Elsonic EK-MD088 – Monitor Vertikal dengan Fungsi “Absurd”

Sebuah perusahaan asal Jepang, ELSONIC, bikin monitor berbentuk vertikal lucu. Monitor vertikal itu diberi nama “Elsonic EK-MD088.”

Sudah bukan hal yang aneh lagi kalau sekarang desain monitor lebih beragam. Kalau puluhan tahun lalu kita lebih akrab dengan monitor tabung, sekarang kita sudah lebih akrab dengan monitor layar datar.

Bahkan sekarang juga sudah ada beberapa monitor layar lengkung lho (katakanlah seperti Samsung Odyssey G9). Monitor model ini diklaim dapat memberikan tampilan yang terlihat jauh lebih realistis. Apalagi kalau ukurannya panjang banget, pasti bidang pandangnya akan sangat luas.

Namun di tengah maraknya desain monitor yang semakin memanjang ke samping (horizontal), ada salah satu perusahaan yang berani bikin desain monitor anti-maintream. Perusahaan itu adalah ELSONIC, dengan monitor vertikalnya yang bernama “Elsonic EK-MD088.”

Desain Berbeda

Kamu pernah melihat cermin panjang portable yang biasanya ada di toko-toko baju/sepatu? Kalau iya, mungkin monitor vertikal Elsonic EK-MD088 ini akan mengingatkanmu dengannya. Hanya saja dia berukuran mini.

Monitor portable ini hadir dengan desain vertikal, lengkap dengan dudukan yang ada di bodi belakangnya. Membuatnya mudah dibawa dan dipindah ke mana saja.

Pindah ke bagian depan, monitor hadir dengan layar berukuran 8,8 inci dan resolusi 420 x 1920p. Ia lebih panjang dari ponsel masa kini, namun ukurannya sempit banget.

Sebagai monitor portable, Elsonic EK-MD088 tidak dibekali baterai internal. Bahkan pengisian dayanya pun menggunakan USB-C.

Untuk input data, monitor ini menggunakan port Mini-HDMI. Inilah yang jadi kelemahannya. Sekarang orang-orang sudah pakai kabel HDMI. Pengguna Mini-HDMI jarang banget. Jadi kalau misalnya kabel Mini-HDMI lupa nggak dibawa, mungkin pengguna akan kelabakan mencari kabel pinjaman.

Bisa Buat Apa?

Terlepas dari desainnya yang unik (dimulai dari ukuran, bentuk sampai dudukannya), pasti kamu bertanya-tanya. Kira-kira bisa buat apa sih monitor ini?

Sebenarnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan pada monitor ini. Dilansir dari The Verge, monitor ini bisa digunakan untuk membuka aplikasi obrolan seperti Telegram dan iMessage. Jadi pengguna bisa bekerja sambil memantau obrolan tanpa perlu membuka HP.

Oya, selain bisa dipakai untuk menampilkan obrolan, monitor ini juga dapat digunakan sebagai dasbor untuk memantau perangkat IoT lho.

Atau kalau mau penggunaan yang lebih aneh, monitor ini bisa digunakan untuk melihat thread Twitter yang super panjang. Hahaha, jadi kamu nggak perlu sedikit-sedikit scroll layar Twitter seperti saat menggunakan smartphone deh.

Ya, dari sekian manfaat yang disebutkan oleh The Verge, sebenarnya nggak ada yang benar-benar penting sih menurut saya. Hehehe.

Akankah Berhasil?

Melihat desain monitor vertikal ini, saya pribadi sebenarnya pesimis. Apakah dia bakal berhasil di pasaran atau tidak.

Iya sih, dia monitor potable alias bisa dibawa ke mana saja. Tapi coba lihat desainnya yang mirip cermin rias mini itu. Apa nggak merepotkan kalau dipakai untuk penggunaan sehari-hari?

Memang benar, dalam halaman promosinya, Elsonic membeberkan kalau monitor ini dapat diatur dalam mode horizontal. Mirip seperti monitor biasa sih, tapi kan tinggi layarnya jadi nggak seberapa. Bayangkan, gimana jadinya aplikasi yang dibuka dalam mode horizontal. Pasti bakal gepeng, ya kan?

Lalu saat digunakan dalam mode vertikal, layar monitor sebenarnya juga masih terbilang sempit. Coba kamu lihat gambar ini.

Di salah satu gambar tersebut, monitor ini dipakai untuk menampilkan obrolan di LINE (desktop). Tapi gara-gara monitor kurang lebar, jadi obrolan terlihat nggak terlalu jelas.

Tapi saat digunakan untuk membuka postingan Twitter, tampilan yang dihasilkan monitor ini tampak pas. Nggak ada bagian sempit seperti saat digunakan membuka obrolan di LINE.

Apakah laku atau tidak, sepertinya akan jadi permasalahan tersendiri deh. Sebab selama ini orang-orang sudah terbiasa dengan monitor horizontal, dan memakai smartphone yang notabene layar dan ukurannya terasa lebih pas.

Lagian, siapa juga yang mau menghabiskan $130 hanya untuk monitor sesempit ini? Selain itu, monitor ini sepertinya juga nggak bakal dijual ke luar Jepang. Bahkan di Jepang pun, monitor ini baru akan tersedia Februari 2022.

Tapi kalau misalnya monitor ini ada di Indonesia, kamu tertarik membelinya nggak?

%d blogger menyukai ini: