Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition

Review ASUS Vivobook Pro 16X OLED (M7600): Salah Satu Laptop Paling Worthy

asus vivobook pro 16x m7600
Anom Penulis

Kali ini saya berkesempatan memakai salah satu laptop ASUS terbaru yang punya fitur unik DialPad. Laptop itu adalah ASUS Vivobook Pro 16X OLED (M7600) yang memakai prosesor AMD Ryzen 9 dan GPU NVIDIA GeForce RTX 3050Ti. Seperti biasa, inilah review dari saya.

ASUS mengumumkan kehadiran laptop ini pada acara di bulan September 2021, bersama beberapa laptop OLED lainnya. Laptop ASUS Vivobook Pro 16X OLED sendiri hadir dalam 2 kategori, yaitu berbasis prosesor Intel Core (N7600) dan prosesor AMD Ryzen (M7600).

Yang mampir ke tempat saya adalah varian M7600QE berwarna Meteor White yang punya harga sekitar Rp21.299.000. Seri ini menunjukkan kalau laptop ini menggunakan prosesor AMD Ryzen 9 5900HX. Sekedar informasi, ada seri lain yang memakai AMD Ryzen 7 5800H (harganya sekitar Rp20.299.000).

Lalu, saya sudah pakai laptop ini selama lebih dari 2 minggu. Selain untuk mengetik artikel, saya juga memakainya untuk membuat desain, dan main game.

Paket Penjualan ASUS Vivobook Pro 16X OLED

Kotak kemasan laptop ini memang lebih sederhana jika dibanding ZenBook Pro Duo yang pernah saya pakai. Tapi desainnya masih lumayan keren.

Di dalam kotak paket penjualan ini, terdapat laptop itu sendiri bersama adaptor dan kabel pengisi daya. Selain itu juga ada buku panduan dan garansi.

Dari sisi perangkat lunak, bersama laptop ini kamu bisa mendapatkan kapasitas Dropbox 25GB gratis selama 1 tahun, McAfee LiveSafe Trial 30 hari, Adobe Creative Cloud gratis selama 3 bulan, dan ASUS WebStorage 200GB.

Bodi Laptop

Seperti yang pernah saya sebut sebelumnya, desain pada bagian belakang layar laptop ini berbeda dengan laptop ASUS biasanya. Alih-alih menempelkan nama ASUS di tengah, ada bagian yang sedikit menonjol di bagian pinggir sehingga berbentuk seperti label, yang bertuliskan ASUS Vivobook.

Desain ASUS Vivobook Pro 16X OLED ini menurut saya nampak elegan. Terutama karena warna Meteor White yang doff dan tidak mengkilat. Asiknya lagi, permukaan laptop tidak licin. Jadi enak waktu di bawa.

Bicara soal dibawa, walau berukuran 16 inci, bodi laptop ini cukup ringkas. Ukuran dimensinya adalah 36.05 x 25.90 x 1.89 cm. Lalu bobotnya pun hanya 1,95kg. Relatif ringan.

Oya, laptop ini merupakan laptop konvensional. Jadi layarnya tidak bisa kamu buka 360° atau 180°. Buat saya, hal ini bukan menjadi faktor besar, karena saya lebih sering memakai laptop ini sendiri (kerja kolaborasi lebih sering secara online).

Nah, harap perhatikan. Sekedar catatan, kalau kamu berada di lingkungan berdebu, lembab, sering beraktivitas di smoking area, punya tangan sering berkeringat, suka ngemil sambil beraktivitas di laptop, maka saya anjurkan untuk membeli laptop yang warna hitam.

Layar

Seperti namanya, laptop ASUS Vivobook Pro 16X OLED ini punya layar berukuran 16 inci (bukan layar sentuh). Yang menyenangkan bagi saya, ASUS mengadaptasi rasio 16:10 yang memberikan ruang luas untuk beraktivitas.

Kemudian, layar OLED laptop ini punya resolusi 4K WQUXGA (3840 x 2400) yang sudah mendukung 100% DCI-P3 color gamut dan sudah mendapat sertifikasi PANTONE Validater, Vesa DisplayHDR True Black 500, dan untuk kenyamanan mata dari TÜV Rheinland.

Dengan spesifikasi layar seperti di atas, laptop ini memang memberi kepuasan tersendiri. Gambar grafis penuh warna maupun video tampil dengan tajam, jernih dan punya kedalaman warna yang oke. Kamu juga bisa melihatnya di contoh dalam tweet kami.

Di dalam ruangan, layar laptop ini juga mampu memberi tampilan hampir bebas pantulan. Baik jika kita lihat dari depan maupun dari samping. Jadi sudut pandangannya luas.

Baca Juga:  ASUS Zenbook 14X OLED (UM5401): Laptop Ryzen 9 Super Tipis

Keyboard & Touchpad

Laptop ini memiliki keyboard QWERTY + NumPad di sebelah kanannya, yang mendukung backlit. Dari penampilannya, tombol keyboard kelihatan keren dengan beberapa tombol memiliki warna berbeda. Misalnya tombol Esc dengan warna merah dan tombol Enter dengan akses garis-garis.

Sedang di touchpad yang berukuran 13x9cm, terdapat sebuah fitur unik, yaitu DialPad. DialPad ini hadir untuk membantumu melakukan kontrol setelan cepat di beberapa aplikasi.

Nah, ada yang menarik dari keyboard dan touchpad ini. Biasanya, jika laptop memiliki NumPad, touchpad akan punya posisi sedikit ke kiri, tegak lurus dengan keyboard QWERTY. Sementara ASUS meletakkan touchpad Vivobook Pro 16X OLED di tengah keyboard keseluruhan (simetris).

Secara pribadi, saya lebih suka dengan touchpad yang ada di tengah seperti ini. Namun, perlu saya sebut di sini kalau tangan bisa menyentuh touchpad secara tidak sengaja pada awal-awal pemakaian.

Tapi untungnya hal ini bukan masalah karena karena menyentuh dengan telapak tidak akan mengaktifkan fungsi touchpad. Hanya bisa membuat proses mengetik jadi agak canggung jika belum terbiasa.

Nah, mari kita bicara sedikit soal fitur DialPad yang unik pada laptop ini.

Dengan fitur DialPad di touchpad, kamu bisa mengatur beberapa hal. Misalnya volume dan kecerahan layar Windows, juga beberapa peralatan desain di aplikasi Adobe, misalnya mengatur ukuran brush. Fitur ini merupakan turunan dari ASUS Dial di laptop ProArt Studiobook.

Sejauh ini, sampai review ini ditulis, terus terang saya masih merasa penerapan DialPad masih kurang optimal.

  1. Mengatur volume dan kecerahan layar Windows masih lebih praktis kita lakukan dengan tombol keyboard (di jajaran tombol fungsi).
  2. Kemunculan roda setelan kadang terlalu cepat hilang.
  3. Memencet terlalu lama bisa memunculkan aplikasi ProArt Creator Hub.

Faktor ke-2 dan ke-3 terus terang cukup mengganggu jika kamu sedang dalam proses mendesain. DialPad, fitur yang revolusioner dan sebenarnya bisa menjadi nilai plus, akhitnya belum memberikan kontribusi seperti yang dijanjikan.

Saya bisa memahami visi ASUS dan visi itu memang keren. Tapi mungkin butuh beberapa pembaruan dan perbaikan sampai fitur ini benar-benar fungsional. Hm, saya jadi penasaran bagaimana pemakaian tombol fisik ASUS Dial di laptop ProArt Studiobook 16 OLED atau di ZenBook Pro 16X OLED.

Performa & Baterai

Laptop ASUS Vivobook Pro 16X OLED (M7600QE) memiliki spesifikasi utama prosesor AMD Ryzen 9 5900HX, GPU NVIDIA GeForce RTX 3050Ti, RAM 16GB, dan penyimpanan SSD 1TB. Untuk kamu yang belum tahu, AMD Ryzen 9 5900HX merupakan prosesor papan atas yang setara dengan Intel Core i9-11980HK.

Bicara soal performa, laptop ini mampu melakukan aktivitas desain dengan baik. Memang tergantung apa yang kamu kerjakan. Namun dalam hal ini saya menjalankan Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Adobe Creative Cloud, browser Firefox, FontBase, Microsoft Teams secara bersamaan.

Nah kalau mau bicara soal angka, pada benchmark CPU GeekBench, Vivobook Pro 16X OLED meraih skor 1487 untuk single-core, dan 7194 untuk multi-core (lihat di situs GeekBench). Sementara untuk OpenCL benchmark, ASUS Vivobook Pro 16X OLED ini meraih skor 59802 (lihat di GeekBench). Waktu saya cari saat artikel ditulis, di catatan skor lain Geekbench yang paling tinggi 63103.

Kedua skor benchmark itu menunjukkan kalau kemampuan laptop ini sedikit di bawah laptop gaming Lenovo Legion Slim 7 Gen 6 (versi dengan CPU dan GPU sama). Tapi skor CPU Vivobook Pro 16X OLED M7600 ini di atas Razer Blade 14 RZ09-0370 (dengan spek CPU sama tapi GPU beda).

Baca Juga:  ASUS ZenFone 9 Dikonfirmasi akan Rilis Tanggal 28 Juli 2022

Lalu, omong-omong soal gaming, laptop ini juga bisa dipakai main game. Misalnya, saya mencoba game “Mass Effect: Andromeda,” “Control,” “Prey,” dan “Shadow of The Tomb Raider.” Pada “Shadow of The Tomb Raider,” saya bisa menikmati setelan “Highest” dengan konsekuensi menurunkan resolusi ke 1920×1200 dan rata-rata fps di layar 67. Not bad. Not bad at all.

Game “Control”

Bagaimana dengan kondisi baterainya? Berdasar pengalaman memakai laptop ini, saya bisa bekerja dengan layar aktif sampai 8 jam lebih dan masih menyisakan daya di dalam baterai (dari 100% sampai 20%). Artinya, jika kamu bekerja di luar, kamu bisa mengandalkan baterai laptop untuk memenuhi jam kerja standar.

Pengisian baterainya juga relatif cepat. Laptop akan berusaha mengisi dengan cepat di awal (20% sampai 59% dalam 30 menit), lalu memperlambat proses pengisian ketika mendekati penuh (59% ke 85% dalam 30 menit berikutnya).

Jadi, untuk sisi performa dan baterai saya sangat puas dengan ASUS Vivobook Pro 16X OLED ini. Saya bisa melakukan banyak hal dalam rentang waktu relatif lama.

Fitur Lain

Laptop ASUS Vivobook Pro 16X OLED ini dilengkapi dengan webcam 720p HD dengan penutup untuk menjaga privasi. Kualitas gambarnya cukup standar. Dalam arti, jika pencahayaan cukup maka kualitas gambar akan memadai. Yang menarik, kamera ini memiliki format luas (wide). Sehingga memudahkan jika kamu ingin membuat konten bersama teman, atau untuk video call keluarga.

Bergerak ke kelengkapan lainnya, ASUS melengkapi laptop ini dengan berbagai slot. Ada USB Type A (USB 3.2 dan 2.0), USB type C (USB 3.2), HDMI 1.4, colokan audio 3,5 mm, dan MicroSD card reader. Saya yakin kelengkapan colokan dan slot ini sudah memadai kebutuhan sehari-hari.

Fitur lain yang menyenangkan bagi saya adalah sensor sidik jari di tombol power. Dengan fitur ini, kita bisa dengan mudah membuka layar kunci atau aplikasi password manager hanya dengan satu sentuhan.

Kesimpulan

Bagi saya, laptop ASUS Vivobook Pro 16X OLED (M7600QE)–yang punya spesifikasi lebih tinggi di antara 2 varian M7600 ini–memenuhi banyak aspek yang saya harapkan. Baik dari laptop ringkas dengan desain keren, layar besar dengan kualitas gambar jempolan, performa yang mampu melakukan multitasking desain (seperti Photoshop dan Illustrator bersamaan), bisa untuk main game, sampai fitur ringan seperti sensor sidik jari dan penutup kamera.

DialPad sebagai fitur unggulan memang belum memberikan fungsi optimal. Namun tanpa fitur ini pun, laptop ini tetap merupakan mesin kreativitas dan hiburan yang menyenangkan. Kalau ASUS berhasil memberikan pengalaman penggunaan yang lebih baik pada DialPad, maka fitur ini benar-benar bisa menjadi fitur unggulan yang menarik.

Beberapa kekurangan laptop ini menurut saya sangat kondisional. Misalnya seperti kemungkinan kotor untuk laptop berwarna putih (yang sebenarnya bisa terjadi untuk apa saja).

Jadi, ya… ASUS Vivobook Pro 16X OLED memang menjadi kandidat kuat laptop paling worthy jika kita membandingkan spesifikasi, kemampuan, dan harganya. Sangat layak kamu pertimbangkan jika kamu ingin membeli laptop di rentang harga Rp 20 jutaan dan ingin punya laptop dengan layar lega namun ringkas.


asus vivobook pro 16x m7600
ASUS Vivobook Pro 16X OLED (M7600QE)
Kandidat Laptop Paling Value
ASUS Vivobook Pro 16X OLED menjadi kandidat kuat laptop paling value jika kita membandingkan spesifikasi, kemampuan, dan harganya.
PROs
Desain laptop bagus
Tampilan layar mantap
Baterai awet
CONs
Fitur DialPad bisa lebih baik
Versi warna putih mudah kotor
4.4
Mantap
SITUS RESMI