Lompatan Teknologi di Laptop Gaming NVIDIA GeForce RTX 30 Series

NVIDIA GeForce RTX 30 Series merupakan generasi terbaru GPU yang penuh dengan fitur dan teknologi canggih, yang tidak hanya hadir di PC, tapi juga di laptop. Hal ini membuat sebuah lompatan besar di dunia laptop, terutama yang untuk gaming.

Sekarang secara visual game sudah jauh lebih realistis, lebih responsif, dan lebih akurat dari sebelumnya. Dengan begitu, memberi pula pengalaman baru yang makin imersif pada para gamer.

Salah satu yang memungkinkan pengalaman seru itu terjadi adalah GPU. Tentu, karena GPU merupakan komponen yang mengolah sisi visual di komputer. Mulai dari menunjukkan aksi yang kamu lakukan lewat mouse dan keyboard atau kontroler, sampai memberi kualitas gambar yang realistis.

Dari sekian banyak elemen yang membantu permainan jadi lebih seru, ada dua fitur yang boleh dibilang memiliki efek langsung pada pengalaman bermain masa kini di laptop gaming NVIDIA GeForce RTX 30 Series.

NVIDIA Reflex

Kalau kamu bermain game kompetitif, kamu pasti tahu pentingnya respon cepat dan akurat. Sayangnya, latensi sering menjadi momok mengerikan dalam hal ini.

Latensi merupakan waktu yang ada antara ketika kamu melakukan aksi dan hasil yang muncul menunjukkan aksi tersebut. Proses ini bisa kita bayangkan melalui permainan FPS, ketika kamu menembak musuh.

Secara sangat sederhana, proses yang berjalan adalah:

  1. Kamu menekan tombol (misalnya di mouse),
  2. Perangkat bersangkutan mengirim sinyal ke komputer melalui colokan USB,
  3. CPU memproses tindakan itu dan mensimulasikannya pada game,
  4. CPU memproses perubahan yang terjadi dan mengirim data untuk proses visual,
  5. Data masuk ke GPU untuk proses pengolahan tampilan,
  6. GPU memproses tampilan baru (berdasar perubahan yang terjadi) dan mengirimnya ke layar,
  7. Layar menampilkan hasil dari aksi menekan tombol tersebut.

Ya, proses rumit ini berjalan demikian cepat sampai kamu tidak bisa membayangkannya. Namun, seringkali tidak cukup cepat. Karena CPU sering bekerja mengolah data lebih cepat dari GPU memproses tampilan. Sehingga tidak jarang ada “antrian” data.

Fitur NVIDIA Reflex menyelaraskan proses ini sehingga data yang masuk ke GPU bisa berjalan lebih cepat dan mengurangi beban CPU karena tiap pengolahan frame gambar berjalan bersamaan.

Efek yang dibawa NVIDIA Reflex akan berjalan lebih baik lagi ketika kamu juga memakai layar yang mendukung frame rate tinggi. Kemampuan layar mereproduksi gambar secara cepat akan mengurangi “antrian” data yang akan tampil.

Teknologi G-SYNC juga membantu layar menyesuaikan refresh rate layar agar sesuai dengan kiriman data dari GPU, kemudian melalui aplikasi GeForce Experience, kamu juga bisa memantau sejauh apa Render Latency secara langsung.

Jadi laptop gaming dengan NVIDIA GeForce RTX 30 Series bisa mengantar aksi secara lebih responsif dan akurat. Kamu pun bisa meningkatkan jumlah headshot di permainan FPS kompetitif.

nvidia reflex chart

Resolusi Layar Lebih Tinggi

Walau secara umum ada banyak layar yang mendukung resolusi tinggi, namun kebanyakan memakai resolusi 1080p dengan refresh rate 144Hz, 165Hz, atau 240Hz sebagai kombinasi ideal. Tapi kini, NVIDIA GeForce RTX 30 Series memungkinkan peningkatan standar resolusi itu menjadi 1440p.

Mungkin kamu bertanya kenapa hal ini penting, atau mungkin kenapa baru sekarang standar baru itu bisa diterapkan.

Begini. Pada kualitas 1080p, resolusi layar akan memiliki bentang berukuran 1920×1080 pixel. Artinya, sebuah tampilan pada resolusi itu mengandung sekitar 2 juta pixel. Sementara layar 1440p yang memiliki bentang ukuran 2560×1440 pixel, terdapat hampir 3,7 juta pixel. Peningkatannya hampir 2 kali lipat!

Ini tentu saja berhubungan dengan sistem pengolahan gambar yang interaktif (seperti di jelaskan di atas). Sebuah laptop biasa bisa menampilkan foto atau memutar film berkualitas 4K dengan relatif mudah karena yah… tinggal menampilkannya saja.

Tapi dalam hal gaming tidak semudah itu. Ada proses reproduksi gambar terjadi sesuai aksi yang kamu lakukan. Bahkan sesederhana kamu melakukan zoom atau menggeser “pandangan.”

Perubahan yang kamu lakukan nantinya akan berpengaruh pada tampilan di layar. Termasuk pencahayaan, bayangan, pantulan, dll. Sebuah tampilan realistis yang kini sudah dimungkinkan dengan ray tracing.

GPU NVIDIA GeForce RTX 30 Series kini mendapat peningkatan kemampuan Tensor Core, juga dengan teknologi DLSS. Melalui teknologi ini, GPU bisa menjalankan game pada resolusi yang lebih rendah dari aslinya, kemudian memanfaatkan teknologi AI untuk mereproduksi gambar sepenuhnya. Hal ini menyebabkan beban pemrosesan berjalan lebih ringan (ingat berapa juta pixel yang perlu diolah).

Hebatnya lagi, laptop gaming kini bisa hadir lebih tipis, karena ada teknologi Max-Q. Pengolahan AI dari teknologi ini memungkinkan proses bejalan optimal, sehingga laptop tidak membutuhkan perangkat keras sebesar dulu.

Selain itu, ada pula teknologi baru di NVIDIA GeForce RTX 30 Series yang disebut dengan Resizable Bar. Secara sederhana, teknologi ini memungkinkan CPU mengakses keseluruhan VRAM di GPU. Dengan begitu, siklus pemrosesan data jadi lebih sedikit, karena kerjasama CPU dan GPU lebih efisien (tidak ada antrian data).

Garis bawah pada hal ini adalah optimalisasi proses. Begitu proses berjalan efisien, beban berkurang, dan laptop gaming NVIDIA GeForce RTX 30 Series mampu memberikan resolusi yang lebih tinggi (1440p) dibanding generasi sebelumnya (1080p).

%d blogger menyukai ini: