Seperti Aplikasi, Album “Scorpion” Drake Mendapat Update

album drake scorpion
Anom Penulis

Hal yang menarik belum lama ini terjadi. Drake memberi update pada album Scorpion miliknya. Apa? Ya, update. Seperti sebuah aplikasi.

Album Scorpion dari rapper Kanada ini sedang dalam perjalanan mengukir sejarah. Album ini akan/sudah memecahkan rekor sebagai album dengan jumlah streaming terbanyak di beberapa layanan. Baik di Apple Music maupun di Spotify.

Di tengah-tengah berita itu, hadir kehebohan lain. The Next Web memberitakan kalau ada Redditor yang menemukan kalau Drake melakukan update di album terbarunya itu dan melakukan beberapa perubahan.

[irp posts=”54189″ name=”8 Lagu Favorit untuk Tes Kemampuan Speaker”]

Perubahan itu, menurut MrRom92 dan jrmio di r/hiphopheads, meliputi perubahan vokal Lil Wayne di lagu In My Feelings, perubahan mix di beberapa lagu, ada kata yang tidak lagi disensor, dan semua lagu melalui proses mastering kedua kali.

The Next Web menyebutkan kalau mereka menemukan perubahan itu di versi yang ada di Google Play Music. Sedangkan di versi Spotify masih merupakan versi asli.

update album scorpion drake
Update album ‘Scorpion’ Drake (Reddit)

Yang tidak kalah menarik, Kotaku menyatakan kalau hal ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Kanye West disebut melakukan update beberapa kali untuk album Life of Pablo di tahun 2016. Misalnya menambah lirik lagu, menambah lagu baru, dan memperbaiki rekaman. Kanye juga menambah lagu baru, I Thought About Killing You di album terakhirnya, Ye.

Hal ini jelas sebuah fenomena menarik.

[irp posts=”44138″ name=”10 Lagu Rock Alternatif Era 90-an yang Wajib Kamu Ketahui”]

Bukan apa-apa, biasanya ketika ada perbaikan kualitas atau penambahan lagu, sebuah album musik akan lahir kembali dalam bentuk “Remastered” atau “Extended Version” atau sejenisnya. Perbedaan proses atau kualitas itulah yang membuatnya menarik. Bisa juga disebut “menciptakan sejarah”.

Sebagai contoh, di lagu Gimme Shelter dari The Rolling Stones, kamu bisa mendengar suara Mick jagger berseru “Woo” saat mendengar nada tinggi Merry Clayton menyanyikan lirik “shot” dan “murder”. Kisah rekaman ini kemudian muncul di film dokumenter Twenty Feet from Stardom (2013).

Yah, namanya juga era digital. Semua proses bisa berjalan jauh lebih mudah. Mau perbaikan, tambah lagu, atau apapun sudah tidak sesusah dulu. Memang semua tergantung pada artis dan produser yang bersangkutan. Namun hal unik seperti itu bisa sirna dengan proses update yang bertujuan “menyempurnakan”.

Ini juga yang membuat piringan hitam menjadi lebih berharga. Kolektor menyukainya karena piringan hitam bisa menjadi versi asli dan bukti sejarah.

Lalu, lucu juga membayangkan kalau suatu hari nanti, di dalam halaman layanan streaming ada informasi catatan perubahan alias changelog. Misalnya, update album Scorpion v.01.5: Terdapat optimalisasi pada vokal. Ada-ada saja.

    %d blogger menyukai ini: