Toyota Tidak Memakai Android Auto Karena Masalah Privasi

toyota apple carplay
Anom Penulis

Pada bulan Januari, Toyota mengumumkan kalau akan menggunakan Apple Carplay di mobil Toyota Avalon 2019. Toyota tidak memilih Android Auto dengan pertimbangan masalah privasi.

Android Auto dan Apple Carplay merupakan sistem yang hadir di dashboard mobil. Sistem ini akan terintegrasi dengan smartphone dan menampilkan berbagai konten — telepon, aplikasi pesan, peta, dll — dalam bentuk tampilan yang mudah dipakai saat mengemudi.

Sudah cukup lama Toyota menolak menggunakan kedua sistem tersebut. Seperti sudah disebut di atas, baru pada bulan Januari lalu mereka menyebut kalau akan menggunakan Apple Airplay untuk pertama kalinya di mobil Toyota Avalon 2019.

Situs Motor1 mengutip pernyataan Mark DeJongh, Manajer Eksekutif Program Avalon, sehubungan dengan tidak dipakainya Android Auto. “We’re a conservative company and we wanted to make sure everything was okay,” ungkap DeJongh di acara Toyota first-drive. “We wanted to protect our customers privacy. We strongly believe in our stance and in what we’re doing.

[irp posts=”46753″ name=”Cara Menggunakan Google Maps dan Fungsi GPS”]

Situs Motor1 juga menyebutkan kalau Toyota termasuk yang paling lambat mengimplementasikan sistem semacam ini. Pada tahun 2015 mereka memutuskan menggunakan sistem mereka sendiri. Saat itu, tidak hanya Toyota, tapi beberapa perusahaan otomotif lain pun kuatir memberikan kontrol penuh sistem pada pihak ketiga.

Di tahun 2015 pula Motor Trend mengutip pernyataan dari Porsche yang menyebut Google mengumpulkan data yang tidak secara langsung berhubungan dengan pengalaman mengemudi. “Porsche said certain pieces of data must be collected and transmitted back to Mountain View, California. Stuff like vehicle speed, throttle position, coolant and oil temp, engine revs.

Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa Apple, secara kontras, hanya membutuhkan data kapan kendaraan bergerak ketika Apple Carplay digunakan. “Apple, by way of stark contrast, only wants to know if the car is moving while Apple Play is in use.

Google menolak tuduhan tersebut. Dalam pernyataannya pada Gizmodo, Google menyebutkan bahwa mereka tidak mengumpulkan data seperti itu, dan pengguna memilih untuk membagi informasi untuk meningkatkan pengalaman mengemudi mereka. “We take privacy very seriously and do not collect the data the Motor Trend article claims such as throttle position, oil temp, and coolant temp. Users opt in to share information with Android Auto that improves their experience, so the system can be hands-free when in drive and provide more accurate navigation through the car’s GPS.”

[irp posts=”50774″ name=”Menggunakan Mode Motor Google Maps”]

Kelihatannya berita itu memperkuat keputusan Toyota untuk tidak mengadaptasi sistem integrasi dengan layanan tertentu. Paling tidak sampai saat ini, tiga tahun kemudian.

Tentunya hal ini bisa dipahami. Selain masalah privasi konsumen (kita sebagai pengguna), produsen otomotif seperti Toyota tentunya tidak ingin cara kerja mesin mobilnya dipantau oleh pihak lain. Bagaimanapun itu adalah resep rahasia mereka.

Sebagai konsumen, kita berada di posisi paling ujung yang hanya punya sedikit pilihan. Bagaimanapun, kita memegang smartphone dengan berbagai layanan di sana. Kasus Facebook dan Cambridge Analytica membuktikan hal tersebut.

Jadi, kalau kamu ingin punya mobil Toyota dengan sistem cerdas di dalamnya, jangan berharap kalau sistem itu adalah Android Auto. Paling tidak dalan jangka waktu relatif dekat. Entah kalau masing-masing pihak — Toyota dan Google — merubah sikapnya.

    %d blogger menyukai ini: