Berbagai Rilis Game Paling Buruk dan Penuh Kontroversi

Sepanjang sejarah, terdapat beberapa fenomena rilis game yang dianggap paling buruk. Ada beberapa game yang kemudian mendapat perbaikan dan diterima oleh publik, namun ada juga masih bergulat dengan masalah dan bahkan yang benar-benar gagal.

Tidak jarang sebuah game AAA melakukan proses pemasaran yang bombastis. Harapan para pemain pun membumbung tinggi. Sehingga ketika game itu meluncur dengan kualitas buruk, maka kekecewaan pun muncul.

Nah, berikut ini ada beberapa fenomena game yang rilis dengan buruk dan memancing kontroversi.

Anthem

BioWare adalah studio yang punya nama besar, dengan game populer seperti seri “Dragon Age” dan “Mass Effect.” Jadi tidak heran kalau harapan gamer cukup tinggi ketika game “Anthem” — yang menjadi pesaing “Destiny” — akan rilis di tahun 2019.

Pada kenyataannya, kritik hadir bertubi-tubi untuk cerita yang buruk, gameplay yang terlalu grinding, repetitif, dan punya banyak bugs. BioWare mengumumkan akan memperbaiki inti permainan game ini pada awal 2020, namun menghentikan pengembangannya di awal 2021.


Cyberpunk 2077

“Cyberpunk 2077” merupakan salah satu game yang paling dinanti dengan hype yang tinggi. Apalagi ada Keanu Reeves. CD Projekt mengumumkan kehadiran “Cyberpunk 2077” pada tahun 2012. Setelah bertahun-tahun dalam pengembangan, CD Projekt mengumumkan tanggal rilis di E3 2019, yaitu 16 April 2020.

Sayangnya, rilis “Cyberpunk 2077” terus mengalami penundaan, sampai benar-benar rilis pada bulan Desember 2020. Ketika rilis, game ini memiliki masalah bugs dan performa, terutama untuk PS4 dan Xbox One.

Masalah kembali muncul ketika CD Projekt menawarkan refund, yang juga bermasalah (berdasar kesepakatan dengan Sony dan Microsoft). Akhirnya Sony dan Microsoft pun menawarkan refund bagi pemain yang tidak puas.


Fallout 76

“Fallout 76” adalah game action RPG multiplayer online buatan Bethesda Softwork. Sebagai versi multiplayer dari jagat “Fallout,” game ini berhasil menarik minat gamer.

Sayangnya ketika rilis di tahun 2018, “Fallout 76” mendapat kritik untuk masalah teknis, desain game, tujuan permainan yang kurang jelas, dan minimnya NPC yang membuatnya garing. Bethesda kemudian merilis update berjudul “Wastelanders” di tahun 2020 yang membawa NPC dan quest menarik.

Saat ini permainan dan reputasi game “Fallout 76” sudah meningkat jadi lebih baik.

Final Fantasy 14

“Final Fantasy 14” merupakan game MMORPG buatan Square Enix. Saat rilis di tahun 2010 — dengan nama “Final Fantasy 14 Online” — game ini mendapat kritik untuk gameplay, tampilan, dan keseluruhan game yang terasa seperti game belum selesai. Square Enix sampai menunda program langganan game ini. Namun, kemudian kisah berbalik.

Pada tahun 2013, Square Enix merilis “A Realm Reborn” sebagai versi baru “Final Fantasy 14.” Mereka juga terus menambahkan ekspansi di game ini, yaitu “Heavensward” (2015), “Stormblood” (2017), “Shadowbringers” (2019), dan “Endwalker” (2021). Game versi baru ini mendapat tanggapan positif.

Game ini juga mendapat keuntungan dari para pemain “World of Warcraft” yang tidak puas, dan hijrah ke “FF14.” Kini game “Final Fantasy 14” menjadi game yang menarik pendapatan paing banyak dari seluruh seri.


GTA The Trilogy – The Definitive Edition

Game “Grand Theft Auto: Trilogy — The Definitive Edition” merupakan versi baru “GTAIII,” “Vice City,” and “San Andreas” dengan tampilan dan gameplay yang lebih kekinian. Namun versi baru ini justru mendapat tanggapan negatif dari banyak pemain di berbagai platform.

“GTA Trilogy – The Definitive Edition” penuh dengan bug, glitch, dan crash. Parahnya lagi, tampilan visualnya — termasuk warna, 3D, dan efek — tidaklah sesuai yang diharapkan dengan standar masa kini. Apalagi dari Rockstar yang sukses dengan game “Read Dead Redemption 2” yang dipuji tampilannya.

Yah, paling tidak ada sisi hiburan dari game “GTA: Trilogy – The Definitive Edition” ini. Ada banyak meme lucu beredar di internet.


No Man’s Sky

“No Man’s Sky” adalah salah satu game yang sering disebut jika membicarakan rilis paling buruk. Game action adventure bertema survival ini rilis pada tahun 2016. Kritik datang untuk permainan yang kurang seru dan repetitif. Selain itu, yang paling menohok adalah tidak adanya beberapa fitur yang sebelumnya dijanjikan.

Namun Hello Games, sebagai pengembang, terus berusaha memperbaiki dan menambah konten game ini. Beberapa pembaruan besar yang diberikan secara gratis memenuhi berbagai fitur yang hilang setahap demi setahap.

Kini “No Man’s Sky” termasuk salah satu game yang gagal di awal, namun berhasil menebus dosa dan mulai mendapat tanggapan baik.


Star Wars Battlefront 2

“Star Wars Battlefront 2” merupakan game action shooter terbitan EA. Saat rilis di tahun 2017, game ini mendapat kritik pedas untuk mode single-player dan campaign, sistem mikrotransaksi dan perkembangan permainan. Begitu parahnya kritik, sampai respon EA soal kritik ini di Reddit mendapat downvote lebih dari 600 ribu (paling rendah sepanjang sejarah).

EA kemudian menghapus sistem mikrotransaksi dan merilis update untuk memperbaiki permainan. Perbaikan dihentikan pada tahun 2020, ketika jumlah pemain sudah mencapai harapan.

%d blogger menyukai ini: