Mengetahui Perbedaan HDD dan SSD

perbedaan hdd dan ssd

Secara umum media penyimpanan untuk komputer memiliki dua jenis, yaitu HDD dan SSD. Kemudian muncul pertanyaan, apa sih perbedaan HDD dan SSD?

Pertanyaan itu bisa muncul ketika seseorang hendak membeli atau membangun komputer. Bisa juga ketika akan membeli media penyimpanan tambahan (HDD eksternal atau SSD eksternal?). Pengetahuan praktis soal keduanya bisa membantumu mengambil keputusan.

Apa itu HDD?

HDD adalah singkatan dari Hard Disk Drive atau penyimpanan cakram keras. Perhatikan kata ‘Disk‘ di sana. Ya, karena di dalam sebuah HDD terdapat cakram atau piringan magnetis tempat menyimpan data. Dengan kata lain ada teknologi mekanik.

Ketika hard disk bekerja (mengakses data), piringan tersebut akan berputar. Itu sebabnya ketika kamu membeli HDD, kamu kadang melihat informasi kecepatan putar (misalnya 7200 rpm).

hard disk drive internal
HDD internal

Apa itu SSD?

SSD adalah singkatan dari Solid-State Drive. Penyimpanan ini menggunakan sirkuit yang disusun sebagai memori untuk menyimpan data secara tetap (istilahnya memori mantap / nonvolatile memory).Berbeda dengan HDD, SSD tidak memiliki komponen bergerak, murni elektrik.

Walau terkenal menggantikan hard disk, sebenarnya SSD juga menjadi dasar teknologi untuk flash disk, SD card,  atau multi media card (MMC).

solid state drive
SDD external

[irp posts=”41586″ name=”Review Hardisk Seagate 2TB FireCuda: Buat Gamers dan YouTubers”]

Perbedaan HDD dan SSD Secara Praktis

Dari deskripsi di atas, kamu sudah bisa melihat perbedaan HDD dan SSD yang mendasar. HDD memiliki piringan yang bergerak (ada unsur mekanik), sedangkan SSD menggunakan sirkuit tetap (elektrik). Perbedaan dasar ini membawa konsekuensi yang lebih drastis.

Kapasitas

Untuk kebutuhan konsumen umum, saat ini HDD masih memiliki pilihan kapasitas yang lebih besar daripada SSD. Kamu bisa menemukan pilihan kapasitas HDD mulai dari 500GB, 1TB, sampai 10TB. Sedangkan SSD masih cukup terbatas. Harganya pun masih mahal.

Kecepatan

Karena menggunakan piringan dan tuas untuk mengakses data, HDD membutuhkan waktu untuk mencapai waktu optimal operasi. HDD butuh sekitar ± 30-40 detik dalam proses menyalakan komputer (booting). Rata-rata kecepatan transfer data bisa sekitar 200 MB/s.

Di sisi lain, SSD bisa memiliki waktu akses lebih cepat karena tidak memiliki komponen bergerak. SSD bisa melakukan proses booting dalam waktu 10-13 detik (30% lebih cepat). Kecepatan transfer data bisa dari 200 MB/s sampai 2500 MB/s.

Ketahanan

Sekali lagi, HDD punya komponen bergerak. Hal ini menyebabkan data yang ada di dalamnya juga bisa “bergeser”. Hal ini biasa kita kenal dengan istilah fragmentation. Guncangan pada HDD bisa semakin melemahkan komponen tersebut.

SSD, yang tidak punya komponen bergerak, lebih rapi menyimpan data. Selain itu komponen yang lebih rapat membuatnya lebih aman terhadap guncangan. Secara umum ketahanan SSD memang lebih baik. Tapi kalau sudah lebih dari masa pakai (± 10 tahun) SSD bisa melemah kalau jarang dipakai (menurut AnandTech).

Bentuk dan Ukuran

Karena dibuat berdasar piringan dan komponen lain, HDD punya batas ukuran untuk sekecil apa mereka dibuat. Sementara SSD tidak punya keterbatasan itu. Terbuat dari komponen chip, SSD bisa semakin ringkas seiring berkembangnya teknologi (atau ukuran tertentu akan memiliki kapasitas lebih besar).

Suara

Pernah mendengar suara bising ketika komputer sibuk bekerja? Itu bisa berasal dari piringan HDD yang berputar cepat. Seberapa pun canggihnya teknologi HDD, ia akan tetap bersuara. Karena memang ada komponen berputar. Sementara SSD tidak berisik, karena bersifat non-mekanis.

Daya

Masih berhubungan dengan piringan, HDD akan butuh daya ekstra untuk menggerakkan piringan saat bekerja. Sementara SSD bisa menggunakan daya lebih efisien saat bekerja. Kalau kita bicara jangka panjang, kamu bisa membayangkan efeknya ke baterai.

Harga

Di sini, HDD-lah yang menang. Sampai saat ini harga HDD masih jauh lebih terjangkau daripada SSD. Sebagai perbandingan, harga HDD eksternal 1TB adalah sekitar Rp 700.000. Sedangkan harga SSD eksternal 500GB adalah sekitar Rp 2.500.000.

[irp posts=”42618″ name=”AirDroid: Transfer File dan Kelola Handphone Android dari PC”]

Itulah beberapa pengetahuan yang secara praktis bisa kita kenali. Saat ini memang HDD lebih populer karena harga yang lebih terjangkau. Tapi secara perlahan SSD sudah mulai menjadi standar yang baru.

Untuk itulah, layak kamu pertimbangkan perbedaan HDD dan SSD ketika kamu mau membeli media penyimpanan. Yah, harga memang pertimbangan pertama (kamu mungkin memilih HDD). Tapi kalau dana mencukupi, memilih SSD akan lebih baik.

%d blogger menyukai ini: