14 Tempat di Bumi Yang Cocok Jadi Rumah Alien

Melihat judul di atas, mungkin akan menimbulkan beberapa pertanyaan. Pertanyaan yang mungkin akan sering ditanyakan adalah, ‘ah alien, itu mitos, ga usah dipercaya’. Pertanyaan kedua, ‘lho, ini blog teknologi kenapa bahas alien?’.

Alien memang menjadi perdebatan seru, hampir menyerupai perdebatan antara kepercayaan bumi bulat vs bumi datar. Dan yang namanya kepercayaan, semua orang memiliki hak untuk memilih kepercayaannya masing-masing.

Banyak kesaksian yang menyatakan pernah melihat alien mendarat di bumi, dan berbagai laporan bentuk ET atau UFO sudah sering kita baca di berbagai media. Bahkan beberapa negara atau perusahaan swasta melakukan penelitian untuk membuat kontak dengan makhluk yang ada di luar bumi tersebut.

Nah jika alien itu benar-benar ada, dan sudah singgah di bumi, maka ada beberapa tempat yang sangat cocok sebagai rumah mereka. Beberapa tempat tersebut adalah:

Socotra Island di Yaman

Merupakan tempat tanaman unik tumbuh. Tanaman yang memiliki bentuk mirip dengan payung (atau mungkin jamur?) ini disebut dengan Dragon’s Blood Tree. Uniknya, tidak banyak tempat atau bahkan mungkin hanya di tempat inilah pohon tersebut bisa tumbuh.

Danakill Depression di Ethiopia

Kolam sulfur raksasa dan ekspansif membuat Depresi Danakil di Etiopia menjadi salah satu tempat yang paling tidak ramah untuk kehidupan manusia di planet ini. Tidak ramah untuk manusia, mungkin cocok untuk alien.

Tianzi Mountains di China

Bukan nama perusahaan MLM, tempat ini berasal dari China dan menjadi inspirasi dalam film Avatar.

Giant’s Causeway di Irelandia

Giant’s Causeway terdiri dari 40.000 kolom batu vulkanik super simetris dari letusan gunung berapi purba. Dilihat dari bentuknya sih agak sulit menerima jika susunan yang rapi tersebut adalah buatan alam tanpa campur tangan yang lainnya.

Deadlvei di Namibia

Deadvlei di Namibia adalah hamparan kering yang dipenuhi dengan pohon kerangka Acacia yang mati. mengingatkan pada cuplikan film-film koboi yang sedang mengembara.

Zhangye Danxia di China

Pegunungan Zhangye Danxia yang berwarna cerah di China dibentuk oleh 27 juta tahun erosi pasir merah. Cukup cantik sebagai tempat tinggal Alien.

The Richat Structure di Mauritania

Berada di Mauritania, yang juga dikenal sebagai “Mata Sahara,” adalah kubah setinggi 25 mil yang dianggap sebagai hasil erosi.

Waitomo Glowworm Caves di Selandia Baru

Gua kuno yang terletak di Selandia Baru ini bisa menyala terang berkat langit-langit yang ditutupi ribuan cacing cahaya kecil.

Red Beach di China

Merupakan lahan basah yang luas yang mendapat rona berbeda dari rumput laut Sueda, yang mengubah warna merah tua pada musim gugur.

Door to Hell di Turkmenistan

Merupakan lubang menganga yang lebar dengan luas 226 kaki yang diciptakan pada tahun 1971, ketika sebuah rig pengeboran Soviet runtuh ke dalam gua gas alam.

The Devils Tower di Wyoming

Merupakan formasi batuan setinggi 1.267 kaki yang kebetulan juga merupakan lokasi film thriller alien “Close Encounters of the Third Kind.”

Wadi Rum di Jordan

Padang pasir yang terang di Yordania. Warnaya sering kali menjadi lebih terang seperti permukaan planet Mars yang digambarkan pada film “The Martian”.

Marble Cave di Chili

Gua Marmer yang berwarna biru tua di Cile diukir menjadi semenanjung marmer padat di danau glasial yang membentang di perbatasan Cile-Argentina. Gua ini merupakan hasil erosi gelombang 6.000 tahun.

Salar de Uyuni di Bolivia

Salar de Uyuni di Bolivia, pada 4000 mil persegi, dataran garam terbesar dunia. Saat hujan, permukaan dasarnya berubah menjadi cermin raksasa.

14 tempat di atas cukup unik dan menarik. Bahkan buat kalian yang tidak percaya dengan keberadaan alien, beberapa tempat dalam daftar kami di atas cukup layak dijadikan bucket list untuk wisata.

Oh, untuk pertanyaan kedua, sesuai dengan tagline, blog ini membahas teknologi dan gaya hidup digital. Dan menurut kami, alien sangat dekat dengan teknologi dan tren yang ada di internet. Jadi kenapa tidak menulisnya disini?

 

    %d blogger menyukai ini: