Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner

5 Media Sosial Yang Sempat Populer Tapi Berakhir Gagal

Anom Penulis

Media sosial merupakan hal besar. Tidak sedikit layanan atau aplikasi yang hadir. Namun di sisi lain, tidak sedikit juga media sosial yang gagal.

Saat ini, platform social networking service paling populer ada di tangan Facebook. Tentu saja termasuk Instagram. Selain itu masih ada Twitter yang masih bertahan.

popculture.id

Sebelum dan bersamaan dengan kehadiran Facebook, ada beberapa media sosial yang sempat mengecap kesuksesan. Paling tidak menanjak kepopulerannya. Seperti kita ketahui, dominasi Facebook susah ditembus.

Apa saja media sosial yang gagal itu?

[irp posts=”61568″ name=”20 Produk Google Yang Tutup Secara Resmi”]

1. Friendster

logo friendster

Friendster merupakan salah satu pionir media sosial. Layanan ini hadir pada tahun 2002. Friendster sempat sangat populer di Indonesia, dan sempat menjadi standar pertemanan online.

Gempuran jejaring sosial yang lebih baru membuatnya kehilangan identitas. Friendster sempat berganti layanan yang fokus pada game dan hiburan. Namun hal itu tidak menolongnya. Friendster pun tutup pada tahun 2015.

2. MySpace

logo myspace

MySpace sempat menjadi media sosial terbesar dari tahun 2005 sampai 2009. Salah satunya karena MySpace memiliki fitur yang banyak. Pengguna bisa berbagi foto, musik, video, artikel blog, juga bergabung dengan grup. MySpace juga membantu kepopuleran Zynga sebagai pengembang game.

Namun, Facebook kemudian mengambil alih kepopuleran tersebut. Pengguna MySPace pun semakin berkurang. MySpace sempat beralih kepemilikan, sebelum berubah fokus pada musik, film, TV, dan selebritas. Aplikasi media sosial MySpace untuk iOS ditarik pada tahun 2014, dan untuk Android pada tahun 2015. Walau situs MySpace saat ini masih ada, ia jelas merupakan salah satu media sosial yang gagal.

[irp posts=”58429″ name=”3 Game Gagal Walaupun Sudah Dikembangkan Sejak Lama”]

3. Google+

logo google+

Walau pun Google merupakan salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, ia tidak pernah berhasil membuat jejaring sosial dan menembus dominasi Facebook. Google+ hadir pada tahun 2011. Memanfaatkan integrasi dengan berbagai layanannya, Google+ sempat menarik minat warga internet.

Namun Google hanya berhasil menarik minat para geek teknologi. Pengguna umum tetap merasa manfaatnya dan perbedaan signifikan dari Facebook. Setelah sekian lama berjuang, Google mengumumkan akan menutupnya.

4. Vine

logo vine

Vine merupakan media sosial berbasis video pendek (6 detik). Twitter membeli Vine pada tahun 2012. Aplikasi ini sempat populer dan menyaingi Instagram.

Pada tahun 2016, Twitter mengumumkan menghentikan fitur upload video, dan mengubahnya menjadi arsip video di tahun berikutnya. Pendiri Vine sempat menyatakan akan membuat versi baru V2 yang tidak berhubungan dengan Twitter. Namun niat ini tidak terwujud.

5. Orkut

logo orkut

Orkut adalah jejaring sosial yang dibuat oleh Google pada tahun 2004. Pada masa jayanya, Orkut mampu bersaing dengan Facebook dan MySpace di negara tertentu, seperti India dan Brazil. Namun akhirnya, Orkut ditutup dan menjadi salah satu media sosial yang gagal dari Google.

    %d blogger menyukai ini: