Diskon VPN terbaik: Klik di sini

Mengapa Saya Memilih Huawei P30

Bukan Huawei P30 Pro

Huawei P30 Pro vs Huawei P30

Beberapa minggu lalu, Huawei Indonesia resmi merilis seri terbarunya, yaitu Huawei P30 series. Ada tiga varian yang diperkenalkan, yaitu Huawei P30 Pro, Huawei P30 dan Huawei P30 lite. Tentu saja, dari ketiga varian tersebut versi Pro lah yang memiliki spesifikasi tinggi. Namun saya lebih memilih Huawei P30 biasa (tanpa embel-embel Pro) sebagai daily driver. Kenapa? inilah alasannya:

Dimensi

Saya selalu memimpikan memiliki ponsel daily driver yang memiliki desain yang pas di tangan dengan kemampuan hardware yang tinggi. Akhir-akhir ini, sulit menemukan smartphone yang memiliki desain yang kecil namun masuk jajaran flagship. 

Di Indonesia, saat ini hanya ada dua smartphone yang memenuhi kriteria, Samsung S10 dan Huawei P30. Setelah melakukan pertimbangan matang, akhirnya saya putuskan untuk memilih Huawei P30 dibandingkan Samsung Galaxy S10.

Secara teknis, Huawei P30 Pro memiliki dimensi 158 x 73.4 x 8.4 mm sedangkan Huawei P30 hanya memiliki dimensi 149.1 x 71.4 x 7.6 mm. Perbedaan dimensi tersebut juga berpengaruh pada berat ponsel. Dimana membuat Huawei P30 lebih ringan dibandingkan versi Pro nya.

Ukuran yang pas dengan telapak tangan dan nyaman dikantongin, adalah alasan pertama kenapa saya lebih memilih Huawei P30 dibandingkan Huawei P30 Pro.

Huawei P30 Pro vs Huawei P30

Layar

Baik Huawei P30 Pro atau Huawei P30 memiliki kualitas layar OLED dan 1080 x 2340 pixels dengan rasio 19.5:9. Untuk segi kerapatan, Huawei P30 sepertinya lebih baik dengan 422 ppi dibandingkan versi Pro yang memiliki 398 ppi saja.

Ukuran layar Huawei P30 Pro sebesar 6.47 inches dengan 88.6% screen-to-body ratio. Sedangkan Huawei P30 memiliki ukuran layar 6.1 inches dengan 85.8% screen-to-body ratio. Faktor besarnya layar mungkin saja menjadi penyebab utama mengapa ppi pada Huawei P30 lebih baik dibandingkan saudaranya.

Bagi sebagian orang, layar lengkung merupakan nilai tambah dalam membeli ponsel, namun bagi saya, hal tersebut tidak terlalu penting. Saya bahkan lebih suka ponsel dengan layar biasa saja. Seperti Huawei P30.

Layar lengkung pada ponsel bisa mengakibatkan pengalaman penggunaan yang kurang nyaman, seperti membuka aplikasi tiba-tiba ketika layar tidak sengaja tersentuh oleh tangan atau masalah hardware yang terjadi pada sebagian Mate 20 Pro atau Huawei P30 Pro itu sendiri.

sumber: GSMArena

Jack Audio

Kebetulan saya memiliki headphone yang cukup asik, yaitu Beyer Dynamic Custom One Pro yang masih menggunakan kabel jack audio. Dengan dihilangkannya jack audio pada Huawei P30 Pro, maka pilihan logis agar saya masih bisa menggunakan headphone tersebut adalah Huawei P30.

Apalagi pada paket penjualan Huawei P30 Pro tidak disertakan konverter jack audio ke USB type-C.

Dan tentu saja, meskipun kita memiliki konverternya, akan lebih praktis jika langsung colok ke lubang jack audio tanpa konverter.

Harga

Last but not least, perbedaan harga yang cukup tinggi dengan perbedaan fitur yang tidak terlalu signifikan membuat saya lebih memilih Huawei P30 daripada Huawei P30 Pro. Dengan selisih hingga 4 juta rupiah, saya bisa gunakan selisih uang tersebut untuk membeli beberapa aksesoris tambahan seperti casing ataupun Huawei Watch GT.

Itulah empat alasan mengapa saya lebih memilih Huawei P30 dibandingkan dengan Huawei P30. Namun bukan berarti Huawei P30 tidak memiliki kekurangan dibandingkan Huawei P30. Namun kekurangan-kekurangan tersebut masih bisa saya kompromikan.

Apa yang bisa saya kompromikan?

Baterai

Beda dimensi, bdea pula kapasitas baterai. Huawei P30 Pro memiliki kapasitas baterai yang lebih besar, yaitu 4200 mAh. Sedangkan Huawei P30 “hanya” membawa kapasitas baterai 3650 mAh.

Meskipun memiliki perbedaan kapasitas yang cukup besar, daya tahan Huawei P30 ini cukup baik. Untuk pemakaian sehari-hari, saya bisa bertahan lebih dari 24 jam jauh dari colokan.

Wireless Charging

Huawei P30 tidak membawa fitur wireless charging. Padahal, fitur ini sudah menjadi andalan saya selain NFC. Solusinya, saya membeli casing original Huawei yang bisa menjadikan Huawei P30 memiliki fitur wireless charging. Harganya? Rp 999.000 saja.

Ya meskipun kemampuan wireless charging dari casing tersebut belum memiliki fitur fast charging, tapi itu sudah cukup membantu.

Fast Charging

Keduanya sama-sama memiliki fitur fast charging, namun daya yang didukung berbeda. Huawei P30 Pro mendukung hingga 40W, sedangkan Huawei P30 hanya 22,5W saja.

Bagi saya, hal tersebut tidak menjadi masalah, toh daya tahan baterai dari Huawei P30 sudah sangat cukup untuk pemakaian sehari-hari.

Reverse Charging

Layaknya Mate 20 Pro, Huawei P30 Pro bisa digunakan sebagai wireless charger ponsel lain. Namun saat ini, fitur tersebut sangat jarang digunakan. Meskipun keren, tapi fitur reverse charging ini masih sebatas untuk pamer ke pengguna iPhone X saja.

Kamera

Kedua ponsel memiliki kemampuan kamera yang hampir sama. Bahkan keduanya juga sudah memiliki sertifikasi dari Leica. Yang membedakan adalah adanya fitur TOF 3D Camera, nilai f yang lebih kecil dan besarnya megapixel untuk lensa periscope.

Huawei P30 Pro memiliki fitur TOF 3D Camera untuk augmemted reality, f/1.6 sehingga bisa menghasilkan hasil foto bokeh yang lebih ciamik (Huawei P30 hanya memiliki f/2.2) dan lensa periscope 20 megapixel, atau 4 megapixel lebih besar dibandingkan versi Huawei P30.

Nah jika kalian bukan seorang bokehlicious dan orang yang suka augmanted reality, maka hal-hal seperti di atas tidak akan menjadi masalah berarti.

IP68

Bagi kalian yang suka basah-basahan, tentu Huawei P30 Pro adalah pilihan tepat. Dengan sertifikast IP68, Huawei P30 Pro bisa kalian ajak basah-basahan hingga 30 menit. Berbeda dengan Huawei P30 yang hanya memiliki sertifikasi IP53, yaitu hanya tahan pada percikan air dan debu saja.

Nah jika kalian adalah tipikal yang kena hujan dikit aja masuk angin, seperti saya, maka sertifikasi IP68 sepertinya bisa dilupakan sejenak.

Warna

Sangat disayangkan, meskipun Huawei P30 hadir dengan 5 pilihan warna, yaitu Aurora, Amber Sunrise, Breathing Crystal, Black dan Pearl White. Huawei Indonesia hanya memberikan satu pilihan warna saja, yaitu Breathing Crystal. Padahal saya sangat menantikan warna Amber Sunrise yang ternyata dirilis di Singapura.

Warna Breathing Crystal tidak jelek, masih elegan dan bikin orang-orang melirik. Namun jika ada pilihan warna Amber Sunrise, tentunya saya akan lebih memilih warna itu.

Itulah tadi beberapa alasan mengapa saya lebih memilih Huawei P30 daripada Huawei P30 Pro. Bagaimana dengan kalian? semoga dengan ulasan di atas, kalian bisa lebih mudah memutuskan untuk memilih antara Huawei P30 Pro atau Huawei P30, atau justru ponsel lain?

More Stories
5 Rekomendasi Game Edukasi Terbaik Anak-anak Versi Google Play