HEBOH! Sejumlah Perusahaan Besar Stop Pasang Iklan di Facebook

Sejumlah perusahaan besar kompak stop pasang iklan mereka di Facebook, termasuk Instagram. Aksi ini dilakukan untuk mendukung gerakan sosial Stop Hate For Profit.

Facebook masih masuk jajaran platform media sosial terpopuler di dunia. Terlepas dari popularitasnya, Facebook juga tidak pernah luput dari berbagai kontroversi.

Mulai dari pernyataan Mark Zuckerberg yang kadang kontroversial. Belum lagi kasus-kasus lain seperti kebocoran data pengguna, dll.

Baru-baru ini, Facebook kembali diterpa masalah. Pasalnya sebagian besar perusahaan memutuskan untuk stop pasang iklan di Facebook. Wah, ada apa ya?

Alasan Perusahaan Besar Stop Pasang Iklan di Facebook

Baru-baru ini ada gerakan sosial yang bernama β€˜Stop Hate For Profit.’ Gerakan yang dibuat oleh Anti-Defamation League, NAACP, dan organisasi lainnya ini mengajak perusahaan agar menghentikan iklan mereka di jajaran aplikasi milik Facebook, termasuk Instagram. Kenapa?

Sumber Gambar : Forbes

Karena Facebook masih membiarkan pihak yang mendukung rasisme. Platform ini juga kedapatan mendukung gerakan salah kaprah lain seperti menyangkal holocaust, gerakan anti-vaksin, dan membiarkan postingan berbau kekerasan.

Karena 99% pendapatan Facebook berasal dari iklan, makanya gerakan sosial ini dibuat. Sebagai salah satu bentuk boikot iklan, gerakan ini bahkan menuliskan pesan yang cukup menohok untuk Facebook.

β€˜Mari kita kirim Facebook pesan yang kuat: Keuntungan Anda tidak akan pernah layak untuk mempromosikan kebencian, kefanatikan, rasisme, antisemitisme, dan kekerasan.’

Perusahaan yang Ikut Boikot Iklan di Facebook

Verizon

Verizon mengumumkan bahkan mereka ikut Stop Hate For Profit pada 25 Juni 2020. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Chief Media Verizon, John Nitti.

β€œKami punya kebijakan konten yang ketat. Kami juga tidak memberikan toleransi saat kebijakan itu dilanggar. Kami akan langsung mengambil tindakan,” kata John Nitti dikutip dari CNCB.

β€œKami menghentikan sementara iklan sampai Facebook menghadirkan solusi yang dapat diterima,” sambung Nitti. Sementara itu, penghentian iklan oleh Verizon bakal dimulai Juli nanti.

Verizon sendiri menempati peringkat ke-78 dalam daftar pengiklan Facebook teratas (periode 22 Mei – 20 Juni 2020). Bahkan pengeluaran iklan Verizon untuk Facebook tercatat mencapai hampir $ 1,5 juta.

Unilever

Raksasa barang konsumen, Unilever juga ikut gerakan ini lho. Perusahaan mengumumkan keputusannya pada 26 Juni 2020. Bukan hanya Facebook, Unilever juga bakal menghentikan iklan mereka di Instagram dan Twitter sampai akhir tahun.

β€œTerus beriklan di platform ini (Facebook) sekarang tidak akan menambah nilai untuk masyarakat. Kami akan terus memantau dan meninjau kembali posisi kami kalau perlu,” kata Unilever dikutip dari The Verge.

Sementara itu, Unilever mengatakan kalau mereka bakal tetap melanjutkan investasi periklanan. Hanya saja, Unilever bakal mengalihkannya ke platform media sosial yang lain.

Coca-Cola Company

Coca-Cola Company juga bakal menghentikan semua iklan digital mereka di Facebook. Pengumuman ini dibeberkan Coca-Cola 26 Juni 2020.

Di sini Coca-Cola tidak hanya menghentikan iklannya di Facebook. Raksasa soda itu juga bakal menghentikan iklan digital yang ada di Instagram, Twitter, YouTube dan platform lainnya.

Beda dengan Unilever yang menghentikan iklan sampai akhir tahun. Coca-Cola hanya menghentikan iklan selama 30 hari, terhitung dari tanggal 1 Juli 2020.

Sebenarnya masih banyak perusahaan yang ikut gerakan Stop Hate For Profit. Seperti Mozilla, Viber, TalkSpace, Honda, dll. Hm, kira-kira langkah apa yang bakal diambil Facebook terkait boikot iklan ini ya?

Perusahaan Lain

Di samping nama yang disebut di atas, masih ada beberapa perusahaan lain yang juga sudah bergabung di gerakan ini dan berhenti pasang iklan di Facebook. Di antaranya ada perusahaan es krim Ben & Jerry’s, perusahaan gaya hidup outdoor North Face dan Patagonia, studio film Magnolia Pictures, dan perusahaan coklat Hersheys.

Walau cukup banyak perusahaan besar berhenti beriklan, kelihatannya hal ini tidak mengganggu pendapatan Facebook. Karena sebagian besar iklan justru hadir dari perusahaan kecil menengah. Tapi di sisi lain, gerakan ini juga menambah kesan buruk yang sudah dimiliki Facebook dan Instagram sebelumnya. Terutama Facebook setelah kasus Cambridge Analytica.

Kapokmu kapan, Mark?

%d blogger menyukai ini: