Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition

Review: Beneath The Well

Beneath The Well adalah sebuah game bergenre RPG buatan dalam negeri, yaitu buatan Own Games. Kalau lihat dari testimony yang ada di store sih, game ini banyak disukai dan dinilai bagus.

Kesan pertama waktu main Beneath The Well, game ini kelihatan kayak game jadul. Tampilannya model pixel gitu. Tapi ini pasti sengaja. Mirip kayak Tiny Death Star.

Cerita game ini adalah tentang petualangan Hansel di dunia di bawah sumur. Di petualangannya ini, Hansel ditemani oleh Lucyan si penyihir. Selain Lucyan, Hansel juga ditemani 2 makhluk dari Tako Tribe.

Dari model permainannya, game ini bisa dimasukkan ke turnbased RPG. Waktu bertempur, serangan dilakukan bergantian antara kita dan musuh. Supaya dapat gambaran jelas, model ini mirip dengan game Final Fantasy.

Pertempurannya berjalan otomatis, kecuali kalau mau pakai ilmu atau mau pakai apel (potion) dan susu (mana). Kalau lawan musuh yang ecek-ecek jadi agak gampang bosen sih. Terus kadang jadi suka nggak jelas gitu gilirannya. Misalnya baru mau pake apel, tapi udah keburu mati. Kayaknya lebih baik deh kalau sebelum menyerang kita bisa mengatur serangan dulu. Jadi ada unsur strateginya juga.

Seperti game RPG lain, di Beneath The Well juga ada upgrade kemampuan karakter, upgrade weapon dan armor, juga membeli potion atau mana. Dengan begitu kemampuan Hansel dan Lucyan makin hebat selama permainan.

Di game Beneath The Well ini juga ada mini gamenya. Contohnya waktu Lucyan masuk ke dalam sumur. Mini game ini dimainkan dengan memiringkan hape ke kiri dan ke kanan untuk menggerakkan Lucyan. Ada banyak halangan yang harus dihindari. Tapi kalau kena, bisa memulihkan diri dengan mengambil hati yang ada di sepanjang sumur.

Kalau main game Beneath The Well lama-lama, jangan kuatir. Ada slot save game. Kalau mau meneruskan game sebelumnya, tinggal pilih saja save game yang terakhir. Terus lanjut deh main gamenya.

Hampir lupa. Kayaknya ada sedikit error di game ini. Waktu bertempur, sempat tidak bisa memilih Lucyan dan menggunakan potion. Untuk beberapa pertempuran berikutnya Lucyan harus rela jatuh bangun. Setelah game di tutup dan dibuka lagi, baru masalah itu selesai.

Sebuah game, terutama RPG, akan jadi bagus kalau cerita dan bagaimana menceritakannya juga bagus. Game Beneath The Well ini ceritanya cukup bagus. Tapi yang suka bikin geli itu kalau baca percakapan antara tokoh-tokohnya. Selera humor yang bikin lumayan juga.