Kontroversi: Aplikasi Audacity 3.0 Disebut Spyware!

Anom Penulis

Wow. Siapa yang mengira kalau program untuk edit audio yang jadi andalan banyak orang, Audacity, akan disebut sebagai spyware? Tapi itulah kabar yang menyeruak belum lama ini.

Selama ini Audacity terkenal sebagai program audio editor gratis terbaik. Program ini sendiri sudah beredar lama, yaitu sejak tahun 2000, dan tersedia untuk berbagai platform komputer. Lalu, Audacity juga merupakan program open source.

Pada bulan April 2021, Muse Group—yang memiliki MuseScore dan Ultimate Guitar—membeli Audacity. Seorang pengguna Reddit kemudian melaporkan kalau kemungkinan Audacity akan mengumpulkan data personal berdasar perubahan kebijakan privasi yang ada.

Kebijakan Soal Data Pengguna

Data yang dikumpulkan termasuk sistem operasi beserta versinya, juga lokasi pengguna berdasar alamat IP. Kemudian, pada bagian “Pada siapa Audacity berbagi data,” disebutkan beberapa pihak, termasuk auditor, petugas hukum, dan pembeli potensial.

Keterangan lain yang ada juga menyebutkan kalau data tersebut disimpan di server di Area Ekonomi Eropa, namun ada kemungkinan dikirim ke di Rusia (kantor pusat) dan Amerika.

Di dunia teknologi masa kini yang penuh dengan layanan gratis berbasis iklan, hal ini mungkin bukan hal baru. Namun, untuk sebuah program yang berfungsi secara offline, pengumpulan data ini dianggap janggal. Begitulah Audacity pun disebut sebagai spyware.

Diskusi di Reddit (juga GitHub) pun berlanjut dengan berbagai saran membuat fork (versi lain) dari Audacity tanpa algoritma pelacakan itu.

Muse Group Menyangkal

Melalui wawancara dengan BBC, Daniel Ray (pimpinan divisi strategi Muse Group) menyatakan kalau “kami tidak mengetahui apapun soal pengguna” (dalam hal ini: data pribadi pengguna) dan “kami tidak menginginkan data pribadi pengguna —itu tidak menguntungkan kami.” Ia juga menyebutkan kalau kebijakan baru itu “ditulis oleh pengacara, untuk dipahami oleh pengacara laih-alih pengguna umum.”

Namun nasi sudah menjadi bubur. komunitas open source yang menjadi kontributor Audacity sudah kadung patah hati. Bahkan, seperti dilaporkan The Register, sudah ada proyek program editor audio berdasar kode Audacity, walau saat ini belum punya nama resmi.

    %d blogger menyukai ini: