Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner

Menguak Kekayaan Mark Zuckerberg yang Terpangkas Hingga Rp 226 Triliun

Indri Penulis

Beberapa waktu yang lalu, Facebook sempat mengumumkan laporan keuangan mereka. Laporan tersebut untuk kuartal kedua 2018 pekan ini.

Rupanya pasca proyeksi mereka meleset, nilai saham perusahaan media sosial tersebut anjlok hingga mencapai 20 persen. Hal tersebut tercatat dalam perdagangan saham di hari Kamis kemarin.

popculture.id

Anjloknya nilai saham Facebook, lantas membuat nilai kekayaan CEO sekaligus pendiri Facebook, Mark Zuckerberg terpangkas. Dilaporkan kekayaan Mark Zuckerberg terpangkas hingga 15,7 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 226 triliyun.

Terpangkasnya kekayaan Zuckerberg sontak membuat posisinya di daftar orang terkaya di dunia menjadi tergeser. Semula Zuckerberg berada di urutan keempat. Namun kini turun menjadi peringkat keenam orang terkaya di dunia.

Dilansir dari Forbes, kekayaan Zuckerberg kini berada di bawah investor Warren Buffet dan pengusaha fashion Amancio Ortega. Sementara itu, selisih harta Zuckerberg dengan pendiri Amazon, Jezz Bezos kini mencapai 81 miliar dollar AS.

Sebagaimana yang telah kami rangkum dari Reuters, sabtu (28/7/2018), nilai saham Facebook akhirnya ditutup melemah 19 persen. Yaitu di angka 176,26 dollar AS per lembar.

Sumber Gambar : CNET

Sementara itu, saat ini nilai kapitalisasi pasar Facebook kian merosot. Bahkan kemerosotan mencapai 120 miliar dollar AS, atau sekitar (Rp 1.733 triliun). Setidaknya itu hampir empat kali lipat market capitalization Twitter secara keseluruhan.

Sebenarnya Facebook tidak hanya mengalami kemerosotan saja. Selain mengalami kemerosotan, disisi lain mereka masih meraup pendapatan 13,2 milliar dollar AS di kuartal yang bersangkutan. Setidaknya itu sudah naik 42 persen dibanding tahun lalu.

Namun alih-alih membuat investor mereka senang, namun para investor justru merasa belum puas akan pencapaian tersebut.

Ditambah lagi, saat ini Facebook sendiri tengah memproyeksikan pertumbuhan pendapatan. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh perubahan kebijakan privasi pengguna. Hal tersebut juga menyusul skandal bocornya data Cambridge Analytica beberap waktu lalu.

Selain itu, ada beberapa hal yang membuat saham Facebook kian menurun. Salah satunya sejak Mark Zuckerberg mengumumkan akan melakukan perubahan besar pada News Feed di Facebook.

Sehari sebelum mengumumkan hal tersebut, Zuckerberg sempat menuliskan status cukup panjang dalam akun Facebook miliknya. Dia mengatakan jika News Feed Facebook kini akan lebih memfasilitasi interaksi antarpengguna daripada unggahan bisnis, berita, dll.

[irp posts=”55275″ name=”Lagi, Facebook Kehilangan 1 Juta Pengguna Karena Dampak Internet”]

Kami berspekulasi, bahwa kekhawatiran tercermin dari unggahan Zuckerberg. Itulah yang memicu turunnya nilai saham saat ini,” tulis seorang Analis Senior di Pivotal, Brian Wieser.

Sementara itu, perusahaan yang berdiri sejak tahun 2004 itu sebelumnya pernah mendapat banyak kritik dari banyak pihak. Hal tersebut lantaran algoritma News Feed yang dimiliki olehnya.

News Feed Facebook rupanya dianggap bisa melancarkan berita misleading atau hoax di beranda pengguna. Bahkan, Facebook disebut-sebut pernah mempengaruhi hasil pilpres Amerika tahun 2016. Serta menimbulkan beragam masalah perbedaan pandangan politik di berbagai negara.

Demi menanggapi hal ini, Zuckerberg kemudian mengatakan dalam unggahannya, bila perubahan News Feed kali ini memungkinkan pengguna dapat mempunyai waktu berkualitas selama menggunakan Facebook.

Sumber Gambar : Washington Post

Tujuan dari perubahan tersebut juga untuk membatasi kemunculan berita atau konten lain di News Feed pengguna.

Saya mengubah tujuan yang saya berikan kepada tim produk kami. Hal tersebut dapat membantu kalian supaya dapat menemukan konten lebih relevan. Sehingga bisa mempunyai lebih banyak interaksi sosial,” tulis Zuckerberg di akun Facebook miliknya.

Belum lagi karena adanya peraturan baru bagi perusahaan pengelola data di Uni Eropa, atau GDPR. Facebook mau tidak mau harus mentaati peraturan tersebut.

Namun berdasarkan laporan untuk kuartal kedua tahun 2018, pengguna Facebook justru berkurang hingga satu juta orang. Hal tersebut berlaku semenjak Facebook menerapkan GDPR.

Mungkin hal tersebut juga mempengaruhi mengapa saham Facebook kian menurun sampai saat ini. Bagaimanapun keadaannya, kita tunggu saja kabar terbaru seputar perkembangan Facebook. Semoga informasi tersebut bermanfaat.

    %d blogger menyukai ini: