macOS Big Sur dan Apple Silicon: Semua Tumbuh Jadi Satu

macos big sur

Apple mengumumkan peristiwa bersejarah di WWDC 2020, yaitu macOS 11.0 Big Sur dan peralihan komputer Mac menggunakan chipset Apple Silicon A12Z Bionic. Dengan ini, Apple akhirnya memiliki satu ekosistem yang selaras. Meminjam lirik lagu “Semua Jadi Satu” karya Dian Pramana Poetra dan Deddy Dhukun: “Semua tumbuh jadi satu.”

Harapan Satu Ekosistem Selaras

Sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan oleh Malyda (kemudian dibawakan ulang oleh 3 Diva) ini mungkin sedikit menggambarkan kondisi ekosistem Apple mendatang.

Khayalan yang nyata serta angan-angan
Berjuta mimpi dan harapan
Semua tumbuh jadi satu.”

Memiliki ekosistem selaras antar perangkat mungkin menjadi impian. Satu ekosistem yang sama akan memudahkan semuanya. Baik perusahaan itu sendiri, pengembang aplikasi, dan juga penggunanya.

perangkat Apple

Dari sisi perusahaan, mengembangkan produk bisa jadi lebih efisien baik dari sisi perangkat keras maupun lunak. Mulai dari riset sampai produksi, semua bisa optimal dan dikontrol secara efisien sesuai keinginan.

Dari sisi pengembang, membuat aplikasi bisa lebih mudah karena semua serupa. Mereka bisa membuat aplikasi untuk berbagai perangkat dari berbagai kategori. Tingkat fragmentasi jauh lebih rendah.

Dari sisi pengguna, berpindah antar perangkat maupun mengirim file antar perangkat juga tidak akan sulit. Pengguna akan tetap merasa familiar walaupun memakai jenis perangkat berbeda (misalnya dari komputer pindah ke ponsel).

Apple Silicon A12Z Bionic

Apple mengumumkan chipset hasil buatan mereka sendiri, Apple Silicon. Semua perangkat komputer Mac nantinya akan memakai chipset ini, mulai dengan chipset A12Z Bionic. Apple memperkirakan transisi ini berjalan selama 2 tahun.

Chipset A12Z Bionic ini dikembangkan dengan arsitektur ARM. Artinya, perangkat Macbook, Mac Mini, iMac, dan Mac Pro nantinya akan memiliki chipset serupa dengan yang ada di iPhone, iPad, dan bahkan Apple Watch.

fitur chipset A12Z Bionic

Salah satu karakteristik yang unggul dari chipset berbasis ARM ini adalah pemakaian daya yang rendah. Selain itu, chipset ini juga mendukung Neural Engine yang berguna untuk teknologi AI. Entah apakah akan diimplementasikan oleh Apple atau tidak, chipset ARM β€” seperti terlihat di smartphone β€” juga mendukung konektivitas jaringan.

Saat ini mungkin chipset ARM belum sekuat prosesor komputer pada umumnya. Tapi Apple menunjukkan demo game Shadow of the Tomb Raider dimainkan di iMac. Walau kelihatannya “hanya” berjalan di resolusi 1080p (kelihatannya pada 30fps), tapi ini merupakan langkah awal. Perkembangannya bisa lebih canggih lagi.

macOS Big Sur

Sistem operasi terbaru komputer Mac, macOS Big Sur, menjadi langkah awal Apple melakukan peralihan ini. Apple menyediakan berbagai aplikasi yang membuat pengembang bisa mengikuti peralihan ini dengan lebih mulus.

Xcode 12 yang dipakai untuk mengembangkan aplikasi, mendukung peralatan untuk mengalihkan aplikasi ke sistem baru dalam hitungan hari. Aplikasi Universal 2 akan membuat pengembang bisa membuat aplikasi untuk sistem yang baru sekaligus masih berfungsi di komputer Mac berbasis Intel. Lalu, dengan aplikasi Rosetta 2, pengguna tetap bisa memakai aplikasi lama yang ditujukan untuk Mac berbasis Intel di perangkat Mac dengan Apple Silicon. Bahkan aplikasi iOS dan iPadOS juga bisa berjalan di macOS Big Sur tanpa harus mengalami modifikasi.

aplikasi Xcode di macOS Big Sur
aplikasi Xcode di macOS Big Sur

Bersama pengumuman macOS Big Sur dan Apple Silicon, Apple juga menunjukkan sesuatu yang menarik. Aplikasi Microsoft Office sudah hadir dalam versi baru yang mendukung chipset A12Z. Begitu pula berbagai aplikasi Adobe Creative Suite, seperti Adobe Lightroom dan Photoshop.

Kehadiran dua perusahaan perangkat lunak besar itu bisa menjamin banyak pengembang lain segera mengadaptasi platform baru Apple ini. Kalau semua berjalan sesuai rencana, dalam waktu 2 tahun, semua perangkat Apple beserta aplikasi yang ada akan hadir dalam satu ekosistem.

Hm, mungkin lagu “Semua Jadi Satu” dari Malyda, Dian P.P., dan Deddy Dhukun itu juga bisa menggambarkan hubungan Apple dan Intel. Hehehe…

Cinta adalah kenangan….

%d blogger menyukai ini: