Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner

Menelisik Perkembangan dan Dampak dari Artificial Intelligence

Indri Penulis

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, mungkin 10 tahun yang lalu masih menjadi bahan candaan dalam masyarakat. Namun untuk saat ini, hal tersebut tidak bisa diremehkan lagi.

Istilah AI saat ini tengah menjadi tren dan diperbincangkan banyak orang. Istilah tersebut menjadi kata kunci yang keren, dalam berbagai sektor bisnis maupun industri.

popculture.id

Sementara bagi anak muda, AI kerap dikaitkan dengan berbagai film fiksi. Dimana film yang dimaksud akan memunculkan robot yang berbentuk layaknya manusia.

Apa yang Dimaksud Kecerdasan Buatan?

Sumber Gambar : CS4CA

Kecerdasan buatan adalah kecerdasan yang ditambahkan oleh menusia ke dalam suatu sistem teknologi. Hal tersebut diatur dan dikembangkan dalam konteks ilmiah, bentukan dari kecerdasan entitas ilmiah yang ada.

Pada dasarnya, AI dapat terus dikembangkan. Namun yang terpenting adalah, bagaimana manusia dapat menciptakan teknologi yang mampu berpikir, layaknya manusia itu sendiri.

Sebenarnya AI tidak selalu berbentuk robot layaknya di film. AI juga bisa berbentuk berbagai hal. Beberapa contoh AI adalah sebagai berikut:

Neural AI

Jenis AI yang satu ini banyak digunakan oleh ilmuwan komputer pada akhir tahun 80-an. Dengan Neural AI, maka pengetahuan tidak dipresentasikan melalui simbol. Namun lebih ke neuron buatan dan koneksi.

Pengetahuan yang terkumpul, selanjutnya akan dipecah menjadi bagian-bagian kecil (neuron). Kemudian dihubungkan dan menjadi kelompok baru.

Neural Networks

Jenis AI ini diatur ke dalam lapisan yang terhubung satu sama lain melalui simulasi. Lapisan yang paling atas adalah lapisan input. Lapisan tersebut digunakan sebagai sensor.

Sensor yang kami maksud disini adalah, penerima informasi yang akan memproses dan meneruskan data ke sistem.

[irp posts=”41738″ name=”Font Map: Melihat Jenis Font dengan Artificial Intelligence”]

Symbol-manipulating AI

AI yang ketiga ini bekerja dengan simbol abstrak. Symbol-manipulating AI menjadi yang paling banyak digunakan untuk percobaan.

Pada dasarnya, AI bekerja berdasarkan machine learning. Maching learning adalah suatu sistem membangun pengetahun berdasarkan pengalaman.

Dunia Telah Diambil Alih Oleh Kecerdasan Buatan?

Pada bulan Juli tahun 2017, berita teknologi cukup menghebohkan dunia. Berita tersebut berisi Facebook yang menghentikan penelitian, setelah ada salah satu staf yang menemukan dua buah program AI mereka saling berkomunikasi.

Program AI tersebut berkomunikasi satu sama lain, dengan bahasa ciptaan mereka sendiri yang tidak dimengerti manusia. Hanya kedua program itulah yang saling mengerti pesan satu sama lain.

Yang lebih mengerikan adalah, kecerdasaan AI berpeluang melampaui manusia itu sendiri. Ada pula implikasi negatif, bahwa AI dapat menguasi manusia di masa depan.

Dimasa depan, ada kemungkinan manusia sebagai pengembang AI lepas kendali. Kemudian AI dapat menyebabkan banyak kekacauan. Hal tersebut sebenarnya cukup masuk akal.

Mengapa begitu? Berdasarkan uraian yang telah kami sampai sebelumnya, AI tersusun dari atom-atom yang bisa berkembang terus-menerus.

Hal tersebut terus berlangsung hingga menghasilkan pengetahuan yang benar-benar komprehensif. Hingga pada akhirnya AI sanggup menjalankan aksi yang mereka anggap perlu dilakukan.

Walaupun begitu, ilmuwan tentu bisa mengawasan AI dengan pengawasan super ketat. Yang menjadi masalah adalah, bagaimana ilmuwan membatasi diri mereka sendiri.

Perkembangan AI kedepan juga akan berdampak pada tenaga manusia. Sebab saat ini banyak berita bisnis dan industri yang memanfaatkan teknologi canggih AI.

Tentu dari kalangan pekerja ikut bereaksi terhadap hal tersebut. Ada yang optimis AI tidak akan mengambil alih pekerjaan mereka, ada pula yang pesimis AI dapat menggantikan mereka suatu saat nanti.

Mengapa mereka harus takut dengan AI? Hal ini wajar, mengingat dulu pabrik roti hanya memakai tenaga manusia dalam mengemas roti. Namun kini produksi jumlah besar sudah menggunakan tenaga mesin.

Tujuan teknologi semacam itu memang lebih akurat dan efisien. Namun dengan perkembangan AI, maka robot-robot pintar mungkin dapat menggantikan manusia dalam berbagai bidang pekerjaan.

    %d blogger menyukai ini: