4 Mitos Komputer yang Sering Didengar, Tapi Nggak Perlu Kamu Percayai

Indri Penulis

Ada banyak mitos komputer yang sering didengar. Kalau begitu, yuk kita luruskan mitos komputer paling umum yang masih ada sampai sekarang.

Bicara soal mitos, mungkin yang muncul di benakmu mungkin adalah hal-hal berbau mistis. Eh tapi bukan itu yang mau saya bahas kali ini.

Kali ini saya mau bahas berbagai mitos seputar komputer yang dari dulu sampai sekarang masih ada, dan masih dipercayai banyak orang. Padahal kalau ditelusuri lebih lanjut, mitos-mitos tersebut ‘ngawur’ dan ‘menyesatkan.’

Makanya biar nggak terpapar sama mitos menyesatkan, kali ini saya mau memberikan sedikit pencerahan buat kalian. Ini dia beberapa mitos komputer yang sering didengar, tapi nggak perlu kamu percayai lagi.

Harus Sering Men-Defrag Drive-mu

Satu-satunya hal yang perlu kamu tahu soal men-defrag komputer modern adalah: Kamu nggak perlu melakukannya ‘sama sekali.’ Proses defragmentation berlaku untuk HDD di jaman dulu.

Komputer Windows masa kini sudah dibekali utilitas defragmentasi bawaan yang secara otomatis berjalan di latar belakang, sesuai jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. Sedangkan di macOS, Mac memiliki sistem file ‘macOS HFS+’ yang otomatis bakal men-defrag file dalam proses yang dikenal sebagai HFC / Hot File Adaptive Clustering.

Selain itu, saat ini sudah ada banyak komputer modern yang hadir dengan SSD adalah flash memory yang nggak perlu kamu defrag. Kalau kamu memaksa men-defrag-nya, hal tersebut justru bisa merusak SSD-mu.

Aplikasi ‘Cleaner’ Berbayar Bisa Tingkat Performa

Pernah lihat iklan yang bunyinya kaya gini nggak, “Download X-Junk Removing Program Crapware dan Dapatkan Kecepatan 300x lebih cepat” (misalnya)?

Kalau pernah lihat iklan seperti di situs-situs online, jangan langsung percaya deh. Iya sih dalam iklannya mereka biasanya berjanji untuk membersihkan registy error, mengunduh pembaruan driver, menghapus program yang nggak bisa kamu hapus secara manual, atau membersihkan PC-mu dari masalah-masalah lain.

Faktanya? Mayoritas dari mereka adalah aplikasi abal-abal. Program-program semacam itu biasanya dipakai buat mengirimkan malware seperti spyware atau adware. Bukannya memberikan kontribusi yang bermanfaat, mereka malah bakal menambah masalah buat komputermu.

Virus dan Spyware Bikin Komputer Lemot

Setiap kali komputer terasa lemot, mayoritas pengguna komputer percaya kalau perangkat mereka sudah terinveksi virus / malware. Nah sekarang saya mau kasih sedikit gambaran buatmu tentang perbedaan antara malware, virus, spyware, dll.

Peluang komputer untuk terinfeksi malware dan ‘antek-anteknya’ memang selalu ada. Tapi malware modern saat ini sangat berorientasi pada keuntungan (misal untuk pencurian data-data penting di komputer), jadi si pembuat malware bakal menyembunyikan malware dengan baik di dalam komputer, tanpa mengurangi kinerja komputer sekalipun.

Sebaliknya saat komputermu mulai lemot, bisa jadi karena komputermu menjalankan terlalu banyak program secara bersamaan, plugin dan add-on yang nggak perlu memonopoli CPU, kurangnya RAM atau ruang disk kosong, atau masalah pada perangkat keras. Atau bisa saja komputermu memang sudah tua dan butuh pensiun.

Komputer Nggak Butuh Antivirus

2 alasan paling umum tidak membutuhkan antivirus biasanya:

Aku kan udah pakai Mac, dan Mac nggak bakal terinfeksi virus” atau “Aku nggak ngelakuin aktivitas online yang aneh-aneh kok (seperti torrent, nonton video porno, buka situs berisi spam, dll). Jadi komputerku aman-aman aja dong.

Dua kepercayaan di atas sama sekali nggak benar ya guys. Bagaimanapun, komputermu memang selalu membutuhkan program antivirus.

Mari kita bahas pengguna Mac lebih dulu. Mac dulunya relatif kebal terhadap virus, tapi itu bukan karena mereka 100% kebal terhadap virus. Faktanya, dulu para pembuat virus memang sengaja merancang senjata untuk menyerang PC berbasis Windows. Alasannya karena PC Windows dulu sangat mendominasi pasar. Setelah kini macOS mulai ikut menguasai pasar, tak sedikit pembuat virus yang banting stir bikin ‘senjata’ buat menyerang macOS.

Di sisi lain nggak nonton film porno, torrent, atau mengunjung situs-situs mencurigakan nggak menjamin komputermu 100% bebas ancaman. Sebenarnya program antivirus juga nggak bisa 100% menangkal itu semua, tapi setidaknya program antivirus bisa meminimalisir infeksi yang mungkin menyerang komputermu.

    %d blogger menyukai ini: