Zenbook 14 UX425 banner
Zenbook 14 UX425 banner
Zenbook 14 UX425 banner

ROG Cetra II: Pengalaman Audio Imersif Saat Main Game

Anom Penulis

Selain berkesempatan memberi review laptop ASUS Vivobook Pro 16X OLED, saya juga mendapat kesempatan mencoba ROG Cetra II, sebuah in-ear gaming earphone. Hm, seperti apa ya suara yang keluar dari earphone ini?

ROG Cetra II merupakan in-ear gaming earphone berbasis kabel yang dilengkapi dengan frekuensi 20Hz – 40KHz, saluran stereo dan virtual 7.1, fitur Active Noise Cancelling, driver karet silikon cair (LSR), pencahayaan Aura Sync, dan menggunakan USB-C. Mikrofon earphone ini tersembunyi di dalam earbud dan di bagian kabel terdapat kotak kontrol, tempat kamu mengatur volume, tombol play/pause, dan mode Ambien/ANC.

Paket Penjualan

Ketika kamu membeli earphone ini, selain mendapatkan perangkat ROG Cetra II, kamu juga akan mendapat tas sebagai wadah untuk membawanya dalam perjalanan. Kemudian, kamu juga akan mendapatkan cadangan ujung silikon dalam 3 ukuran (3 pasang), ujung foam (sepasang), sirip telinga dalam 3 ukuran (3 pasang), dan sebuah klip.

Penggunaan

Seperti yang mungkin sudah kita ketahui bersama, in-ear earphone dipakai dengan memasukkan ujungnya ke dalam kanal telinga. Itu sebabnya ada beberapa cadangan di dalam paket penjualan. Sehingga kamu bisa menyesuaikan earphone dengan anatomi telinga.

Dalam hal ini, setelah mencoba ujung silikon yang paling kecil, saya mendapati kalau ternyata ujung itu masih kurang sesuai dengan lubang telinga saya. Akhirnya, saya menggunakan ujung foam/busa. Saya merasa ujung itu lebih fleksibel dan mampu menutup kanal telinga dengan lebih sempurna.

earphone rog cetra 2
dengan ujung silikon

Lalu kalau lubang telinga tertutup bagaimana kalau kita mau ngobrol dengan orang lain? Nah, di sinilah tombol kontrol Ambien atau ANC di kabel berfungsi. Jika kamu memencet tombol yang berada di bagian samping itu, kamu bisa mengaktifkan mode Ambien / ANC.

Ketika fitur itu aktif, maka kamu akan mendapatkan suara full di telinga. Lalu ketika kamu mematikannya, suara akan lebih kecil dan kamu bisa mendengar suara di sekitar. Ini berguna, tentunya seperti kasus di atas, jika kamu ngobrol dengan seseorang. Harus saya katakan, fitur ini bekerja dengan cukup baik.

Nah, ROG Cetra II menggunakan colokan USB-C untuk menghubungkannya ke perangkat. Pada satu sisi, hal ini memang bisa membatasi kompatibilitas perangkat. Toh mengingat USB-C sudah menjadi standar tersendiri, saya pikir hal ini bukan sebuah masalah besar.

Kualitas Suara

ROG Cetra II mendukung frekuensi suara yang cukup luas, yaitu 20Hz – 40KHz. Toh salah satu hal yang paling menonjol ketika mendengarkan musik dengan ROG Cetra II adalah suara bass yang tebal dan basah. Suara rendah bass ini cenderung mendekat ke mid-range. Namun menariknya, mid-range earphone ini juga cukup bagus, sehingga kamu masih bisa mendapat detil lapisan suara yang jernih.

Bicara soal lapisan suara, saluran stereo dan virtual 7.1 earphone ini berhasil mengantar posisi suara dengan menarik. Apalagi kalau kamu mengaktifkan Spatial Sound for Headphone dari Dolby Atmos.

Sebagai contoh, kamu bisa menikmati suara surround pada lagu “Bohemian Rhapsody” versi Spatial Audio di Apple Music atau video YouTube “Bohemian Rhapsody” yang diterbitkan Atmosmusic.

Catatan: Teknologi Spatial Audio di Apple Music (yang mengunci arah suara relatif dengan posisi kepala kita) khusus hadir di perangkat Apple tertentu. Walau begitu suasana surround tetap bisa kita dapatkan.

Pada bagian choir (paduan suara) di lagu itu, kamu bisa mendengar dan merasakan bagian-bagian nyanyian datang dari berbagai sisi berbeda. Tidak hanya dari sisi kiri kanan (stereo) saja, tapi juga jauh dekat.

Tapi tentunya tidak afdol tanpa mencoba earphone untuk gaming tanpa main game ya? Saya pun mencoba memainkan salah satu game yang mendukung spatial audio (baik Windows Sonic dan Dolby Atmos), yaitu “Shadow of the Tomb Raider.”

Hm, memang di sinilah earphone ROG Cetra II bersinar. Pengalaman bermain memang jadi lebih imersif. Tiap suara bisa hadir secara terpisah dan arah suara itu hadir relatif dengan karakter yang kita mainkan (dalam hal ini Lara Croft).

Misalnya ketika kita melewati wilayah yang ada air menetes di dalam gua. Suara tetes air itu bisa berpindah dari depan ke belakang seiring kita bergerak. Begitupun dengan suara langkah kaki dan tembakan. Kita bisa tahu musuh datang dari arah mana.

Jadi selain pengalaman bermain jadi imersif, kita juga bisa mendapat keuntungan bisa mengetahui posisi musuh, sebelum mereka terlihat di layar. Kamu yang main game kompetitif jelas akan punya keuntungan tersendiri.

Mikrofon yang terletak di earbud pada earphone ini juga bekerja dengan baik menangkap suara. Termasuk menyaring gangguan suara melalui ANC. Suara yang ditangkap terus terang tidak terlalu keras, namun cukup terdengar dan bisa mengantar artikulasi kata dengan baik.

Kesimpulan

Memilih dan menggunakan earphone atau headset memang merupakan hal pribadi. Ada yang suka pakai over-ear headphone dan ada yang memilih in-ear earphone. Kalau kamu mencari in-ear earphone yang berkualitas bagus, ROG Cetra II bisa kamu pertimbangkan.

Earphone ini memang menyenangkan dipakai untuk mendengar musik atau menonton film. Tapi, sebagai gaming earphone, ROG Cetra II benar-benar memberikan pengalaman yang imersif, seolah kita berada di tengah permainan.


ROG Cetra II
Main game lebih imersif
In-ear gaming earphone ROG Cetra II mampu memberikan pengalaman lebih imersif saat main game melalui saluran virtual 7.1. Tidak hanya itu, earphone ini juga oke buat mendengar musik.
PROs
Kualitas audio surround jempolan
Tersedia pilihan silikon (ujung dan sirip)
CONs
Colokan USB-C mungkin bisa jadi kendala
4.1
Mantap
Situs Resmi
    %d blogger menyukai ini: