Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner

Penelitian: Remaja yang Kecanduan TikTok Mayoritas “Gampang Lupa”

What?

Indri Penulis

Ada fakta terbaru soal pengguna TikTok. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa remaja yang kecanduan TikTok cenderung mudah lupa.

Persaingan antar platform media sosial kini semakin memanas. Kalau beberapa tahun media sosial didominasi oleh Instagram, Facebook dan Twitter, maka sekarang persaingan tersebut makin diramaikan dengan adanya TikTok.

popculture.id

Walau awalnya sering dicap sebagai ‘aplikasinya orang alay,’ tapi kini keadaan telah berubah 180 derajat. Kini TikTok seolah berubah menjadi media sosial pujaan hati semua orang. Penggunanya tak hanya remaja, bahkan orang dewasa dan berbagai tokoh publik pun kini ikut meramaikan jagat per-TikTok-an.

Hm.. Nggak heran juga sih. Selain memang sedang tren, banyak orang percaya dengan bermain TikTok, mereka bisa lebih bahagia (baik pas nonton video lucu, atau mereka bikin sendiri video lucunya).

Eh tapi bicara soal pengguna TikTok, ada fakta baru nih soal pengguna TikTok. Fakta ini berasal dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Southwest University, China. Penelitian tersebut dipublikasikan di International Journal of Environmental Research and Public Health (via PsyPost).

Sumber: Scient Times

Menariknya, penelitan tersebut turut melibatkan 3036 pelajar SMA di China, yang menjalani asesmen kecanduan terhadap media sosial TikTok.

Setelah melakukan asesmen kecanduan TikTok, peneliti menemukan bahwa pengguna remaja yang kecanduan TikTok ‘cenderung’ mengalami pengurangan kapasitas memori. Pasalnya terdapat korelasi antara kecanduan TikTok (disebut sebagai TikTok Use Disorder atau TTUD) dengan lemahnya ingatan para remaja.

Tes tersebut dilakukan dengan cara memberi siswa angka berderet beberapa digit. Tugas siswa hanyalah mengingat dan menyebutkan kembali angka tersebut secara urut serta dengan urutan terbalik.

Hasil dari tes tersebut rupanya cukup mengejutkan. Pasalnya mayoritas siswa (yang sebelumnya telah didiagnosis TTUD) justru memperoleh skor yang sangat rendah dalam uji ingatan.

Setelah itu peneliti juga turut mencari tahu nilai depresi, kecemasan dan stres yang dimiliki setiap siswa. Hasilnya siswa yang memiliki performa buruk dalam tes urutan angka, cenderung menunjukkan korelasi positif terhadap depresi, kecemasan dan stres.

Waw, percaya nggak percaya, ternyata kecanduan TikTok bisa berdampak pada berkurangnya daya ingat remaja. Gimana menurutmu soal penelitian ini?

    %d blogger menyukai ini: