Diskon VPN terbaik: Klik di sini

Review ASUS Vivobook Flip 14: Laptop Ringan, Fleksibel, dan Powerful

It just works!

laptop asus vivobook flip 14 tp412ua
4.2
Bagus!

Kali ini kami berkesempatan mencoba laptop ASUS VivoBook Flip 14 (TP412UA). Sebuah laptop yang tipis dan ringan, namun di sisi lain sangat fleksibel dan powerful.

Laptop ASUS VivoBook Flip 14 (TP412UA) adalah sebuah laptop 2-in-1 atau laptop konvertibel. Artinya, kita bisa memakai laptop ini dalam berbagai mode. Baik dalam bentuk laptop biasa, mode tablet, atau dalam bentuk “tenda”.

Kalau melihat situs resmi ASUS, laptop VivoBook Flip 14 hadir dalam beberapa pilihan spesifikasi dan harga.

  • Intel® Core™ i7-8550U/8G/512G SATA/Windows 10 Home — Rp14.299.000
  • Intel® Core™ i5-8250U/4G/256G SATA/Windows 10 Home — Rp10.099.000
  • Intel® Core™ i3-8130U/4G/256G SATA/Windows 10 Home — Rp8.599.000

Kebetulan yang mampir ke tempat kami adalah versi yang paling canggih, yaitu dengan Intel® Core™ i7. Tentunya akan sangat menarik melihat bagaimana penggunaan laptop ini dalam kegiatan sehari-hari.

Silakan duduk manis dan simak review kami berikut ini.

Desain dan Bodi

Penampilan saat tertutup

Terus terang, dari segi penampilan laptop ini cukup biasa. Tidak jelek, hanya kurang eye catching. Dalam kondisi tertutup, laptop ini tidak akan membuatmu menengok dan terkagum-kagum. Padahal sekilas cukup mirip dengan Macbook.

Mungkin karena yang ada di tangan saya adalah model dengan warna abu-abu alias Star Grey. Kelihatannya model yang berwarna Galaxy Blue tampak lebih keren. Mungkin juga karena sudut laptop agak terlalu kotak, sehingga penampilan terlihat lebih formal.

Di sisi lain, bodi laptop ini — walau berukuran 14 inci — relatif kecil dan ringan. Tebalnya hanya 1,76 cm, dan bobotnya hanya 1,5 kg. Mudah dibawa dan tidak membebani.

Mungkin kamu baru merasakan kalau laptop ini termasuk kelas atas ketika kamu memegangnya. Karena bodi laptop ini terbuat dari aluminium. Jadi memang terasa solid dan mantap.

Layar

Tampilan layar laptop

Seperti namanya, ASUS VivoBook Flip 14 ini memiliki layar 14 inci LED-backlit, dengan rasio 16:9, berkualitas FHD (1920×1080), refresh rate 60Hz, dan dengan Anti-Glare yang luas jangkauan pandangan sampai 178º. Karena laptop ini konvertibel, layarnya juga merupakan layar sentuh.

Anti-glare di layar laptop ini hadir seperti yang dijanjikan. Kita bisa melihat layar dari kiri-kanan atau atas-bawah tanpa bias cahaya. Jadi warna dan gambar masih bisa terlihat baik. Walau begitu, dalam kondisi tertentu ada pantulan (seperti kaca) yang masih terlihat.

Layar sentuh membuktikan bisa menjadi kenikmatan tersendiri. Kita bisa berinteraksi dengan konten secara lebih bebas, tidak terbatas dengan keyboard dan touchpad saja. Setelah terbiasa dengan fitur ini di laptop VivoBook Flip, saya sering tidak sengaja menyentuh layar MacBook saya, dan langsung merasa bodoh.

Keyboard dan Touchpad

Keyboard dan touchpad

Sebagai orang yang terbiasa menggunakan MacBook, saya cukup rewel untuk urusan keyboard dan touchpad laptop Windows. Namun secara mengejutkan, keyboard dan touchpad laptop ini nyaman dipakai.

Tuts keyboard ringan dan sensitivitasnya cukup pas. Yah, masih agak terlalu ringan, tapi lumayan nyaman dipakai mengetik. Lalu, yang saya suka adalah adanya setelan pilihan untuk tombol Fn sehingga bisa akses cepat berbagai fungsi, seperti volume, kecerahan layar, backlit keyboard, dll tanpa menekan tombol itu.

Touchpad laptop ini juga sangat enak dipakai. Dari segi ‘feeling‘ penggunaan, cukup bisa bersaing dengan MacBook. Baik scroll, menggeser (drag), atau pemakaian ‘multi-jari’ terasa mantap dan presisi.

Tentu saja, perbedaannya ada di fungsi gestur ‘multi-jari’ antara Windows (ASUS) dan Mac. Tapi toh, laptop ini punya layar sentuh yang jadi keunggulan tersendiri.

Audio

Sama seperti laptop ASUS lain, ASUS Vivobook Flip 14 ini juga memiliki cap SonicMaster untuk suaranya. Namun, berbeda dengan Vivobook X505Z yang mendapat Synaptics SmartAudio HD dari AMD, laptop ini tidak dilengkapi dengan pengatur suara tambahan. Ada Realtek Audio Console, tapi tidak ada fitur khusus di dalamnya.

Toh suara yang keluar dari speaker jernih dan “berisi”. Tidak cempreng, walau suara bass juga tidak “nendang”. Tapi lumayanlah, alunan bass dari lagu “Get Lucky”-nya Daft Punk masih terdengar.

Sedangkan untuk headphone atau headset, ada fitur Windows Sonic for Headphones untuk spatial sound (memberi pengalaman 3D). Yah, mungkin karena saya hanya pakai earphone biasa, fitur ini jadi kurang istimewa.

Anyway, untuk urusan suara, kali ini saya lebih terkesan dengan suara dari speaker daripada dari earphone.

Flip & Fitur Lain

Mode tablet

Sebagai laptop 2-in-1 alias hybrid, mode tablet ASUS Vivobook Flip 14 tentu sangat menggoda. Dari sisi konstruksi, sejauh yang saya pakai, engsel laptop terasa cukup solid untuk dibuka dan dilipat. Dengan ukuran yang relatif tidak besar, melipat laptop ini juga tidak repot.

Yang menjadi masalah di sini mungkin adalah kebiasaan. Karena perangkat ini pada dasarnya sebuah laptop, kita jadi sering lupa kalau bisa diubah jadi tablet. Lalu, mungkin kamu juga akan merasa aneh memegang laptop ini dengan tuts keyboard berada di sisi luar. Tentu saja, kamu juga harus membiasakan diri menggunakan mode tablet Windows.

Fitur Vivobook Flip 14 lain yang menarik adalah sensor sidik jari di touchpad. Seperti di handphone, kamu bisa dengan cepat masuk tanpa mengetik pin. Tapi, sensor ini tidak selalu tepat. Kadang suka tidak bisa membaca sidik jari kalau posisi tidak benar-benar tepat. Lebih fleksibel sensor di handphone.

Apa kelengkapan lainnya? Hm, Ada 1 colokan USB 3.1 Type-C, 1 USB 3.0, 2 USB 2.0, 1 colokan HDMI, 1 colokan audio 3,5 mm, dan 1 SD card reader. Lengkap bukan? Selain itu masih ada tombol power dan volume di bagian samping (berguna untuk tablet mode).

Performa

Spesifikasi umum ASUS Vivobook Flip 14 meliputi prosesor Intel Core i7 8550U, RAM 8GB, dan penyimpanan 512GB SSD. Sedangkan keping grafisnya memakai Intel UHD Graphics 620. Untuk kegiatan sehari-hari, spesifikasi seperti itu sudah lebih dari cukup.

Terus terang, saya tidak menggunakan laptop ini untuk main game atau bekerja berat. Kebanyakan hanya bekerja dengan browser, ngobrol di WhatsApp atau Microsoft Teams, edit foto ringan dengan Polarr, dll. Yah paling tidak membuka tab browser sebanyak lebih dari 20 buah sambil membuka aplikasi lain tidak bermasalah.

Bagaimana dengan baterainya? Hm, saya memakai laptop ini dengan mode ‘Better performance” dan sejauh ini sangat memenuhi. Paling tidak bisa dipakai bekerja 6-8 jam tanpa harus kuatir mengisi baterai. Contohnya, 6 jam setelah kondisi 78%, masih ada sekitar 24% dengan perkiraan waktu pakai 1 jam 3 menit.

Mengisi baterai juga relative cepat. Kalau baterai dalam kondisi sekitar 20%, saya temui kalkulasi sampai penuh menunjukkan waktu cukup lama (4 jam). Namun, begitu menyentuh 40%, system memperkirakan waktu 50 menit sampai baterai penuh.

Oke, ada satu hal lagi yang mau saya bagi soal pemakaian daya. Dengan Macbook, saya tidak terbiasa mematikan laptop. Cukup tutup laptop (kondisi sleep) saja, dan baterai tetap hemat. Hal ini juga saya temukan di laptop ini. Kalau saya mau beristirahat, laptop hanya saya tutup dan saya tinggal. Berikutnya, saya tinggal buka tutup laptop, scan sidik jari untuk masuk, dan melanjutkan pekerjaan. Heh, laptop ini pernah saya tinggal selama 3 hari dalam kondisi sleep dan masih ada baterai memadai.

Kesimpulan

Bagi saya, laptop ASUS Vivobook 14 ini cukup memberi kejutan. Terutama dari sisi kenyaman dan fleksibilitas. It just works.

Mungkin laptop ini memang tidak terlihat “mengkilat” seperti laptop gaming atau yang lebih fashionable lain. Tapi untuk beraktivitas sehari-hari, lebih dari cukup.

Saya pikir laptop ini juga asik dipakai dalam jangka panjang. Mengingat harga dan spesifikasinya, investasi yang cukup bagus. Paling tidak dalam beberapa tahun ke depan, kamu cukup tenang dan tidak perlu kuatir membeli laptop baru. Yah, kecuali kalau kamu memang ingin selalu update dengan gadget baru. Itu lain soal.

4.2
Bagus!
Ringkasan
ASUS Vivobook Flip 14 adalah laptop yang nyaman dipakai sehari-hari. Laptop ini ringan, fleksibel, dan cukup powerful.
Pros
Bodi ringan dan tipis
Layar enak dilihat
Spesifikasi sangat memadai
Touchpad enak dipakai
Cons
Keyboard bisa lebih bagus lagi
More Stories
samsung android & speaker
5 Aplikasi Pemutar Musik Android Terbaik