjang Tahun 2017

5 Kontroversi Gaming Terbesar Sepanjang Tahun 2017

Hampir setiap tahunnya, dunia tidak terlepas dari berbagai macam kontroversi, dan hal tersebut juga ada dalam dunia gaming. Seperti Loot Box dari EA yang menuai kontroversi karena microtransaction karena dianggap sebagai game pay-to-win,

Baiklah, tanpa basa-basi yang terlalu panjang, mari kita flashback kontroversi dan kasus-kasus dalam dunia gaming sepanjang tahun 2017 ini. Mari kita bedah!

Loot Box Star Wars: Battlefront II

5 Kontroversi Gaming Terbesar Sepanjang Tahun 2017

Electronic Arts atau yang biasa dikenal sebagai EA mengatakan tidak akan memiliki season pass ataupun DLC apapun untuk Star Wars: Battlefront II , hal tersebut seperti sebuah keajaiban dan membuat para penggemarnya kegirangan.

Tapi hal tersebut sirna disaat versi Open Beta rilis. Game Star Wards: Battlefront II ternyata memiliki microtransaction via Loot Box sebagai penggangi season pass dan DLC-nya.

[irp posts=”47442″ name=”Wallpaper Star Wars Keren Untuk PC dan Handphone”]

Loot Box yang ada di game Star Wars Battlefront II berbeda dengan game lain yang sifatnya kosmetik dan optional, EA membuat Loot Box-nya menjadi jalan pintas untuk mendapatkan semua konten di game yang harga totalnya sekitar $2000 lebih! Gila!

Para penggemar pun geram dan melakukan protes besar-besaran ke EA. Kemudian EA mematikan sementara microtransaction tersebut, tapi hal itu tidaklah cukup bagi gamers karena para gamers ingin segala bentuk microtransaction hilang dari game. Setuju!

Tema Tuhan di Game Fight of Gods

5 Kontroversi Gaming Terbesar Sepanjang Tahun 2017

Mau sengaja mencari cara marketing yang mudah di bisnis video game? Membuat sebuah kontroversi mungkin bisa jadi jawabannya. Seperti yang ada pada game Fight of Gods, game early-access yang bertema pertarungan antar Tuhan.

Dari judulnya saja sudah terlihat jelas kenapa game ini menjadi kontroversi, terlebih di beberapa negara seperti Thailand, Singapura, dan tentunya, Indonesia.

Dan Malaysia sempat blokir semua akses ke Steam selama satu malam karena game tersebut. Sepertinya Valve terlambar untuk memberikan respon akan permintaan blokir game itu di Malaysia. Keesokan harinya, Fight of Gods telah diblokir di beberapa negara karena konten yang terlalu sensitif.

PUBG vs Fortnite Battle Royale

5 Kontroversi Gaming Terbesar Sepanjang Tahun 2017

Kita semua setuju kalau PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) telah menjadi game terpopuler yang ada di Steam dengan lebih dari 3 juta pemain karena mode yang dimilikinya sangat unik. Unik?

Kemudian muncul Fortnite Battle Royale dari Epic Games dengan mode yang sama, lalu Fortnite dianggap game copycat dari PUBG karena gameplay yang persis tetapi dengan visual kartu serta mekanik craftin/building.

Game Fortnite Battlegrounds menarik perhatian Bluehole selaku pemilik dari PUBG, khususnya sang kreater game yaitu Brendan ‘PlayerUnknown’ Greene. Sederhananya, Bluehole menganggap kalau Fortnite Battlegrounds meniru genre battle royale yang diusung PUBG terlebih dahulu dan akan mengambil aksi lebih lanjut akan hal tersebut.

 

Ironisnya, genre battle royale telah ada sejak H1Z1 dan mod Arma 2, dan keduanya dibuat oleh PlayerUnknown, jadi genre tersebut tidak bisa lagi dibilang “unik. Plot twist-nya adalah, PUBG dibuat menggunakan Unreal Engine 4, sebuah engine yang diciptakan oleh Epic Games. Benar-benar “epic”.

Blacklist Masal Streamer karena Spoiler Persona 5

5 Kontroversi Gaming Terbesar Sepanjang Tahun 2017

Jika kamu seorang pembuat game yang berfokus pada story mungkin merasa sakit hati jika game tersebut dibocorkan scene-scene pentingnya dan tersebar luas di Internet.

Mungkin itu yang dirasalah oleh Atlus Games untuk game Persona 5. Karena mereka tidak ingin spoiler Persona 5 tersebar, maka Atlus mematikan fitur share di PlayStation sampai melakukan copyright strike ke semua Streamer ataupun Youtuber yang menggunakan footage dari Persona 5, khususnya pada bagian-bagian akhir game.

Pembatasan live stream oleh Atlus itu membuat pihaknya dikritik masal oleh gamers seluruh dunia dan pada akhirnya Atlus Games mematikan kedua sistem tersebut lalu meminta maaf secara terbuka kepada gamers khususnya yang menjadi korban copyright strike.

Insiden Tidak Sengaja PewDiePie

 

Nama PewDiePie mungkin sudah tidak asing lagi untuk kamu yang sering mengakses Youtube. Channel yang sekarang memiliki lebih dari 58 juta subscribers ini sering membuat kontroversi karena leluconnya yang terkadang menyinggung beberapa golongan.

Lelucon offensive tersebut akhirnya membuat dirinya terlepas dari kontrak Maker Studio milik Disney dan pembatalan season ke-dua dari “Scare Pewdiepie” oleh Youtube. Namun PewDiePie kembali membuat sebuah kontroversi pada tahun ini dengan keceplosan mengucap “N”-word saat livestreaming PlayerUnknown’s Battlegrounds.

PewDiePie membuat pernyataan kalau dia keceplosan dan tidak ada maksud sengaja. Tapi developer dari Firewatch langsung memberikan copyright strike ke semua video let’s play Firewatch yang telah diunggal pada channel PewDiePie.

[irp posts=”47986″ name=”Valve Kembangkan Mode Survival Untuk CS:GO”]

Menurut Sean Vanamman, co-founder dari Santa Monica, memandang kalau PewDiePie sebagai orang yang rasis setelah insiden tersebut dan merasa terhina melihat seorang PewDiePie mendapat uang dari memainkan game yang dia buat susah payah.

Lalu Sean mengajak developer-developer lain untuk melakukan hal serupa dan membuat channel Youtube PewDiePie terancam dihapus kalau usaha Sean tersebut berhasil. Akhirnya, copyright strike dari Sean telah diterima oleh Youtube dan semua video Firewatch yang ada di channel PewDiePie telah dihapus.

Itulah dia 5 kontroversi gaming sepanjang 2017. Semoga ditahun 2018 nanti, kontroversi-kontroversi seperti yang kita ulas diatas tidak ada lagi di dunia gaming. Aamiin.