Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner

Gerakan Blackout Tuesday Melanda Media Sosial dan Internet! Apa Itu?

Indri Penulis

Media sosial dan internet saat ini tengah dihebohkan dengan ‘Blackout Tuesday.’ Apa itu dan bagaimana hal tersebut bisa terjadi?

Kematian George Floyd di tangan oknum polisi di AS masih diperdebatkan sampai sekarang. Buntut dari kejadian ini adalah demo besar-besaran dari warga setempat yang berakhir ricuh.

popculture.id

Kericuhan pun menyebabkan banyak bangunan ikut rusak. Seperti toko ritel Apple yang ikut dijarah. Kemudian sejumlah event seperti peluncuran PlayStation 5 dan Android 11 Beta pun terpaksa diundur.

Tidak sampai di situ, bahkan saat ini beberapa perusahaan teknologi ikut andil dengan mengkampanyekan ‘Blackout Tuesday.’ Lalu apa sebenarnya itu?

Apa Itu Blackout Tuesday?

Sumber Gambar : Techcrunch

Blackout Tuesday adalah sebuah gerakan sosial yang dilakukan sebagai tanggapan dari kematian George Floyd. Pria tersebut adalah warga kulit hitam di Minneapolis, Amerika Serikat. George harus meregang nyawa di tangan beberapa oknum polisi.

Awalnya eksekutif dunia hiburan, Jamilla Thomas dan Brianna Agyemang meminta sesama industri untuk memprotes aksi polisi tersebut. Pasangan ini lalu menciptakan tagar #theshowmustbepaused, yang menyebar cepat ke seluruh media sosial.

Seruan di atas lalu berubah menjadi gerakan yang lebih besar. Orang-orang dan berbagai perusahaan, termasuk perusahaan teknologi pun akhirnya ikut menanggapi aksi ini dan membuat gerakan bernama ‘Blackout Tuesday’.

Apa Saja yang Dilakukan Dalam Gerakan Ini?

Seiring gerakan Blackout Tuesday, kalian mungkin bakal menemukan pengguna yang memposting foto kotak hitam di feed media sosial. Seperti di Instagram misalnya. Itulah salah satu bentuk “blackout”.

Sumber Gambar : Instagram

Selain pengguna media sosial, perusahaan-perusahaan teknologi juga ikut mengkampanyekan gerakan ini. Contohnya Spotify, YouTube Music, Apple Music, TikTok, Amazon Music, dll.

TikTok mendukung gerakan ini dengan cara menggalang donasi. Donasi ini bakal dipakai untuk membantu berbagai komunitas orang berkulit hitam. Donatur ada yang menyumbang sebanyak 1 – 3 juta dollar lho.

Sementara Spotify juga mulai aktif mengkampanyekan gerakan sosial ini. Untuk mendukung gerakan ini, Spotify meluncurkan playlist Black Lives Matter. Lagu-lagu yang ada di dalamnya cocok untuk kondisi saat ini.

Sumber Gambar : Rollingstone

Tidak hanya itu, coba kalian lihat tampilan pemutar lagu di Spotify. Tampilan pemutar lagu yang biasanya berwarna, sekarang berubah jadi hitam semua.

Selama 24 jam, tampilan lagu hanya akan menampilkan logo hitam. Beberapa podcast dan playlist juga akan menampilkan trek diam selama 8:46. Ini adalah durasi polisi saat mencekik Floyd. Wah, ngeri ya.

Ada lagi Apple Music yang berpartisipasi lewat Twitter. Layanan ini telah membatalkan jadwal radio Beat 1-nya untuk mendukung gerakan ini.

YouTube Music dan Tidal juga memposting pesan solidaritas di media sosial. Amazon Music juga tidak akan memposting apapun di hari ini untuk menghormati gerakan tersebut.

Kritik untuk Blackout Tuesday

Walau banyak yang bersimpati, ada kritik soal gerakan ini. Banyak yang mencampur adukkan hashtag #BlackoutTuesday ini dengan hashtag lain, seperti #BlackLivesMatter. Padahal hashtag yang disebut terakhir ini sering berisi informasi penting seputar warga Afrika-Amerika.

https://twitter.com/anthoknees/status/1267727095934799872?s=20

Bahkan ada orang posting foto yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan gerakan ini. Contohnya foto selfie di rumah, foto makanan, dll. Bisa dibilang, orang-orang semacam ini mungkin ingin ‘numpang tenar’ lewat hashtag yang sedang tren.

Inilah yang membuat beberapa pihak akhirnya protes. Contohnya akun @anthokness yang protes karena pengguna media sosial memakai hashtag tidak pada tempatnya. Imbasnya, informasi penting yang ada di postingan #BlackLivesMatter kalah oleh gambar hitam #BlackoutTuesday karena dipakai bersamaan oleh banyak pihak.

Itu sebabnya memakai hashtag yang tepat di media sosial sangat penting.

    %d blogger menyukai ini: