Diskon VPN terbaik: Klik di sini

Ulasan Lengkap Samsung Galaxy S9+: Tak Banyak Celah

Hampir dua bulan saya menggunakan Samsung Galaxy S9+ dan selama itu, saya mencoba untuk mencari-cari kesalahan dari ponsel pintar seharga 13.5 juta ini. Hasilnya, tak banyak celah yang didapat. Tapi apakah memang benar Samsung Galaxy S9+ adalah ponsel pintar sempurna saat ini? Silakan baca ulasan lengkap dari Samsung Galaxy S9+ hingga akhir.

Unboxing

Kesan sebuah ponsel mahal terlihat ketika mulai membuka kotak dari ponsel ini, bukan hanya kotaknya yang mewah, namun apa yang ada di dalamnya juga menyenangkan. Untuk paket pembelian, saya mendapatkan jelly case transparant, konverter dari USBT type-C ke USB PC dan earphone AKG yang suaranya mantap.

Saya juga mendapatkan tambahan bonus speaker JBL Micro seharga 400 ribu, karena saya membeli saat masa promo di Prima Abadi Jogja.

Desain

Hanya satu yang tak saya suka dari bagain ini, yaitu penggunaan material kaca yang membuat bodi bagian belakang Samsung Galaxy S9+ mudah kotor terkena sidik jari. Selain itu, tidak banyak kejelekan yang bisa saya tuliskan di sini.

Secara umum, Galaxy S9+ membawa bahasa desain yang mirip dengan Samsung Galaxy S8+, hanya saja ada perbaikan pada penempatan sensor sidik jari yang sudah kembali ke jalan yang benar, yaitu di bawah kamera utama, bukan di sampingnya.

Samsung Galaxy S9+ memiliki dua lensa kamera utama yang terletak di belakang, dan satu kamera selfie yang terletak di bagian depan

Tombol power, terletak di samping kanan dan di samping kiri ada tombol suara serta tombol Bixby. Tombol Bixby ini juga sedikit mengganggu. Seringkali saya tak sengaja terpencet tombol itu. Solusinya sih, kalian bisa mematikan tombol Bixby untuk mencegahnya.

Ponsel pintar ini sudah dibekali dengan USB type-C untuk proses transfer data yang cepat dan masih memiliki jack audio (thanks Samsung!), jadi saya masih bisa menggunakan headphone Bayern Dynamic untuk memanjakan telinga.

Samsung Galaxy S9+ memiliki dimensi 158.1 x 73.8 x 8.5 mm (6.22 x 2.91 x 0.33 in) dengan berat 189 g (6.67 oz). Bagi yang bertangan besar atau suka ponsel berukuran besar, tentunya dimensi dari Galaxy S9+ tidak akan menjadi masalah. Nyaman digenggam dan tidak licin meskipun materialnya terbuat dari kaca. Untuk y ang bertangan kecil dan tanpa melihat keberagaman fitur, maka pilihan pas adalah Samsung Galaxy S9.

Layar

Tanpa poni

Hal yang paling saya suka dari layar Galaxy S9+, meski sudah mengusung bazeless dengan rasio 84.2% screen-to-body, Samsung Galaxy S9+ tidak memberikan “poni” pada layarnya. Ini memang subyektif, tapi jujur, saya kurang suka dengan keberadaan “poni” pada layar ponsel. Sedikit mengganggu.

Selain ketiadaan “poni”, layar super AMOLED buatan Samsung ini sangat baik dalam menampilkan warna, jernih dan enak dipandang. Ketika saya bandingkan dengan iPhone X (yang layarnya juga buatan Samsung), Galaxy S9+ memiliki kualitas yang lebih baik.

[irp posts=”50347″ name=”Samsung Galaxy S9 dan S9+ Membawa Fitur Kamera Baru”]

Resolusi dari Samsung Galaxy S9+ adalah 1440 x 2960 pixels dengan rasio 18.5:9 (~529 ppi density). Tentu untuk menikmati video dengan resolusi tinggi, layar dari ponsel pintar ini sudah mencukupi. Bukan hanya itu, untuk menambah pengalaman pengguna saat menikmati konten video, Samsung memberikan fitur Peningkat Video yang bisa digunakan. Fitur ini akan menambah detil dan kecerahan saat kita membuka aplikasi yang didukung (YouTube, Netflix, iFlix dll).

Layar dari ponsel ini sudah dilindungi dengan Corning Gorilla Glass 5 yang seharusnya bisa melindungi layar dari berbagai goresan benda tajam. Namun tetaplah berhati-hati, karena meskipun sudah menggunakan teknologi terbaru dari Gorilla Glass, layar ponsel ini masih tergores jika tergesek dengan benang. Jadi jika kalian suka menyimpan ponsel di dalam tas, pastikan bahwa tidak ada benang terurai yang ada di dalamnya.

Korban benang (sumber: @vetamandra)

Untuk kelemahan dari ponsel bezeless dengan rasio 18:9, belum banyak konten yang mendukung layar dengan rasio ini. Jika kalian hobi nonton YouTube, saat melihat video dengan layar penuh, maka akan ada bagian yang terpotong di setiap sisinya. Jika ingin menikmati video tanpa terpotong, jangan masuk ke mode layar penuh.

Kamera

review samsung galaxy s9+Hasil kamera Samsung Galaxy S9+ tak perlu diragukan lagi kehandalannya. Sebelum muncul Huawei P20 pro, ponsel ini menempati peringkat pertama skor DxOMark dengan skor 99, di atas Google Pixel 2.

Secara hardware, Galaxy S9+ memiliki tiga lensa kamera, dua di belakang, satu di depan. Untuk dua kamera utama yang terletak di belakang, masing-masing memiliki aperture f/2.4 dan f/1.5. Jadi kita tetap bisa mendapatkan hasil yang bagus saat mengambil gambar saat malam hari.

Untuk format gambar sendiri, Samsung memberikan pilihan untuk menyimpan file RAW agar bisa lebih leluasa ketika ingin mengolah hasil gambar tersebut menggunakan Adobe Photoshop atau yang lainnya.

Bukan hanya soal pengambilan foto saja, kamera dari Samsung Galaxy S9+ juga memiliki fitur menarik untuk pengambilan video. Fitur slow-motion dan super slow-motion yang ada pada ponsel pintar ini cukup menarik saat digunakan untuk mengabadikan momen-momen seru. Bukan hanya itu, kita bisa mengambil video slowmo dengan 960 fps.

Untuk fitur kamera selfie, dengan kamera 8 megapixel dan aperture f/1.7, kita masih bisa mendapatkan hasil foto yang jernih. Selain itu, Samsung juga memberikan fitur beautyfication dan stiker lucu yang bisa langsung digunakan untuk membuat foto kalian semakin unik.

Hasil foto

Foto outdoor
Foto Bokeh Indoor
Foto indoor
Foto bokeh outdoor
Foto lowlight
Kamera depan

Fitur

Bukan hanya menjual kualitas kamera dan material mewah, Samsung Galaxy S9+ juga memberikan beberapa fitur menarik yang menjadi nilai tambah pada ponsel pintar ini. Beberapa fitur tersebut adalah:

Sidik jari

Salah satu perbaikan pada sensor sidik jari di ponsel ini adalah lokasi penempatannya. Untuk mengaksesnya, saat ini tak perlu khawatir kita salah dalam menempatkan jari ke lensa kamera. Untuk performa dan kecepatan, sensor sidik jari dari ponsel ini cukup bisa diandalkan.

Sensor retina

Untuk menambah proteksi keamanan pada ponsel, kita bisa menambahkan keamanan dengan menggunakan retina mata sebagai kata kunci. Meski tak sepraktis sensor sidik jari, namun menggunakan sensor retina bikin kita terlihat futuristik.

Dual SIM

Meski hanya menggunakan teknologi hybrid, Galaxy S9+ memberikan pilihan untuk meletakkan kartu SIM kedua. Dengan kapasitas penyimpanan internal 128GB, sepertinya memberikan slot kedua untuk kartu SIM adalah pilihan yang tepat.

Stereo

Bukan hanya earphone AKG yang memiliki suara bagus, ponsel ini juga sudah mendukung stereo hingga membuat suara yang dihasilkan bagus, baik ketika untuk mendengarkan musik, video ataupun bermain game. Sebuah kejutan mengetahui bahwa Samsung memberikan gimmick menarik ini pada Galaxy S9+.

Heart Rate dan SpO2

Sama seperti ponsel pintar Samsung versi S lainnya, Galaxy S9+ juga memiliki sensor detak jantung dan SpO2. Saat saya membandingkan dengan Samsung Gear Fit2 Pro, ponsel ini memiliki hasil yang tak jauh beda.

Bixby

Asisten digital buatan Samsung muncul pertama kali pada keluarga Galaxy S8, dan sepertinya Samsung masih berusaha untuk membuat Bixby bisa menggantikan Google Assistant di masa datang. Namun untuk saat ini, Bixby masih tertinggal jauh oleh Google Assistant, bahkan oleh Siri milik Apple.

Multi windows

Fitur yang cukup berguna, terutama untuk ponsel dengan layar besar. Multi Windows akan membagi “jendela” aplikasi agar bisa diakses secara bersamaan. Misal, kita bisa melihat YouTube sambil membalas chat WhatsApp dll.

AR Moji

Teknologi augmanted reality (AR) mulai menjadi tren di ranah ponsel. Setelah iPhone X sukses mencuri perhatian dengan fitur Animoji-nya, Samsung tak mau kalah dengan mengeluarkan AR Moji. Saat saya coba, AR Moji masih harus banyak berbenah untuk bisa menyaingi Animoji milik Apple. Sisi positifnya, AR Moji bisa membuat emoji dengan menggunakan wjah kita sendiri. Jadi kita bisa kirim emoji ke orang lain lebih personal dan bisa diterima oleh pengguna manapun, tanpa harus menggunakan Samsung Galaxy S9+.

Game Launch

Fitur menarik untuk yang hobi bermain game. Fitur ini tidak hanya menyembunyikan pop-up notifikasi saat kita sedang bermain game, namun juga memiliki pilihan untuk mengatur performa game saat dimainkan. Ada tiga mode yang diberikan oleh Samsung, yaitu mode normal, hemat baterai dan performa tinggi.

Selain itu ada statistik seperti profil game dan histori game yang pernah kita. Akan lebih seru lagi jika fitur ini memiliki tambahan sosial seperti milik XBox.

[irp posts=”44438″ name=”Review Singkat Samsung Galaxy Note 8: Smartphone Untuk Orang Kreatif”]

Baterai

Memiliki spesifikasi hardware tinggi, seharusnya Samsung juga memberikan kekuatan lebih pada baterainya. Samsung Galaxy S9+ memiliki kapasitas baterai 3500 mAh, namun untuk menopang spesifikasi hardware yang berkelas, daya tahan baterai pada ponsel ini biasa saja. Tidak jelek, namun juga tidak istimewa.

Penggunaan normal seperti media sosial, berkirim pesan, bermain game dan menonton video YouTube, Samsung Galaxy S9+ yang saya gunakan hanya mampu bertahan sekitar 6-7 jam saja.

Hal itu sebenarnya bisa diatasi dengan membawa powerbank, saya rekomendasikan yang mendukung fitur fast charging. Karena dengan fitur ini, kita bisa mendapatkan 30% daya baterai kurang dari 15 menit saja.

Performa

Meski bukan pemegang skor AnTuTu tertinggi, secara keseluruhan, performa dari Samsung Galaxy S9+ ini sangat menjanjikan. Semua game kelas berat saat ini bisa dilibas dengan cukup baik. Saat menjalankan fitur Multi Windows dengan banyak aplikasi yang belum ditutup, performa dari ponsel ini masih bisa berlari kencang. Top!

Yang patut disayangkan adalah, Samsung tidak memberikan daya tahan baterai istimewa pada ponsel terbarunya ini. Jika bisa bertahan hingga 10 jam, tentu akan lebih asik.

review Samsung Galaxy S9+

Spesifikasi Teknis

JARINGAN GSM / HSPA / LTE  
BODI Dimensi 158.1 x 73.8 x 8.5 mm (6.22 x 2.91 x 0.33 in)
  Berat 189 g (6.67 oz)
  Material Front/back glass (Gorilla Glass 5), aluminum frame
  Kartu SIM Single SIM (Nano-SIM) or Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
    – Samsung Pay (Visa, MasterCard certified)
    – IP68 certified – dust/water proof (up to 1.5m for 30 mins)
LAYAR Tipe Super AMOLED capacitive touchscreen, 16M colors
  Ukuran 6.2 inches, 98.3 cm2 (~84.2% screen-to-body ratio)
  Resolusi 1440 x 2960 pixels, 18.5:9 ratio (~529 ppi density)
  Multitouch Yes
  Perlindungan Corning Gorilla Glass 5
    – HDR10 compliant
    – 3D Touch (home button only)
    – Always-on display
PLATFORM OS Android 8.0 (Oreo)
  Chipset Exynos 9810 Octa – EMEA
    Qualcomm SDM845 Snapdragon 845 – USA & China
  CPU Octa-core (4×2.7 GHz Mongoose M3 & 4×1.8 GHz Cortex-A55) – EMEA
    Octa-core (4×2.7 GHz Kryo 385 Gold & 4×1.7 GHz Kryo 385 Silver) – USA & China
  GPU Mali-G72 MP18 – EMEA
    Adreno 630 – USA & China
MEMORI Slot kartu microSD, up to 400 GB (uses SIM 2 slot)
  Internal 64/128/256 GB, 6 GB RAM
KAMERA Utama Dual: 12 MP (f/1.5-2.4, 26mm, 1/2.55″, 1.4µm, Dual Pixel PDAF) + 12MP (f/2.4, 52mm, 1/3.6″, 1µm, AF), OIS, phase detection autofocus, 2x optical zoom, LED flash, check quality
  Fitur Geo-tagging, simultaneous 4K video and 9MP image recording, touch focus, face/smile detection, Auto HDR, panorama
  Video 2160p@60fps, 1080p@240fps, 720p@960fps, HDR, dual-video rec., check quality
  Depan 8 MP (f/1.7, 25mm, 1/3.6″, 1.22µm), autofocus, 1440p@30fps, dual video call, Auto HDR
SUARA Tipe peringatan Vibration; MP3, WAV ringtones
  Loudspeaker Yes, with stereo speakers
  3.5mm jack Yes
    – 32-bit/384kHz audio
    – Active noise cancellation with dedicated mic
COMMS WLAN Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot
  Bluetooth 5.0, A2DP, LE, aptX
  GPS Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO
  NFC Yes
  Radio FM radio (USA & Canada only)
  USB 3.1, Type-C 1.0 reversible connector
FITUR Sensors Iris scanner, fingerprint (rear-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, barometer, heart rate, SpO2
  Pesan SMS(threaded view), MMS, Email, Push Email, IM
  Browser HTML5
    – Samsung DeX (desktop experience support)
    – Fast battery charging (Quick Charge 2.0)
    – Qi/PMA wireless charging (market dependent)
    – ANT+ support
    – Bixby natural language commands and dictation
    – MP4/DivX/XviD/H.265 player
    – MP3/WAV/eAAC+/FLAC player
    – Photo/video editor
    – Document editor
BATERAI   Non-removable Li-Ion 3500 mAh battery (13.48 Wh)
MISC Warna Midnight Black, Coral Blue, Titanium Gray, Lilac Purple
  Harga Rp 13.500.000,-

Kesimpulan

Jika kalian punya uang dan bingung memilih antara iPhone X atau Samsung Galaxy S9+, maka saya akan merekomendasikan Galaxy S9+ untuk dibeli. Namun jika kalian sudah memiliki Galaxy S8+ dan ingin upgrade, saya tidak menyarankannya, karena tidak banyak perbedaan dari versi pendahulunya itu (baca: buang-buang uang).

[wp-review id=”51431″]

BELI SEKARANG

More Stories
Mad Race: Game Balap Gila!