Wow! 3000 Orang Swedia Menanam Microchip dalam Kulit Sebagai Pengganti ID

Mungkin semua orang akan merasa cemas dan panik ketika dompet yang sudah disimpannya dengan baik tiba-tiba terjatuh atau hilang.

Apalagi jika isi dompet tersebut berupa beberapa lembar uang dan kartu identitas yang sangat penting, seperti KTP dan SIM.

Namun masalah tersebut tak akan dialami orang Swedia lagi, baru-baru ini sudah banyak orang Swedia yang memanfaatkan teknologi canggihnya.

Hal ini dibuktikan orang Swedia dengan cara menanamkan microchip dalam kulit mereka sebagai pengganti kartu identitas.

Penasaran seperti apa penjelasannya dan manfaat apa saja yang di dapat dari menanam microchip? Mari simak artikel dibawah ini,

Menanam microchip untuk mempermudah hidup

Sumber Gambar: Tek.id

Menurut beberapa sumber, sejak tahun 2015 yang lalu sudah ada kurang lebih 3000 orang Swedia yang menanamkan microchip ke dalam kulit mereka masing-masing.

Ukuran microchip ini hanya sebesar sebutir beras, dan pemasangan microchip kedalam kulit ini  bisa bertahan 5-10 tahun.

Microchip ini didukung dengan teknologi biohacking yang baru-baru ini sedang populer karena teknologi biohacking ini dapat terhubung dengan perangkat lain.

Teknologi biohacking menjadi populer karena Apple Watches dan Fitits

Sumber Gambar: youtube.com

Bagi kalian yang belum terlalu paham apa itu biohacking, akan sedikit saya jelaskan ya.

Biohacking adalah sebuah modifikasi tubuh menggunakan sebuah teknolgi, dan contoh tenologi yang digunakan adalah microchip yang dipakai orang Swedia ini.

Sebenarnya biohacking sendiri telah mengalami peningkatan selama beberapa tahun belakangan ini, sudah banyak orang yang mulai memakai perangkat di dalam tubuh mereka, seperti halnya lagi Apple Watches dan Fitits.

Cara kerja microchip yang lebih mudah

Sumber Gambar: nbcnews.com

Dengan memasang microchip dalam kulit, kamu gaperlu lagi ribet-ribet keluarin dompet untuk mengambil kartu identitas.

Kamu cukup melambaikan tangan saja dan secara otomatis microchip yang tertanam di kulit dapat  membuka kantor dengan sendirinya atau dapat mengakses gym yang menggunakan kartu identitas untuk membukanya.

Ternyata bukan itu saja, dengan microchip ini kamu bisa dengan mudah mengakses kereta api  tanpa perlu susah payah mengantrinya terlebih dahulu. Benar-benar sangat memudahkan kan?

Microchip belum bisa digunakan untuk pembayaran

Sumber Gambar: pixabay.com

Meskipun memiliki teknologi yang begitu canggih, namun nyatanya microchip ini tetap saja mempunyai kekurangan.

Microchip ini belum bisa digunakan sebagai alat pembayaran, seperti membeli barang-barang layaknya kartu kredit.

Mungkin dengan seiring berjalannya waktu dan semakin banyak orang yang menggunakannya, fitur pembayaran ini barangkali akan diprtimbangkan kembali.

Cara memasukan microchip seperti menindik kulit

Sumber Gambar: yournewswire.com

Mungkin dibayangan kamu, prosedur pemasangan microchip ini akan melalui tahap yang mengerikan. Namun nyatanya tidak.

Pemasangan microchip ini ternyata sangat sederhana, cukup dengan cara seperti menindik bagian kulit saja. Rasannya pun hanya seperti di gigit semut.

Namun menurut hasil penelitian, pemasangan microchip seperti implan ini ternaya dapat menyababkan infeksi atau reaksi yang berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh seseorang.

Penggunanya tidak akan diretas

Sumber Gambar: vox.com

Kelebihan lain dari microchip ini adalah para penggunanya tidak perlu lagi untuk diretas. Memiliki teknologi yang begitu canggih, membuat microchip ini tak bisa lagi diretas oleh sembarangan orang.

Menurut penelitian, mengapa data tidak bisa diretas? Karena data yang dikumpulkan di dalam microcip ini dibagikan kepada pengguna secara terbatas, sehingga penguna tak perlu takut jika datanya diretas atau dimata-matai.

Benar-benar perkembangan teknologi yang sangat canggih bukan? dengan munculnya teknologi seperti microchip ini tak menutup kemungkinan jika dengan berjalannya waktu akan semakin mengalami perkembangan.

Kemungkinan besar akan ada banyak negara yang bakal mengikuti jejak orang Swedia untuk memasang implan microchip.

So, apakah kamu tertarik untuk mencoba?

 

    %d blogger menyukai ini: