Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner

Pelanggan Google Cloud akan Bisa Melacak Jejak Karbon Lewat Gmail

Indri Penulis

Wah, sebentar lagi pelanggan Google Cloud akan bisa melacak jejak emisi karbon mereka lewat aplikasi Workspace seperti Gmail dan Document.

Tapi apa itu jejak karbon? Jejak karbon adalah jumlah total gas rumah kaca (termasuk karbon dioksida dan metana) yang dihasilkan oleh aktivitas manusia. Nah yang mengejutkan, ternyata total jejak karbon rata-rata di seluruh dunia mencapai 4 ton.

popculture.id

Untuk menghindari kenaikan suhu global sebesar 2 derajat Celsius, jejak karbon global rata-rata per tahun harus bisa turun di bawah 2 ton pada tahun 2050.

Agar bisa mewujudkan hal tersebut, Google mengerahkan berbagai cara untuk bisa meminimalisir jejak karbon yang dihasilkan oleh layanan mereka.

Baru-baru ini, divisi komputasi Google Cloud mengumumkan bahwa mereka tengah bersiap untuk mengungkap jejak karbon aplikasi Workspace-nya termasuk Gmail dan Document, yakni dengan cara membangun rangkaian alat yang bisa membantu pelanggan melacak sendiri jejak karbon yang dihasilkan dari pemakaian teknologi Google Cloud.

Sebenarnya tahun lalu Google Cloud sudah sempat mengumumkan rencana ini. Jadi bisa dibilang, langkah ini akan memperluas rencana Google tahun lalu untuk membantu pelanggan mereka mengukur serta mengurangi emisi karbon kotor saat pakai Google Cloud.

Lalu kapan Google akan mengungkapkan jejak karbon dari layanan Google Cloud mereka? Berdasarkan keterangan dari Justin Keeble, direktur pelaksanaan keberlanjutan global di Google Cloud (dikutip dari Bloomberg), Google berencana untuk mengungkap data karbon yang dihasilkan layanan mereka pada awal 2023.

Sementara itu, perusahaan yang berbasis di California, AS, itu memang sebelumnya pernah menggembar-gemborkan akan menghilangkan emisi karbon sepenuhnya pada tahun 2030.

Tahun lalu Google juga telah mengungkapkan kalau Google Search dan aplikasi Google Maps telah berhasil membantu mengurangi emisi karbon, yakni dengan menyarankan rute penerbangan / kemudi tertentu yang lebih sedikit menggunakan bahan bakar dan menimbulkan polusi.

Tapi semuanya berbeda dengan Google Cloud. Kenapa? Karena Google Cloud adalah ‘area operasi utama’ untuk Google dan ia dikenal sebagai domain yang sangat menyedot banyak energi.

Karena Google menjalankan pusat data di seluruh dunia, jadi selama bertahun-tahun, perusahaan ini telah mencoba untuk memberikan offset energi terbarukan dalam rangka mengimbangi pemakaian energi oleh banyak server yang dimilikinya.

Google mengklaim bahwa cloud-nya yang notabene penyedia komputasi dan penyimpanan berbasis internet untuk perusahaan lain, adalah yang paling ramah lingkungan di dunia.

    %d blogger menyukai ini: