Pengguna Kaget, Google Ancam Android Tidak Akan Lagi Gratis

Indri Penulis

Beberapa waktu lalu, publik digemparkan dengan berita bahwa Komisi Eropa yang menjatuhkan denda sekitar lima miliar dollar AS, atau sekitar Rp 72,3 triliun kepada Google.

Hal tersebut terpaksa dilakukan oleh Komisi Eropa, karena Google terbukti bersalah dalam pelanggaran undang-undang anti-pakat Uni Eropa. Menurut Komisioner Kompetisi Margrethe Vestager, konsumen harusnya punya pilihan dari perangkat yang telah dibeli.

Google disebut telah melakukan monopoli terhadap platform Android dalam model bisnis mereka. Bukan hanya bagi pihak Google saja, namun kabar tersebut kelihatannya akan membawa dampak negatif bagi pengguna Android.

Pasalnya dalam postingan blog resmi Google, yang langsung ditulis oleh CEO Google, Sundar Pichai mengancam tidak akan lagi memberlakukan bebas bayar untuk platform Android.

Sumber Gambar : Chromplex

Selama ini, model bisnis Android tidak pernah membandrol biaya untuk produsen ponsel yang menggunakan teknologi kami. Hal tersebut juga tidak bergantung pada model distribusi yang dikontrol ketat,” tulis Pichai.

Namun kami hanya khawatir, bila keputusan saat ini (didenda Komisi Eropa) justru dapat mengganggu keseimbangan yang kami berlakukan pada Android. Mungkin ini akan menjadi pertanda buruk untuk mendukung kepemilikan sistem platform terbuka,” lanjut Pichai.

Secara halus, Pichai menyinggung ‘keseimbangan’ yang menuju ke model bisnis Android saat ini. Bisnis Android saat ini memang terbuka dan gratis. Hal itu seolah-olah, Pichai ‘mewanti-wanti’ produsen smartphone dan pengguna Android mengenai perubahan bisnis Android kedepan.

[irp posts=”52037″ name=”Inilah Aplikasi Terbaik di Google Play Awards 2018″]

Sebenarnya salah satu dakwaan yang dijatuhkan oleh Komisi Eropa kepada Google, mengenai skema bundling aplikasi pencari Google, serta peramban Chrome sebagai pre-install app dalam smartphone Android.

Dalam bisnis Android, semua hal yang kami sebutkan di atas dikenal sebagai paket bebas biaya.

Sistem bundling selama ini menjadi syarat supaya Android tetap bisa gratis. Alasannya, Google tidak perlu membebankan biaya pada perusahaan yang ingin menggunakan teknologi mereka.

Walaupun tidak menyebutkan secara jelas perihal itu, namun Pichai membeberkan fakta apabila pengguna Android biasanya akan install mandiri sekitar 50 aplikasi, kemudian menghapus aplikasi pre-install.

Pichai juga menegaskan, apabila pihak Google tidak boleh mem-bundling aplikasi besutan mereka, maka hal tersebut dapat mengacaukan ekosistem Android itu sendiri.

Jika produsen ponsel dan operator jaringan mobile kedepan tidak menyertakan aplikasi kami ke dalam perangkat mereka, maka hal tersebut akan mengganggu ekosistem Android yang ada,” jelas Pichai, sebagaimana yang kami kutip dari The Verge, Selasa (24/7/2018).

Sumber Gambar : High Tech Blogger

Melalui tulisan tersebut, Pichai menyebut bahwa keputusan Komisi Eropa telah mengabaikan fakta bahwa Android tengah bersaing ketat dengan iOS. Oleh karena itu, Android hadir untuk menawarkan pilihan.

Dalam tuntutannya, Komisi Eropa menuntut supaya Google mengubah skema bisnis saat ini. Terutama dalam aplikasi bundling.

Yang disayangkan adalah, Meskipun Komisi Eropa memberikan tuntutan kepada Google, namun mereka tidak menyertakan solusi, atau saran model bisnis yang diperbolehkan.

Bila kedepan vendor smartphone maupun operator jaringan dapat memasang aplikasi pencarian milik mereka sendiri, daripada menggunakan aplikasi pencari milik Google, maka dapat dipastikan jika iklan Google akan terpangkas drastis.

Hal tersebut tidak mengejutkan banyak pihak. Karena hingga kini mesin pencari Google masih menempati peringkat pertama, sekaligus sektor utama pendapatan Google.

Dilaporkan dari The Street, pendapatan yang dihasilkan dari iklan pencarian mobile dapat tumbuh hingga 26 persen, pada kuartal pertama tahun 2018. Iklan tersebut dapat menghasilkan 22 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 318 triliun.

Bagaimana menurut kalian? Apakah Google memang pantas mendapat denda? Atau justru sebaliknya? Kita tunggu saja informasi dari Google kedepan. Apakah Android tetap bebas bayar atau tidak.

    %d blogger menyukai ini: