Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner

Lockdown Mode Apple Siap Lindungi Pengguna dari Serangan Cyber Ekstrem

Indri Penulis

Apple tengah meninjau trobosan keamanan baru bernama “Lockdown Mode,” sebagai pelindung tambahan buat pengguna yang berisiko kena cybercrime.

Kejahatan cyber / cybercrime memang sudah menjadi masalah akut yang seolah tak pernah ada selesainya. Walaupun saat ini beberapa masalah cybercrime sudah berhasil diatasi, tapi ke depan pasti bakal muncul lagi trik yang lebih canggih dan cerdas.

popculture.id

Semua perusahaan teknologi paham akan masalah itu, tak terkecuali Apple. Selama bertahun-tahun, Apple selalu mengembangkan teknologi baru supaya penggunanya dapat terhindar dari serangan cyber.

Seperti yang dilakukan Juli 2022 ini, Apple baru-baru ini mengumumkan jika mereka tengah mempratinjau kemampuan keamanan baru yang menawarkan perlindungan tambahan khusus buat pengguna yang berisiko terkena serangan cyber serius(contoh target perusahaan pengembang spyware, dll), yakni lewat fitur baru bernama “Lockdown Mode.”

Apa itu Lockdown Mode? Lockdown Mode adalah perlindungan opsional yang ekstrem dari Apple untuk pengguna yang berpeluang menjadi target serangan cyber. Lockdown Mode hadir di musim gugur tahun 2022 di iOS 16, iPadOS 16 dan macOS Ventura.

Siap diluncurkan, Lockdown Mode Apple mencakup apa aja?

  • Messages: Mayoritas jenis lampiran pesan selain gambar akan diblokir. Sedangkan beberapa fitur seperti pratinjau tautan juga akan dinonaktifkan.
  • Web browsing: Ini adalah teknologi web kompleks tertentu, seperti kompilasi JavaScript just-in-time (JIT) akan dinonaktifkan, kecuali pengguna mengecualikan situs terpercaya dari Lockdown Mode.
  • Apple services: Undangan login dan permintaan layanan, termasuk panggilan FaceTime, nantinya akan diblokir kalau pengguna sebelumnya belum pernah melakukan panggilan / mengirim permintaan kepada orang tersebut.
  • Koneksi kabel dengan komputer atau aksesori akan diblokir saat iPhone dalam kondisi terkunci.
  • Profil konfigurasi tidak akan dipasang, lalu perangkat juga tidak akan bisa mendaftar ke manajemen perangkat seluler (MDM) saat Lockdown Mode diaktifkan.

Ya, dengan kemampuan seperti yang ada di atas, Lockdown Mode menawarkan tingkat keamanan opsional yang benar-benar ekstrem, khusus untuk pengguna yang berpotensi menjadi target serangan cyber paling canggih. Misalnya seperti ancaman dari NSO Group atau perusahaan swasta lainnya yang mengembangkan spyware dan disponsori negara tertentu.

Dengan mengaktifkan fitur ini, keamanan dalam perangkat pengguna nantinya akan jadi ‘berlapis-lapis.’ Sebab fitur ini bakal membatasi secara ketat fungsi tertentu, meminimalisir berbagai potensi serangan cyber oleh spyware.

Lebih lanjut, Apple berkomitmen akan menambahkan berbagai perlindungan baru di Lockdown Mode seiring berjalannya waktu. Yakni dengan cara memberikan undangan agar pengguna dan komunitas riset keamanan bisa menuangkan pendapat mereka soal fitur ini.

Nggak cuma itu, demi perngembangan fitur Lockdown Mode yang semakin baik, Apple juga menetapkan kategori baru dalam program Apple Security Bounty, untuk memberikan hadiah buat peneliti yang menemukan kerentanan dalam fitur Lockdown Mode senilah $2 juta (ini jadi pembayaran hadiah tertinggi di industri teknologi lho).

    %d blogger menyukai ini: